Yang Bikin Saham Bumi Resources (BUMI) Melejit: Analisis Katalis Positif
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menunjukkan performa impresif pada perdagangan Selasa, 21 Juli 2026. Harga saham emiten ini melonjak signifikan di tengah antusiasme investor yang memborong saham Grup Bakrie dan Salim tersebut.
Pada pukul 13.50 WIB, saham berkode BUMI tercatat berada di posisi Rp 169, mencatatkan penguatan sebesar 6,29%. Kinerja positif ini didukung oleh volume perdagangan yang masif, dengan 4,37 miliar saham diperdagangkan melalui 72.861 kali transaksi senilai Rp 723 miliar.
Data dari aplikasi Stockbit Sekuritas menunjukkan bahwa saham Bumi Resources menjadi incaran investor dengan catatan net buy sebesar Rp 157,9 miliar saat berita ini disusun. Tren kenaikan ini telah berlangsung sejak 16 Juli 2026, di mana saham BUMI secara konsisten bergerak di zona hijau dengan akumulasi kenaikan mencapai 13% dalam sepekan terakhir.
Mengapa Saham BUMI Melejit?
Banyak pelaku pasar bertanya mengenai apa yang bikin saham Bumi Resources (BUMI) melejit dalam beberapa hari terakhir. Jawaban utamanya terletak pada sentimen positif terkait akuisisi strategis perusahaan di sektor logam mulia yang memperkuat prospek jangka panjang perseroan.
Samuel Sekuritas dalam laporannya per 21 Juli 2026 tetap mempertahankan rekomendasi buy untuk saham Bumi Resources. Para analis menetapkan target harga di level Rp 300, yang didorong oleh potensi nilai tambah dari akuisisi tambang emas yang dilakukan perusahaan.
Transformasi Portofolio Melalui Wolfram Limited
Katalis utama yang menjadi sorotan adalah akuisisi 100% saham Wolfram Limited yang diumumkan pada November 2025. Perusahaan pertambangan emas dan tembaga yang berbasis di Australia ini memberikan diversifikasi portofolio yang krusial bagi Bumi Resources di luar sektor batu bara tradisional.
Berdasarkan data Samuel Sekuritas, Wolfram memiliki dua aset tambang utama dengan potensi besar. Aset Crush Creek memiliki cadangan sebesar 191 koz dan sumber daya 470 koz dengan kadar 2,3 g/t, sementara Mount Carlton memiliki cadangan 129 koz dan sumber daya 197 koz dengan kadar 1,4 g/t.
Transaksi akuisisi ini dinilai sangat efisien dengan valuasi EV/cadangan sebesar USD 133 per ounce. Angka ini mencerminkan diskon sebesar 64% dibandingkan dengan rata-rata tertimbang global untuk transaksi sejenis, yang menandakan langkah strategis yang menguntungkan bagi BUMI.
Reaktivasi Proyek Mt. Carlton dan Keberhasilan Operasional
Faktor lain yang mendorong kepercayaan pasar adalah kemajuan operasional Wolfram Limited yang tercatat lebih cepat dari jadwal semula. Pada 30 Juni 2026, Menteri Pertambangan Queensland, (The Hon.) Dale Last MP, meresmikan kembali pengoperasian proyek Mt. Carlton.
Proyek ini bukan hanya menjadi aset emas, perak, dan tembaga yang signifikan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi wilayah Townsville dan Queensland Utara. Operasional ini telah menciptakan sekitar 300 lapangan kerja baru di berbagai bidang, termasuk geologi, teknik, pengolahan, serta administrasi.
Produksi dan Prospek Pertambangan Bawah Tanah
Kehadiran Menteri Pertambangan Queensland dalam peresmian tersebut menjadi bukti pengakuan terhadap kontribusi Bumi Resources. Emiten ini kini dipandang sebagai kontributor penting bagi agenda pembangunan ekonomi dan sektor sumber daya alam di Queensland.
Manajemen BUMI juga melaporkan pencapaian penting dengan dimulainya kegiatan penambangan bawah tanah (underground mining) di area A39. Area ini memiliki potensi ore berkadar tinggi yang akan meningkatkan profil produksi Wolfram secara keseluruhan di masa mendatang.
Sejak April 2026, penambangan terbuka (open pit mining) di area V2 telah menjadi pendorong produksi utama di Mt. Carlton. Konsentrat yang dihasilkan dikirimkan kepada Glencore berdasarkan perjanjian offtake selama tujuh tahun, yang menjamin kepastian pendapatan bagi perusahaan.
Dengan average head grade sekitar 2 gram per ton (g/t) dan kapasitas pengolahan stabil sebesar 40.000–50.000 ton ore per bulan, V2 memberikan landasan produksi yang kuat. Hal ini menjadi katalis penting yang menopang kinerja operasi BUMI dalam jangka pendek hingga menengah.
