Harga BBM Pertamax dan Pertalite Hari Ini di Jawa Timur, Ini Rinciannya
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, Pertamina Patra Niaga, resmi memberlakukan penyesuaian harga terbaru untuk beberapa jenis bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi di wilayah Provinsi Jawa Timur pada hari Minggu, 23 Agustus 2026. Penyesuaian berkala ini secara langsung memengaruhi daftar Harga BBM Pertamax dan Pertalite Hari Ini di Jawa Timur, yang menjadi acuan penting bagi jutaan pengendara sebelum mengisi bahan bakar di stasiun pengisian.
Kebijakan penyesuaian harga ini merupakan langkah rutin korporasi untuk menyelaraskan harga jual eceran produk non-subsidi dengan kondisi pasar energi global yang bergerak dinamis. Meskipun terdapat penurunan harga untuk kelompok bensin nonsubsidi, harga BBM bersubsidi jenis penugasan dan solar subsidi dipastikan tidak mengalami perubahan apa pun.
Rincian Harga BBM Pertamax dan Pertalite Hari Ini di Jawa Timur
Untuk kelompok BBM bersubsidi, harga Pertalite (RON 90) terpantau masih stabil dan dijual seharga Rp 10.000 per liter di seluruh wilayah stasiun pengisian Jawa Timur. Ketetapan harga ini tidak mengalami perubahan dari periode sebelumnya karena pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat luas.
Senada dengan Pertalite, harga Biosolar yang merupakan bahan bakar diesel bersubsidi juga tidak mengalami perubahan tarif dan tetap dipatok pada harga Rp 6.800 per liter. Keputusan mempertahankan harga komoditas bersubsidi ini merupakan bagian dari program perlindungan sosial guna menekan biaya logistik dan transportasi publik.
Perubahan signifikan justru terlihat pada lini produk bensin non-subsidi, di mana harga Pertamax (RON 92) mengalami penurunan dari sebelumnya Rp 16.250 kini menjadi Rp 15.950 per liter. Penurunan sebesar Rp 300 per liter ini diharapkan dapat meringankan beban operasional masyarakat kelas menengah yang mendominasi penggunaan bahan bakar ramah lingkungan tersebut.
Penyesuaian serupa juga terjadi pada unit layanan Pertashop, di mana produk Pertamax Pertashop kini dibanderol dengan harga Rp 15.850 per liter setelah mengalami penurunan sebesar Rp 300 dari harga sebelumnya sebesar Rp 16.150 per liter. Penurunan harga di tingkat penyalur skala kecil ini bertujuan untuk merangsang konsumsi BBM berkualitas tinggi di tingkat pedesaan.
Penurunan harga yang paling signifikan terjadi pada produk Pertamax Turbo (RON 98) yang kini turun sebesar Rp 1.000 per liter menjadi Rp 18.300 dari harga sebelumnya yang mencapai Rp 19.300 per liter. Pemotongan harga yang cukup besar ini menjadi kabar baik bagi para pemilik kendaraan sport dan kendaraan bermesin kompresi tinggi yang membutuhkan asupan oktan maksimal.
Selain itu, produk bensin ramah lingkungan yang mengadung campuran bioetanol, yaitu Pertamax Green 95, kini disesuaikan harganya menjadi Rp 16.600 per liter. Varian bahan bakar modern ini tercatat mengalami penurunan sebesar Rp 400 per liter dibandingkan harga sebelumnya yang berada di level Rp 17.000 per liter.
Berbeda dengan kelompok bensin, produk solar non-subsidi seperti Pertamina Dex terpantau tidak mengalami perubahan harga pada pengumuman penyesuaian di pertengahan Agustus ini. Bahan bakar berkualitas tinggi untuk mesin diesel modern tersebut tetap dipasarkan dengan harga Rp 21.150 per liter di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya.
Konsistensi harga juga ditunjukkan oleh Dexlite, produk solar non-subsidi lainnya yang biasa digunakan untuk armada transportasi industri, yang bertahan di harga Rp 19.700 per liter. Kestabilan harga pada sektor bahan bakar diesel komersial ini diharapkan mampu memberikan kepastian biaya operasional bagi para pelaku usaha logistik di Jawa Timur.
| Jenis BBM | Harga Baru (per Liter) | Harga Sebelumnya | Status Perubahan |
|---|---|---|---|
| Pertalite | Rp 10.000 | Rp 10.000 | Tetap |
| Pertamax | Rp 15.950 | Rp 16.250 | Turun Rp 300 |
| Pertamax Pertashop | Rp 15.850 | Rp 16.150 | Turun Rp 300 |
| Pertamax Green 95 | Rp 16.600 | Rp 17.000 | Turun Rp 400 |
| Pertamax Turbo | Rp 18.300 | Rp 19.300 | Turun Rp 1.000 |
| Dexlite | Rp 19.700 | Rp 19.700 | Tetap |
| Pertamina Dex | Rp 21.150 | Rp 21.150 | Tetap |
| Biosolar | Rp 6.800 | Rp 6.800 | Tetap |
Faktor Utama Penyesuaian Harga BBM Non-Subsidi
Proses penyesuaian harga jual eceran BBM non-subsidi Pertamina ini dilakukan secara ketat dengan mempertimbangkan fluktuasi rata-rata harga minyak dunia (Mean of Platts Singapore/MOPS). Selain harga minyak mentah internasional, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar AS juga menjadi variabel penting dalam perhitungan harga keekonomian produk.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menegaskan bahwa seluruh proses penyesuaian tarif BBM non-subsidi ini dilakukan sesuai dengan ketentuan yang diatur oleh pemerintah. Evaluasi berkala dilaksanakan secara transparan guna memastikan harga jual tetap kompetitif dan mencerminkan dinamika pasar energi yang sebenarnya.
"Langkah ini juga merupakan bagian dari upaya menjaga ketersediaan pasokan BBM nasional agar tetap terjamin bagi masyarakat," kata Kitty Andhora dalam siaran pers resminya. Dia menambahkan bahwa kelancaran distribusi energi ke pelosok negeri tetap menjadi prioritas utama di samping penyesuaian harga keekonomian.
Pertamina berkomitmen untuk terus menyalurkan energi secara adil dan merata guna mendukung produktivitas ekonomi masyarakat di Jawa Timur yang terus tumbuh. Keseimbangan antara keterjangkauan harga dan jaminan ketersediaan stok di SPBU menjadi fokus utama manajemen dalam mengelola rantai pasok energi daerah.
Cara Memantau Perubahan Harga BBM Pertamina secara Real-Time
Dinamika harga BBM yang kerap berubah sewaktu-waktu menuntut masyarakat untuk lebih proaktif dalam memperbarui informasi sebelum melakukan pengisian bahan bakar kendaraan mereka. Pihak Pertamina menyediakan berbagai platform informasi digital yang dapat diakses dengan mudah oleh publik selama 24 jam penuh.
Salah satu kanal utama yang direkomendasikan adalah aplikasi MyPertamina, yang menyajikan rincian harga terkini berdasarkan lokasi SPBU secara presisi. Selain itu, situs resmi Pertamina Patra Niaga juga selalu memperbarui data harga setiap kali ada perubahan kebijakan tarif di suatu wilayah.
Penggunaan bahan bakar dengan kadar oktan yang sesuai spesifikasi mesin kendaraan tidak hanya menjaga performa mesin tetap optimal melainkan juga berkontribusi pada penurunan emisi gas buang. Dengan penurunan harga Pertamax series saat ini, konsumen diharapkan semakin termotivasi untuk beralih ke produk bahan bakar yang lebih bersih dan efisien.
Pada akhirnya, stabilitas pasokan BBM di wilayah Jawa Timur diharapkan dapat terus terjaga dengan baik guna mendukung kelancaran mobilitas harian masyarakat. Sinergi antara kebijakan harga yang transparan dan kesadaran konsumen menjadi kunci utama terciptanya ketahanan energi nasional yang berkelanjutan.
