Kode Keras Saham BBRI: JP Morgan Beri Sinyal Positif Pasar

Table of Contents
Kode Keras Saham BBRI
Kode Keras Saham BBRI: JP Morgan Beri Sinyal Positif Pasar

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Jakarta, investor.id – Peningkatan rekomendasi JP Morgan terhadap saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI menjadi katalis positif bagi pasar modal Indonesia. Langkah ini menandakan bangkitnya keyakinan investor institusi global bahwa valuasi saham lokal kini semakin menarik setelah mengalami koreksi yang cukup dalam.

JP Morgan resmi meng-upgrade saham BBRI menjadi overweight dengan target harga yang dipatok pada level Rp 3.400 per lembar. Keputusan ini diambil setelah mereka melihat adanya perbaikan signifikan dalam fundamental kinerja perseroan yang sebelumnya sempat tertekan.

Sinyal ini turut tercermin dari arus dana investor asing di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mulai menunjukkan perubahan arah yang signifikan. Setelah berbulan-bulan melakukan aksi jual masif, investor asing akhirnya mencatatkan transaksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 725 miliar pada Jumat (17/7/2026).

Tren positif tersebut berlanjut pada perdagangan Senin (20/7/2026), di mana investor asing kembali melakukan net buy sebesar Rp 156 miliar. Meski demikian, secara kumulatif sepanjang tahun 2026, investor asing masih mencatatkan total jual bersih (net sell) mencapai Rp 90 triliun.

Analisis Ahli Terkait Tren Asing

Menanggapi fenomena tersebut, Founder Republik Investor, Hendra Wardana, memberikan pandangannya dalam keterangan resmi pada Selasa (21/7/2026). Ia menekankan bahwa pembelian bersih selama dua hari memang belum cukup kuat untuk mengonfirmasi pembalikan tren pasar secara utuh.

Analisis Ahli Terkait Tren Asing

Namun, kondisi ini sangat layak mendapat perhatian investor karena kerap menjadi indikator awal perubahan siklus arus dana asing. Menurut Hendra, perubahan tren biasanya diawali oleh akumulasi bertahap sebelum akhirnya berkembang menjadi pembelian dalam skala yang lebih besar.

Mengapa JP Morgan Optimis pada BBRI?

Optimisme JP Morgan terhadap BBRI didasari oleh kekuatan inti bisnis perseroan di sektor kredit mikro yang memiliki potensi profitabilitas tinggi. Sebelumnya, BBRI sempat mengalami tantangan berupa pemburukan aset yang sempat menghambat kinerja keuangan mereka.

Situasi tersebut kini perlahan mulai teratasi seiring dengan perbaikan internal yang dilakukan perusahaan secara sistematis. JP Morgan mencatat bahwa banyaknya program pemerintah yang menyasar masyarakat lapisan bawah menjadi pendorong utama bagi pemulihan kinerja bank tersebut.

Valuasi dan Proyeksi Masa Depan

Target harga Rp 3.400 tersebut ditetapkan berdasarkan kalkulasi PBV wajar di level 1,2 kali dengan ROE 17,4%. JP Morgan juga mempertimbangkan faktor ekonomi makro seperti risk free rate sebesar 7%, biaya modal 15,4%, dan terminal growth rate 7%.

Dengan valuasi yang dianggap masih murah, JP Morgan memprediksi konsensus pasar akan segera merevisi proyeksi kinerja keuangan BBRI. Kenaikan ini diproyeksikan akan menjadi katalisator kuat yang mendorong reli harga saham BBRI di masa mendatang.

Baca Juga

Loading...