Gol Indah Mbappé Bawa Prancis ke Semifinal Piala Dunia 2026
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Langkah tim nasional Prancis menuju babak semifinal turnamen sepak bola bergengsi Piala Dunia 2026 akhirnya dipastikan setelah mereka berhasil mematahkan perlawanan sengit Maroko lewat kemenangan dua gol tanpa balas. Bintang utama Les Bleus, Kylian Mbappé, tampil luar biasa sebagai pahlawan kemenangan dengan mencetak satu gol spektakuler serta merancang gol kedua yang diselesaikan oleh rekannya, Ousmane Dembélé.
Pertandingan babak perempat final ini menyajikan intensitas tinggi sejak menit awal karena tim Singa Atlas bertekad membalas kekalahan menyakitkan mereka di babak semifinal Qatar empat tahun lalu. Dengan hasil luar biasa ini, armada asuhan Didier Deschamps kini bersiap terbang ke Dallas untuk menghadapi pemenang laga krusial antara Spanyol melawan Belgia.
Dominasi Babak Pertama dan Drama Penalti Mbappé
Sejak peluit pertama ditiup oleh wasit, Prancis langsung menerapkan skema tekanan tinggi yang memaksa lini pertahanan Maroko mundur jauh ke area pertahanan mereka sendiri. Keunggulan kualitas menyerang yang luar biasa dari lini depan Les Bleus membuat barisan belakang lawan kesulitan untuk sekadar menguasai bola dengan tenang.
Peluang emas pertama bagi Prancis akhirnya datang ketika pergerakan cepat Desiré Doué berhasil merebut penguasaan bola dari kaki Achraf Hakimi sebelum meneruskannya kepada Michael Olise. Olise kemudian melepaskan umpan terobosan matang kepada Kylian Mbappé yang langsung dijatuhkan oleh bek kiri Maroko, Noussair Mazraoui, di dalam kotak terlarang.
Namun, eksekusi penalti tersebut sempat tertunda cukup lama karena wasit harus melakukan proses peninjauan video asisten wasit (VAR) serta menunggu kiper Yassine Bounou kembali bersiap di garis gawangnya. Jeda waktu yang tidak biasa selama tiga menit sepuluh detik itu diduga merusak konsentrasi serta ketenangan Mbappé saat akan mengeksekusi penalti tersebut.
Tembakan penalti mendatar yang dilepaskan oleh penyerang andalan Real Madrid itu mengarah lemah ke sisi kiri gawang dan berhasil ditepis dengan mudah oleh Bounou. Penyelamatan gemilang ini menjadi catatan sejarah tersendiri bagi Bounou karena merupakan penalti pertama yang berhasil ia gagalkan untuk negaranya di luar babak adu penalti.
Tekanan Bertubi-tubi Les Bleus Sebelum Jeda
Kegagalan penalti tersebut rupanya tidak menyurutkan semangat juang anak-anak asuh Didier Deschamps untuk terus menggempur pertahanan lawan secara spartan sepanjang sisa babak pertama. Penjaga gawang Yassine Bounou kembali dipaksa bekerja keras untuk menghalau sundulan jarak dekat Dayot Upamecano serta tembakan mendatar dari penyerang muda Desiré Doué.
Ketidakberuntungan Prancis di babak pertama semakin lengkap ketika sepakan keras yang dilepaskan oleh bek kiri Lucas Digne membentur mistar gawang Maroko secara telak. Hingga menjelang akhir babak pertama, Prancis tercatat mendominasi permainan dengan menciptakan tiga belas peluang emas berbanding terbalik dengan efektivitas serangan balik tim lawan.
Skuad Singa Atlas baru bisa mendapatkan peluang perdana mereka melalui eksekusi tembakan bebas jarak jauh yang melenceng lebar di menit akhir tambahan waktu babak pertama. Skor kacamata yang bertahan hingga turun minum menjadi bukti betapa kokohnya organisasi pertahanan Maroko meskipun terus digempur tanpa henti oleh penyerang Prancis.
Magis Kylian Mbappé Memecah Kebuntuan
Memasuki paruh kedua pertandingan, tempo permainan Prancis sempat dinilai sedikit menurun dan tidak seirama dengan penampilan apik mereka pada fase grup sebelumnya. Namun, kepemimpinan taktis Didier Deschamps selama empat belas tahun terakhir terbukti mampu membuat timnya tetap tampil tenang menghadapi situasi yang penuh tekanan.
Setelah sempat menyia-nyiakan satu peluang emas di awal babak kedua, Kylian Mbappé akhirnya berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-60 melalui sebuah proses gol yang sangat indah. Memanfaatkan bola muntah dari sapuan pemain belakang lawan yang disundul oleh Lucas Digne, Mbappé langsung mengontrol bola di dalam kotak penalti yang sangat padat.
Meski ruang tembaknya ditutup rapat oleh bek kawakan Issa Diop, Mbappé secara cerdik menggunakan tubuh bek tersebut sebagai tameng untuk mengelabui pandangan penjaga gawang lawan. Bola hasil tendangan melengkungnya meluncur deras dengan kecepatan mencapai 98 kilometer per jam sebelum bersarang telak di pojok kanan gawang Maroko.
Strategi Maroko dan Gol Pengunci Kemenangan
Pelatih Maroko sebenarnya telah mencoba melakukan perubahan taktik dengan memasukkan pemain muda Sunderland, Chemsdine Talbi, untuk menggantikan Ismael Saibari yang mengalami cedera cukup serius. Talbi diplot bersama Bilal El Khannouss untuk mengeksploitasi sisi kanan pertahanan Prancis, namun ia justru lebih banyak disibukkan oleh pergerakan aktif Jules Koundé.
Setelah gol pembuka dari Mbappé tercipta, taktik bertahan total yang diusung oleh tim lawan untuk memaksakan babak adu penalti seketika menjadi berantakan. Prancis tidak membutuhkan waktu lama untuk menggandakan keunggulan mereka dan mengunci tiket semifinal melalui skema serangan balik cepat yang sangat terorganisasi.
Ousmane Dembélé mencatatkan namanya di papan skor setelah melepaskan tembakan melengkung tajam ke arah sudut bawah gawang yang kembali terhalang oleh posisi Noussair Mazraoui. Meskipun penjaga gawang Yassine Bounou sempat menyentuh bola dengan ujung jarinya, bola tetap mengalir deras merobek jala gawang Maroko untuk kedua kalinya.
Keberhasilan mempertahankan keunggulan dua gol ini membuat Deschamps memutuskan untuk menarik keluar beberapa pemain kunci, termasuk Mbappé pada menit ke-77 demi menjaga kebugaran fisik mereka. Dengan performa klinis dan kedalaman skuad yang luar biasa ini, Prancis kini menatap peluang besar untuk merengkuh gelar juara dunia ketiga mereka.
