IHSG Menguat 0,71% di Sesi Pertama, Investor Asing Koleksi Saham BBRI dan BUMI
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan signifikan sebesar 0,71% atau 44,77 poin ke level 6.388,48 pada sesi perdagangan pagi, Jumat (7/8). Kenaikan ini menjadi sinyal pemulihan pasar yang positif setelah sebelumnya IHSG sempat mengalami pelemahan tipis pada perdagangan hari Kamis.
Dinamika Perdagangan Pasar Modal
Aktivitas perdagangan di bursa mencatatkan nilai transaksi yang cukup besar, yakni mencapai IDR 8,76 triliun secara keseluruhan. Sebanyak 23,5 miliar saham telah berpindah tangan melalui 1,31 juta kali transaksi yang terjadi sepanjang sesi pagi tersebut.
PT Dian Swastatika Tbk (DSSA) muncul sebagai emiten dengan nilai transaksi tertinggi, mencatatkan nilai mencapai IDR 1,09 triliun. Posisi ini diikuti oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan nilai transaksi IDR 664,81 miliar dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang mencatatkan nilai transaksi sebesar IDR 534,06 miliar.
Pergerakan harga saham emiten-emiten tersebut cukup bervariasi di pasar, di mana saham DSSA terpantau tidak mengalami perubahan harga atau stagnan di level IDR 970 per lembar saham. Di sisi lain, saham perbankan dan energi menunjukkan performa positif, dengan BBRI yang menguat sebesar 1,97% dan BUMI yang mencatatkan kenaikan harga cukup tajam sebesar 3,91%.
Peran Investor Asing di Pasar Saham
Sentimen positif pada sesi pagi ini juga didorong oleh aksi beli yang dilakukan oleh investor asing di berbagai sektor pasar. Tercatat, investor asing melakukan aksi beli bersih atau net buying dengan total nilai mencapai IDR 343,13 miliar di seluruh pasar.
Namun, terdapat paradoks menarik jika melihat data volume perdagangan saham yang dilakukan oleh para investor asing tersebut. Meskipun secara nilai terjadi pembelian bersih, investor asing justru tercatat sebagai penjual bersih atau net seller dari sisi volume, dengan melepas sebanyak 585,11 juta lembar saham.
Daftar Saham Pilihan Investor Asing
Dalam sesi perdagangan tersebut, investor asing menunjukkan minat besar pada beberapa saham blue chip dan sektor komoditas. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi primadona dengan nilai net buy mencapai IDR 309,37 miliar, yang sekaligus menjadi pendorong utama arus masuk modal asing pagi itu.
Selain BBRI, saham sektor pertambangan logam juga menarik perhatian arus dana asing. PT Timah Tbk (TINS) mencatatkan net buy senilai IDR 70,72 miliar, disusul oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan nilai net buy sebesar IDR 58,10 miliar.
Sektor telekomunikasi dan energi juga masuk dalam radar pembelian investor asing selama sesi pagi tersebut. PT Indosat Tbk (ISAT) mencatatkan net buy sebesar IDR 42,45 miliar, sementara PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menyusul dengan net buy sebesar IDR 34,27 miliar.
Analisis Tekanan Jual Asing
Di balik optimisme pasar, beberapa saham juga mengalami tekanan jual yang cukup signifikan dari investor asing. PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) menjadi emiten dengan tekanan jual tertinggi, mencatatkan net sell senilai IDR 47,72 miliar.
Sentimen negatif juga menimpa saham-saham besar lainnya yang dilepas oleh investor asing pada sesi Jumat pagi. PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan net sell sebesar IDR 32,50 miliar, diikuti oleh PT Petrosea Tbk (PTRO) dengan nilai jual bersih mencapai IDR 21,23 miliar.
Daftar saham yang dilepas investor asing juga mencakup PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) dengan net sell sebesar IDR 20,67 miliar. Selain itu, PT Bach Multi Global Tbk (BACH) juga mencatatkan aksi jual bersih sebesar IDR 18,75 miliar, melengkapi daftar saham yang mendapatkan tekanan jual pada periode tersebut.
Kombinasi antara kenaikan IHSG dan fluktuasi perdagangan asing ini menunjukkan betapa dinamisnya pergerakan pasar modal domestik di akhir pekan. Para pelaku pasar tentu akan terus memantau apakah tren penguatan ini akan berlanjut hingga penutupan sesi kedua nantinya.
