Cek Fakta: Benarkah Menteri Keuangan Purbaya Bagi-bagi Dana Hibah?
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - SEJUMLAH akun di Facebook mengedarkan video Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa yang diklaim sedang membagikan dana hibah per Juli 2026. Dalam video tersebut, disebutkan bahwa nilai bantuan mencapai Rp 250 juta yang dapat cair hanya dalam waktu satu hari.
Tim Cek Fakta Tempo mengidentifikasi terdapat empat varian video yang mencatut sosok Purbaya saat mengumumkan program palsu tersebut. Para pelaku menyebarkan narasi menyesatkan dengan mengajak warganet mendaftar melalui nomor WhatsApp tertentu atau mengisi kolom komentar.
Modus Penipuan dengan Memanfaatkan AI
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video-video yang beredar telah dimanipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Manipulasi ini bertujuan untuk menipu masyarakat agar menyerahkan data pribadi dengan iming-iming bantuan dana tunai.
Tempo mencoba memverifikasi dengan menghubungi salah satu nomor WhatsApp yang tertera di konten tersebut untuk menguji kebenarannya. Admin pengelola nomor justru menawarkan bantuan dana dari Arab Saudi, dengan syarat dana akan dipotong 30 persen untuk pembangunan tempat ibadah.
Selain potongan dana, admin tersebut mewajibkan pengirim untuk menyertakan foto KTP, buku tabungan, dan berbagai data pribadi lainnya. Praktik ini merupakan indikasi kuat upaya pencurian data yang sangat merugikan bagi masyarakat.
Pernyataan Resmi Kementerian Keuangan
Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kementerian Keuangan telah menegaskan bahwa konten yang mengatasnamakan Menteri Keuangan Purbaya adalah hoaks. Pernyataan resmi pada 9 Juli 2026 mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap penyebaran berita bohong tersebut.
Dalam laman resminya, Kementerian Keuangan hanya menyediakan layanan melalui saluran resmi yang terverifikasi. Kontak WhatsApp resmi hanya dimiliki oleh Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal, serta Badan Teknologi, Informasi, dan Intelijen Keuangan.
Ketiga badan tersebut memiliki nomor yang berbeda jauh dari nomor-nomor yang dicantumkan dalam konten penipuan di media sosial. Hal ini membuktikan bahwa program dana hibah yang diviralkan oleh oknum tidak bertanggung jawab adalah klaim keliru.
Analisis Teknis Manipulasi Video
Video yang digunakan pelaku diambil dari konferensi pers APBN di Kantor Kementerian Keuangan pada awal Juni 2026. Purbaya dalam video asli hanya menyampaikan laporan keuangan negara, sama sekali tidak ada tawaran bantuan dana hibah.
Hasil deteksi menggunakan alat AI or Not dan Hive Moderation menunjukkan tingkat manipulasi yang sangat tinggi. Elemen AI pada video-video tersebut terdeteksi mencapai angka 95 hingga 99,8 persen, yang mengonfirmasi penggunaan teknologi deepfake.
Peringatan dari Pakar Keamanan Digital
Wakil Sekretaris Eksekutif Center for Digital Society (CfDS) UGM, Iradat Wirid, meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam berinteraksi di media sosial. Pelaku seringkali mencatut sosok pejabat publik demi memanipulasi kepercayaan warganet dan mengumpulkan data sensitif.
Iradat menjelaskan bahwa data pribadi yang dikumpulkan pelaku merupakan langkah awal untuk melakukan tindak penipuan lanjutan. Masyarakat diimbau untuk tidak pernah membagikan data identitas diri kepada pihak yang tidak dikenal atau mencurigakan.
Verifikasi yang dilakukan Tempo menyimpulkan bahwa konten-konten yang menawarkan bantuan dari pejabat di media sosial adalah klaim keliru. Masyarakat diharapkan selalu melakukan konfirmasi melalui saluran resmi sebelum mengambil tindakan lebih lanjut.
