IHSG Ditutup Melemah Usai BI Tahan Suku Bunga, Saham AMMN hingga UNTR Lesu

Table of Contents
IHSG Ditutup Melemah usai BI Tahan Suku Bunga, Saham AMMN hingga UNTR Lesu
IHSG Ditutup Melemah Usai BI Tahan Suku Bunga, Saham AMMN hingga UNTR Lesu

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan hari Rabu (22/7/2026) dengan hasil yang kurang memuaskan. Pasar ditutup melemah sebesar 0,09% ke posisi 6.334,48 setelah seharian berada di bawah tekanan sentimen domestik.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), aktivitas perdagangan mencatatkan dinamika yang cukup beragam dari ratusan konstituen saham. Sebanyak 281 saham berhasil menguat, namun dominasi penjualan terlihat dari 367 saham yang melemah dan 317 saham yang bergerak stagnan.

Tekanan pada Saham LQ45

Pelemahan indeks hari ini banyak disumbang oleh saham-saham berkapitalisasi besar atau jajaran LQ45 yang mengalami tekanan jual cukup signifikan. PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) tercatat turun 3,26% ke level Rp4.150, diikuti oleh PT United Tractors Tbk. (UNTR) yang melemah 2,11% ke posisi Rp25.550.

Selain kedua saham tersebut, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) juga tidak luput dari tekanan dengan koreksi sebesar 2,04% ke harga Rp720. Pelemahan serupa dialami saham lainnya seperti PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) turun 2,01% ke Rp730, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) turun 1,82% ke Rp540, serta PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang turun 1,82% ke level Rp2.700.

Pergerakan Saham di Tengah Pasar

Di sisi lain, beberapa saham mampu melawan arus dan mencatatkan penguatan harga di tengah sentimen pasar yang cenderung konsolidatif. PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) berhasil memimpin dengan kenaikan 3,86% ke Rp2.020, disusul oleh PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) yang naik 3,53% ke Rp1.320.

Tekanan pada Saham LQ45

Penguatan juga dialami oleh PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) yang menguat 2,56% ke Rp3.210. Saham lainnya seperti PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) naik 2,06% ke Rp1.485, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) naik 1,98% ke Rp1.030, dan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) naik 1,96% ke Rp3.120.

Analisis Kebijakan Moneter dan Proyeksi Pasar

Pelemahan IHSG hari ini bertepatan dengan keputusan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75%. Keputusan ini menjadi sorotan utama pelaku pasar yang sebelumnya berekspektasi adanya perubahan kebijakan moneter di tengah situasi global.

Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menilai bahwa pasar hari ini memang sangat mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia. Sebelumnya, konsensus pasar memperkirakan adanya kenaikan lanjutan BI Rate sebesar 25 bps, ditambah dengan perhatian investor terhadap perkembangan konflik Iran dan AS.

"Secara teknikal, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan dengan support 6.220–6.250 dan resistance 6.360–6.400," ujar Reza dalam riset hariannya, Rabu (22/7/2026). Momentum bullish dinilai masih terjaga, namun setelah reli kuat dalam beberapa hari terakhir, potensi profit taking jangka pendek tetap perlu diwaspadai oleh investor.

Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, memprediksi jika suku bunga kembali mengalami kenaikan, maka IHSG berisiko tertekan ke level 6.000—6.100. Sebaliknya, jika BI menahan suku bunga dan memberikan sinyal dovish ke pasar, IHSG memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan ke level 6.400—6.500.

"Jika naik lagi, tekanan balik ke 6.000—6.100, sementara kebijakan higher for longer hingga akhir tahun membuat upside terbatas," tegas Wafi saat dihubungi, Selasa (21/7/2026). Ia menekankan bahwa penentu terbesar arah pasar ke depan tetap pada kebijakan MSCI November, bukan sekadar level BI Rate saat ini.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca, dan Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

Baca Juga

Loading...