Pelatihan BPDP Perkuat Kapasitas Pekebun Sawit di Kalbar untuk Masa Depan

Table of Contents
Pelatihan BPDP perkuat kapasitas pekebun Sawit di Kalbar - ANTARA News Kalimantan Barat
Pelatihan BPDP Perkuat Kapasitas Pekebun Sawit di Kalbar untuk Masa Depan

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bekerja sama dengan Mutu Institute baru saja menyelenggarakan pelatihan intensif bagi para pelaku industri perkebunan di Kalimantan Barat. Program ini memberikan bimbingan teknis budi daya kepada 150 pekebun kelapa sawit swadaya yang beroperasi di Kabupaten Bengkayang.

Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan ini berlangsung selama enam hari. Pelatihan tersebut dilaksanakan mulai tanggal 20 hingga 25 Juli 2026, sebagaimana disampaikan oleh Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat, Ignatius, di Pontianak, Selasa.

Transformasi Kompetensi Pekebun Sawit

Ignatius menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci utama untuk mendorong produktivitas sektor kelapa sawit. Selain itu, upaya ini sangat krusial dalam menjaga keberlanjutan sektor kelapa sawit di daerah tersebut.

Kelapa sawit memiliki kontribusi yang sangat signifikan bagi pembangunan ekonomi di Kalimantan Barat. Komoditas ini berperan besar dalam membuka lapangan kerja, menggerakkan perekonomian daerah, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat perkebunan secara luas.

Menurut Ignatius, kemajuan industri kelapa sawit harus diimbangi dengan peningkatan kemampuan pekebun dalam mengelola lahan mereka. Pekebun dituntut untuk mengelola kebun secara tertib, produktif, ramah lingkungan, dan senantiasa menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan yang ketat.

Direktur PT Forestcitra Sejahtera (Mutu Institute), Wahyu Riyadi, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang khusus berdasarkan kebutuhan nyata para pekebun di lapangan. Pendekatan ini bertujuan agar pengetahuan yang diperoleh dapat langsung diterapkan untuk memperbaiki tata kelola kebun milik petani.

Materi Strategis dan Praktik Berkelanjutan

Transformasi Kompetensi Pekebun Sawit

Pelatihan ini diharapkan menjadi titik awal bagi lahirnya generasi pekebun sawit yang semakin profesional, produktif, dan mandiri. Para peserta diharapkan mampu menjadi contoh atau percontohan bagi daerah lainnya dalam mengelola perkebunan sawit yang efektif.

Materi yang disampaikan dalam pelatihan tersebut mencakup spektrum luas mengenai aspek teknis perkebunan modern. Peserta mendapatkan pelatihan mulai dari pemilihan bibit unggul, teknik pembibitan, pemeliharaan tanaman, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tanaman, hingga penerapan budi daya yang berkelanjutan.

Wahyu Riyadi menyoroti bahwa kebutuhan dunia terhadap komoditas kelapa sawit masih sangat terbuka lebar dan terus meningkat. Komoditas ini memiliki peran sentral dalam berbagai sektor industri, mulai dari pangan, energi, kosmetik, farmasi, hingga berbagai produk industri turunannya.

Menjawab Tantangan Industri Minyak Sawit Global

Kondisi pasar global tersebut menjadi peluang emas bagi pekebun Indonesia untuk meningkatkan standar kualitas budi daya mereka. Dengan praktik yang benar, petani dapat menghasilkan tanaman yang sehat dan produktif, sekaligus memiliki nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi.

Dalam kesempatan tersebut, Wahyu menekankan sebuah filosofi penting bahwa petani terbaik bukanlah mereka yang paling lama berkebun. Sebaliknya, petani terbaik adalah mereka yang memiliki semangat tinggi untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan perkebunan kelapa sawit tidak semata-mata ditentukan oleh luas lahan yang dimiliki oleh petani. Kualitas pengelolaan kebun, yang didasarkan pada pengetahuan mendalam dan penerapan teknik budi daya yang tepat, justru menjadi penentu utama kesuksesan.

Melalui pelatihan ini, para pekebun diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh secara bertahap dan konsisten di lahan mereka masing-masing. Langkah nyata ini meliputi penggunaan bibit unggul, pemupukan terukur, pengendalian hama secara bijak, serta pengelolaan kebun yang produktif dan ramah lingkungan.

Baca Juga

Loading...