PMII Untag Semarang Gelar PKD: Perkuat Integritas dan Semangat Juang Kader

Table of Contents
PMII Untag Semarang Gelar PKD, Perkuat Integritas dan Semangat Juang Kader
PMII Untag Semarang Gelar PKD: Perkuat Integritas dan Semangat Juang Kader

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang sukses menyelenggarakan Pelatihan Kader Dasar (PKD). Acara tersebut berlangsung di lingkungan Universitas Ivet Semarang, Jalan Pawiyatan Luhur, Bendan Duwur, Kota Semarang, pada Jumat hingga Ahad (26–28/6/2026).

Kegiatan ini mengusung tema sentral yaitu "Membangun Kader Nasionalis Religius yang Kritis dan Progresif dalam Bingkai Pergerakan". Tema tersebut menjadi landasan utama bagi 16 peserta yang hadir dan berpartisipasi aktif selama pelatihan berlangsung.

Partisipasi Lintas Kampus dan Penguatan Gerakan Mahasiswa

Peserta pelatihan datang dari latar belakang kampus yang beragam, mencakup Komisariat PMII Untag Semarang, Unimus, Unwahas, Universitas Ivet, dan UIN Walisongo Semarang. Kehadiran delegasi dari berbagai universitas ini memperkaya ruang diskusi dan kolaborasi antar-kader dalam bingkai organisasi.

Ketua PMII Komisariat Untag Semarang, Dewi Retno Asih, menjelaskan bahwa PKD adalah bagian krusial dari proses kaderisasi yang dilakukan secara sistematis. Tujuannya adalah membentuk kader yang memiliki komitmen mendalam terhadap nilai-nilai dasar pergerakan, baik dalam aspek keislaman, sosial, maupun intelektual.

Menurut Dewi, PMII sebagai organisasi yang berbasis nilai Ahlusunnah wal Jama’ah (Aswaja) memiliki tanggung jawab moral yang besar. Kader tidak hanya dituntut cerdas secara intelektual, tetapi juga harus kokoh dalam prinsip keislaman serta memiliki kepekaan sosial yang tinggi.

Di tengah kompleksitas perubahan sosial saat ini, mahasiswa tidak boleh sekadar menjadi agen perubahan di atas kertas. Mereka harus mampu menghadirkan gerakan nyata yang berpihak pada nilai-nilai keadilan bagi masyarakat luas.

Revitalisasi Kaderisasi di Era Modern

Partisipasi Lintas Kampus dan Penguatan Gerakan Mahasiswa

Dewi menegaskan bahwa tantangan zaman mengharuskan PMII terus melakukan evaluasi dan penyegaran pola kaderisasi secara berkala. Revitalisasi ini penting agar proses kaderisasi tidak hanya bersifat formalitas, melainkan mampu menumbuhkan karakter, militansi, dan kesadaran kritis.

Salah satu sesi materi dalam PKD disampaikan oleh Nor Widya Karim mengenai Pancasila dan Sistem Ketatanegaraan Indonesia. Ia menekankan bahwa pemahaman terhadap konstitusi sangat penting sebagai fondasi integritas dan akuntabilitas bagi setiap kader PMII.

Kader diharapkan menjadi generasi mahasiswa unggul yang mampu berkontribusi lewat gagasan berbasis nilai-nilai Pancasila. Pancasila dianggap sebagai kompas moral, sementara sistem ketatanegaraan berfungsi sebagai peta perjalanan dalam berbangsa dan bernegara.

Implementasi Nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja)

Peserta juga menerima materi mendalam tentang keaswajaan sebagai manhaj berpikir yang mendorong lahirnya perubahan sosial. Theologis Aswaja yang menekankan pada sikap Tawasuth dan Tasamuh menjadi instrumen penting untuk bersikap moderat tanpa terjebak dalam ekstremisme.

Penjelasan mengenai konsep Tawazun dan Ta’adul juga menjadi sorotan utama dalam materi tersebut. Konsep ini mengajarkan pentingnya menyeimbangkan relasi antara Tuhan, manusia, dan lingkungan, serta bersikap adil dalam memperjuangkan hak-hak sipil kaum tertindas (mustadhaifin).

Melalui PKD ini, PMII Komisariat Untag Semarang berharap lahir kader-kader yang memiliki integritas dan wawasan luas. Semangat juang tinggi ini diharapkan mampu menjaga marwah organisasi sekaligus menjadi pelopor perubahan yang membawa kemaslahatan bagi umat dan bangsa.

Pelatihan ini secara strategis menjadi ruang penguatan kapasitas kader dalam aspek keilmuan, spiritualitas, serta kepedulian sosial. Diharapkan langkah ini dapat mengokohkan peran mahasiswa dalam mengawal nilai-nilai kebangsaan di era modern yang penuh tantangan.

Baca Juga

Loading...