PAC IPNU-IPPNU Andong Gelar Lakmud Perdana, Cetak Kader Penggerak di Era Digital

Table of Contents
PAC IPNU-IPPNU Andong Gelar Lakmud Perdana, Cetak Kader Penggerak di Era Digital
PAC IPNU-IPPNU Andong Gelar Lakmud Perdana, Cetak Kader Penggerak di Era Digital

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, baru saja mencatatkan tonggak sejarah penting dengan menyelenggarakan Latihan Kader Muda (Lakmud) perdana di tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC). Kegiatan strategis ini berlangsung selama tiga hari dua malam, mulai dari hari Jumat hingga Ahad (26-28/6/2026), bertempat di MA Al-Azhar Andong.

Lakmud merupakan jenjang kaderisasi menengah dalam sistem organisasi IPNU-IPPNU yang dirancang khusus untuk membentuk kader berkarakter kuat dan militan. Melalui pelatihan intensif ini, para peserta dipersiapkan secara matang menjadi kader penggerak yang mampu mengimplementasikan nilai-nilai organisasi di tengah arus perubahan zaman yang serba cepat.

Urgensi Latihan Kader Muda (Lakmud) Bagi Organisasi

Ketua PC IPNU Kabupaten Boyolali, Landung Azbarkati, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif luar biasa yang ditunjukkan oleh PAC IPNU-IPPNU Andong ini. Beliau menekankan pentingnya langkah berani ini sebagai upaya konkret dalam menaikkan standar kualitas kaderisasi di wilayah Kabupaten Boyolali.

"Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada PAC IPNU-IPPNU Andong yang berhasil melaksanakan LAKMUD pertama di tingkat PAC, semoga ini menjadi langkah awal untuk menaikkan standarisasi kaderisasi," ujar Landung Azbarkati saat menanggapi kesuksesan kegiatan tersebut. Beliau juga menambahkan harapannya agar ke depan, model pelatihan seperti LAKMUD dapat diselenggarakan secara maksimal dan merata di seluruh tingkat PAC lainnya.

Standarisasi Kaderisasi dan Pesan Pengabdian

Dalam pesannya kepada para kader muda, Landung Azbarkati menekankan pentingnya mengaktualisasikan hasil pelatihan dalam pengabdian di organisasi masing-masing. "Teman-teman kader muda, di sini kalian telah berproses dan ditempa selama tiga hari dua malam melalui 13 materi yang disusun sesuai pedoman dan kebutuhan organisasi," tuturnya dengan penuh semangat.

Beliau berharap setelah mengikuti pelatihan, para peserta mampu menjadi penggerak sejati bagi roda organisasi IPNU dan IPPNU di lingkungannya. Harapan ini selaras dengan tujuan utama pembentukan kader yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga aktif dalam menggerakkan organisasi.

Proses Seleksi dan Profil Peserta

Kesuksesan acara ini tidak lepas dari proses rekrutmen dan seleksi ketat yang dikawal langsung oleh tim instruktur dari PC IPNU-IPPNU Kabupaten Boyolali. Seleksi dimulai dari tahap persiapan, rekrutmen, screening administratif, hingga akhirnya menetapkan peserta yang berhak mengikuti rangkaian kegiatan pelatihan.

Urgensi Latihan Kader Muda (Lakmud) Bagi Organisasi

Sebanyak 15 peserta dinyatakan lolos seleksi dan berhak mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Lakmud perdana tersebut dengan antusiasme tinggi. Para peserta ini datang dari berbagai wilayah, meliputi Kecamatan Andong, Klego, Musuk, Nogosari, Sawit, hingga terdapat satu peserta yang berasal dari Kabupaten Brebes.

Sebelum dinyatakan lolos, calon peserta harus melewati lima pos penilaian krusial yang menguji kompetensi dasar kader secara mendalam. Lima pos tersebut meliputi materi Keaswajaan dan Ke-NU-an, Wawasan Kebangsaan, Kepemimpinan Organisasi, Ke-IPNU-an dan Ke-IPPNU-an, serta Analisis Sosial.

Kurikulum Pelatihan Berbasis Digitalisasi

Mengusung tema "Merangkai Sinergi Menuju Era Digitalisasi", kegiatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi kader dalam menghadapi tantangan teknologi modern saat ini. Fokus utama pelatihan adalah memperkuat adaptasi digital tanpa sedikit pun meninggalkan nilai-nilai dasar dan ideologis organisasi yang sudah mapan.

Wakil Ketua Bidang Kaderisasi menjelaskan bahwa target capaian Lakmud sangat berbeda dengan jenjang Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) yang selama ini dikenal. Jika Makesta berfokus pada pembentukan identitas kader, Lakmud diarahkan secara spesifik untuk melahirkan kader penggerak yang tangguh dan adaptif dalam berorganisasi.

Output dari pelatihan ini adalah terciptanya kader yang memiliki kapasitas ideologis sekaligus kemampuan teknis yang mumpuni dalam menjalankan roda organisasi. Dampak yang diharapkan mencakup peningkatan kemampuan dalam kepemimpinan, teknik persidangan, manajemen organisasi, networking, lobbying, hingga penguatan ideologi untuk berkhidmah.

Landasan Filosofis: Pesan Kiai Tolchah dan Pengabdian

Konsep pengembangan diri atau upscaling menjadi perhatian utama dalam pelatihan untuk mendorong kader terus meningkatkan kapasitas diri di tengah masyarakat. Hal ini dilakukan melalui penekanan pada kedisiplinan administrasi, kepemimpinan, kemampuan berpikir strategis, serta menghasilkan karya nyata yang bermanfaat.

Semangat pengabdian ini sejalan dengan pidato bersejarah pendiri IPNU, Kiai Tolchah, pada Muktamar IPNU IV di Yogyakarta, 11 Februari 1961. Beliau menekankan bahwa kemajuan organisasi bukanlah tujuan utama, melainkan sumbangsih organisasi kepada masyarakat dalam segala bidang yang menjadi cita-cita tertinggi.

"Bukanlah kedjajaan dan keagungan organisasi itu jang menjadi tjita-tjita utama, tapi bagaimana organisasi itu bisa memberikan sumbangan kepada masjarakat dalam segala bidangnja," kutip panitia merujuk pada pemikiran pendiri IPNU tersebut. Pemikiran ini menjadi landasan filosofis agar kader IPNU-IPPNU tetap dekat dengan masyarakat dan tidak menjadi kasta elite.

Melalui Lakmud ini, diharapkan kader tidak hanya memiliki kemampuan manajerial yang baik, tetapi juga mampu mengabdikan ilmunya secara nyata bagi lingkungan. Ke depan, para kader penggerak ini diharapkan mampu membawa kemaslahatan serta menjadi agen perubahan yang positif bagi masyarakat luas.

Baca Juga

Loading...