Kisah Munawi Melawan Api di Lereng Bromo, Merangkak di Medan Terjal

Table of Contents
Kisah Munawi di Lereng Bromo, Merangkak di Tebing dan Mengejar Api hingga Larut Malam
Kisah Munawi Melawan Api di Lereng Bromo, Merangkak di Medan Terjal

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Bau asap menyengat menyambut langkah Munawi (42) saat ia kembali menapaki lereng di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Udara pegunungan yang biasanya terasa dingin dan menyegarkan kini telah berubah menjadi aroma hangus yang menyesakkan dada akibat vegetasi yang terbakar.

Dari kejauhan, kepulan asap tebal masih terlihat membubung tinggi di antara lereng-lereng curam kawasan tersebut. Pemandangan ini menjadi pengingat nyata bahwa pekerjaan Munawi dan tim Masyarakat Peduli Api (MPA) belum benar-benar berakhir meski telah berjam-jam bekerja.

Munawi, warga Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, merupakan bagian dari garda terdepan penanganan bencana lingkungan ini. Bersama puluhan anggota MPA lainnya, ia berkomitmen penuh untuk menjinakkan kobaran api yang mengancam kelestarian ekosistem pegunungan tersebut.

Jarum jam baru menunjukkan pukul 06.00 WIB ketika Munawi meninggalkan rumahnya untuk memulai rutinitas penyelamatan. Sementara sebagian besar warga mungkin baru memulai aktivitas pagi yang santai, ia sudah bersiap menuju Kantor Basecamp di Cemoro Lawang dengan penuh konsentrasi.

Sesampainya di basecamp, prosedur persiapan dilakukan dengan sangat teliti dan penuh kewaspadaan tinggi. Peralatan pemadaman diperiksa detail, persediaan air disiapkan, dan logistik pribadi dipastikan lengkap karena mereka akan bekerja di medan yang tidak mudah dijangkau.

Tidak boleh ada satu pun kebutuhan penting yang tertinggal karena tim harus mandiri selama berada di lapangan. Setelah seluruh persiapan matang, Munawi bersama tim segera bergerak menuju titik lokasi kebakaran dengan target tiba paling lambat pukul 07.30 WIB.

Menaklukkan Medan Ekstrem Demi Kelestarian Alam

Menaklukkan Medan Ekstrem Demi Kelestarian Alam

Di lokasi kejadian, tantangan yang dihadapi tim pemadam bukan sekadar mematikan api yang berkobar. Medan TNBTS yang dikenal dengan kontur terjal membuat setiap langkah kaki harus diperhitungkan dengan sangat matang dan hati-hati.

Tanah yang curam memaksa tubuh anggota tim untuk lebih berhati-hati agar tidak tergelincir ke jurang. Bahkan, di beberapa titik tebing yang ekstrem, mereka harus menurunkan tubuh dan merangkak guna menjaga keseimbangan sekaligus mengevakuasi diri dari bahaya.

Kondisi geografis yang menantang ini membuat tenaga seluruh anggota tim terkuras jauh lebih cepat dari kondisi normal. Selain menghadapi panasnya api, mereka juga harus terus melawan kelelahan fisik demi menyelesaikan misi pemadaman hingga larut malam.

Keselamatan seluruh anggota tim terus menjadi perhatian utama di tengah upaya pemadaman yang dilakukan secara intensif. Komunikasi antaranggota MPA selalu terjaga ketat untuk memastikan tidak ada personel yang tertinggal atau terjebak dalam kepungan api.

Peran Krusial Masyarakat Peduli Api dalam Penanganan Bencana

Kebakaran hutan di lereng Bromo memang menjadi ancaman serius bagi kelangsungan vegetasi dan ekosistem di kawasan Taman Nasional. Dedikasi seperti yang ditunjukkan oleh Munawi menjadi bukti betapa pentingnya peran masyarakat lokal dalam menjaga warisan alam Indonesia.

Upaya yang dilakukan Munawi bersama tim MPA bukan hanya sekadar tugas teknis, melainkan bentuk kecintaan terhadap tanah kelahiran. Mereka rela mempertaruhkan tenaga dan waktu, bahkan hingga larut malam, demi memastikan api tidak meluas dan menghanguskan lebih banyak kawasan.

Meskipun pekerjaan ini penuh dengan risiko tinggi, semangat para relawan di lapangan tidak pernah surut sedikit pun. Pengabdian mereka di medan terjal Bromo menjadi inspirasi bagi banyak pihak mengenai pentingnya menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran.

Baca Juga

Loading...