Resmi Dilantik, Fatayat NU Juwiring Fokus Perkuat Kaderisasi dan Ranting

Table of Contents
Usai Dilantik, Fatayat NU Juwiring Klaten Prioritaskan Penguatan Kader dan Pembentukan Ranting
Resmi Dilantik, Fatayat NU Juwiring Fokus Perkuat Kaderisasi dan Ranting

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, resmi melantik pengurus baru untuk masa khidmat 2025–2029 pada Selasa (30/6/2026). Pelantikan ini menjadi tonggak penting bagi organisasi perempuan muda nahdliyin tersebut untuk memperluas jangkauan dan memperkuat kualitas kader di tingkat akar rumput.

Prosesi sakral tersebut diselenggarakan di Gedung Islamic Center, Aula Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Juwiring, yang terletak di Jalan Juwiring–Tanjung KM 02, Desa Kenaiban. Acara berlangsung dengan khidmat bersamaan dengan kegiatan santunan anak yatim piatu dan dhuafa yang diinisiasi oleh MWCNU serta berbagai badan otonom (Banom) di wilayah Kecamatan Juwiring.

Sinergi dan Peran Strategis Fatayat NU

Kegiatan pelantikan ini dihadiri oleh berbagai elemen penting, mulai dari Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Juwiring hingga perwakilan Kantor Urusan Agama (KUA) Juwiring. Kehadiran jajaran Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Klaten, pengurus MWCNU, lembaga, Banom, pengurus ranting, serta warga nahdliyin setempat semakin memeriahkan prosesi pengukuhan tersebut.

Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Klaten, Siti Khotimah, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelantikan ini bukanlah akhir dari proses organisasi, melainkan titik awal untuk memperkuat pengabdian. Menurutnya, Fatayat NU merupakan rumah besar bagi pengkaderan perempuan muda nahdliyin yang memiliki peran strategis dalam dinamika keagamaan, sosial, dan kemasyarakatan di wilayah tersebut.

“Pelantikan ini bukan akhir, tetapi awal perjuangan panjang bagi seluruh pengurus yang baru saja dilantik. Fatayat harus menjadi wadah pengkaderan, pemberdayaan, serta peningkatan kualitas perempuan muda dalam bidang keagamaan, sosial, dan kemasyarakatan yang perlu dijalankan dengan kolaborasi bersama Banom dan jejaring organisasi lainnya,” ujar Siti Khotimah.

Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada jajaran PAC Fatayat NU Juwiring yang dinilai mampu menggerakkan organisasi secara aktif selama ini. Dengan jumlah ranting yang sudah cukup besar, Fatayat Juwiring dinilai telah menunjukkan dinamika organisasi yang sehat serta konsistensi dalam berpartisipasi di berbagai agenda PC Fatayat NU Kabupaten Klaten.

Tantangan dan Rencana Strategis 2025–2029

Sinergi dan Peran Strategis Fatayat NU

Di sisi lain, Ketua PAC Fatayat NU Juwiring, Siti Mafirotun, mengungkapkan data riil mengenai tantangan pengembangan organisasi di wilayahnya. Ia menyebutkan bahwa saat ini masih ada sembilan desa di wilayah Kecamatan Juwiring yang belum memiliki kepengurusan Fatayat NU dari total 19 desa yang ada.

Sembilan desa yang belum terbentuk kepengurusannya tersebut meliputi Desa Tlogorandu, Taji, Tanjung, Serenan, Mrisen, Juwiring, Ketitang, Kwarasan, dan Bolopleret. Kondisi ini menjadi catatan utama bagi pengurus masa khidmat 2025–2029 untuk segera melakukan langkah-langkah konkret dalam pemerataan organisasi di tingkat desa.

Siti Mafirotun menuturkan bahwa fokus utama program kerja ke depan akan diarahkan pada pemberdayaan kader melalui penggalian potensi, bakat, dan minat anggota. Salah satu inovasi konkret yang akan dilakukan adalah penyusunan buku pintar kader yang memuat materi ke-NU-an serta berbagai kebutuhan teknis kegiatan organisasi.

“Keberadaan Fatayat NU Juwiring berupaya menggali potensi dan memberdayakan kader melalui pengadaan buku pintar yang berisi bacaan maulid, doa-doa, teks MC, lagu Indonesia Raya, Mars NU, Mars Fatayat, Mars Banser, hingga mars Pagar Nusa. Buku ini diharapkan menjadi panduan praktis bagi anggota dalam setiap kegiatan keagamaan dan organisasi,” jelasnya.

Prioritas Pengembangan Ranting di Desa Taji

Wakil Ketua PAC Fatayat NU Juwiring, Nurul Fitriyani, menambahkan bahwa pengembangan ranting menjadi agenda krusial pada masa kepengurusan baru ini. Sebagai langkah awal yang taktis, pihaknya akan memprioritaskan pembentukan ranting di Desa Taji, yang hingga saat ini belum memiliki kepengurusan Fatayat NU.

“Di antara sembilan desa yang belum terbentuk kepengurusan Fatayat NU, langkah awal kami akan berkonsentrasi pada pengembangan di Desa Taji sebagai prioritas utama. Kami akan menggandeng ibu-ibu Muslimat Ranting Taji untuk memetakan warga yang berafiliasi dengan NU agar proses pembentukan ranting berjalan efektif,” tambah Nurul Fitriyani.

Strategi kolaboratif ini diharapkan tidak hanya mempercepat pembentukan ranting, tetapi juga memperkuat silaturahmi antar-generasi perempuan NU di Juwiring. Dengan langkah-langkah yang terukur, Fatayat NU Juwiring optimis dapat mewujudkan organisasi yang lebih inklusif, berdaya, dan bermanfaat bagi masyarakat luas di Kabupaten Klaten.

Baca Juga

Loading...