Puncak Haul ke-104 Mbah KH Abdurrahman dan HUT ke-94 YAPIM Pati Meriah

Table of Contents
Dihadiri Komeng hingga Ustadz Subki, Puncak Haul ke-104 Mbah KH Abdurrahman dan HUT ke-94 YAPIM Pati Berlangsung Meriah
Puncak Haul ke-104 Mbah KH Abdurrahman dan HUT ke-94 YAPIM Pati Meriah

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Puncak peringatan Haul ke-104 Simbah KH Abdurrahman bin Yahya dan HUT ke-94 Yayasan Pendidikan Islam Manahijul Huda (YAPIM) berlangsung penuh khidmat di Kabupaten Pati. Ribuan jamaah memadati kompleks Masjid Baiturrahman, Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, pada Rabu malam, 1 Juli 2026.

Acara ini menarik perhatian publik karena dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, mulai dari kalangan ulama, pejabat publik, hingga selebritas ternama. Kehadiran para tokoh ini memberikan warna tersendiri dalam kemeriahan perayaan yang penuh dengan nuansa keberkahan tersebut.

Ketua Panitia Haul, Ahmad Habib, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kelancaran acara yang berhasil mempertemukan ribuan umat dari berbagai daerah. Menurutnya, momentum ini sangat krusial untuk mendoakan serta meneladani perjuangan para guru dan leluhur terdahulu.

"Sebab kita mengikuti haul ini, supaya kita mendapat berkah dari para masyayikh, termasuk para masyayikh Yapim yang telah membimbing Manahijul Huda," ungkap Ahmad Habib. Harapannya, peringatan ini dapat semakin menebalkan keimanan dan ketakwaan seluruh masyarakat yang hadir.

Momen malam puncak terasa lebih emosional dengan kehadiran dzuriyah Simbah KH Abdurrahman, yakni H Adib Fuad (Gus Adib), yang kini mengemban amanah sebagai Anggota DPD RI Dapil Papua Selatan. Gus Adib hadir didampingi istrinya, Fauzun Nihayah, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati Merauke.

Dalam sambutannya, Gus Adib bernostalgia mengenang masa kecilnya yang dihabiskan di Desa Ngagel hingga menyelesaikan pendidikan di Madrasah Tsanawiyah (MTs). Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan ke Perguruan Islam Mathali'ul Falah (PIM) Kajen sebelum akhirnya menempuh pendidikan tinggi dan berkarier di tanah Papua.

Sebagai perwakilan keluarga besar, Gus Adib menyampaikan apresiasi yang tak terhingga kepada ribuan jamaah yang telah meluangkan waktu untuk hadir. Ia mendoakan agar seluruh jamaah senantiasa mendapatkan keberuntungan serta keberkahan dari Allah Subhanahu Wata'ala di dunia dan akhirat.

Sejarah Masjid Baiturrahman dan Yayasan Manahijul Huda

Suasana semakin syahdu saat memasuki acara inti dengan lantunan shalawat yang dipimpin langsung oleh Habib Ali Zainal Abidin Assegaf dari Jepara. Ribuan jamaah terlihat khusyuk dan larut dalam lantunan shalawat yang memecah keheningan malam di Desa Ngagel tersebut.

Acara malam itu semakin berwarna dan hangat berkat kehadiran komedian sekaligus Anggota DPD RI Dapil Jawa Barat, Alfiansyah Bustami (Komeng). Ia hadir bersama Rizki Maulana (Kimau Gerbang) yang turut menghibur sekaligus menyemarakkan panggung acara.

Sebagai pemungkas acara, Ustadz Subki Al-Bughury hadir menyampaikan tausiyah menyejukkan yang menggugah hati para jamaah. Seluruh rangkaian puncak haul ini akhirnya ditutup dengan doa bersama demi keselamatan bangsa dan keberkahan bagi seluruh umat.

Sejarah Masjid Baiturrahman dan Yayasan Manahijul Huda

Sosok KH Abdurrahman Yahya, atau akrab disapa Mbah Drahman, dikenal sebagai ulama karismatik yang menjadi panutan utama bagi warga setempat. Beliau meninggalkan warisan bersejarah berupa Masjid Baiturrahman yang didirikan sejak tahun 1903 dan masih berdiri kokoh hingga hari ini.

Setelah Mbah Drahman wafat pada tahun 1922, perjuangan dakwah beliau dilanjutkan oleh putra-putrinya yang juga tumbuh menjadi pemuka agama. Beliau berhasil meninggalkan fondasi keilmuan yang kuat dan membekas bagi masyarakat di Desa Ngagel.

Sepuluh tahun setelah wafatnya Mbah Drahman, tepatnya pada tahun 1932, para putra beliau melanjutkan perjuangan tersebut dengan mendirikan Madrasah Manahijul Huda. Madrasah ini kemudian berkembang pesat menjadi Yayasan Pendidikan Islam Manahijul Huda (YAPIM) yang eksis hingga kini.

Reputasi keilmuan Mbah Drahman pada masanya sukses menjadikan Desa Ngagel sebagai salah satu pusat pendidikan Islam di kawasan Pati Utara. Keberadaannya kala itu berhasil menarik minat banyak santri dari berbagai daerah untuk menimba ilmu agama secara mendalam.

Baca Juga

Loading...