Globalizing KOPRI: SKKN IV 2026 Cetak Pemimpin Perempuan sebagai Katalis Ketahanan Pangan dan Transformasi Global
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Pengurus Besar Korps PMII Puteri (KOPRI PB) telah resmi menyelenggarakan Sekolah Kader KOPRI Nasional (SKKN) IV Tahun 2026 yang berlangsung di BPSDMD Provinsi Jawa Tengah, Semarang. Agenda strategis ini dilaksanakan selama lima hari, tepatnya pada 26 hingga 30 Juni 2026, dengan fokus utama pada penguatan kapasitas kader perempuan PMII.
Mengusung tema besar "Globalizing KOPRI: Women as Catalysts for Sustainable Food Security and Global Transformation", kegiatan ini menjadi respons organisasi terhadap tantangan zaman yang semakin kompleks. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa kader perempuan PMII memiliki daya saing global serta kemampuan adaptasi yang mumpuni dalam menjawab dinamika perubahan dunia.
Peran Strategis Perempuan dalam Menjawab Tantangan Global
Tema tersebut tidak sekadar menjadi slogan, melainkan manifestasi dari komitmen KOPRI PB dalam memperluas peran kader perempuan di kancah nasional maupun internasional. Perempuan dipandang memiliki posisi sentral dalam menggerakkan agenda pembangunan, terutama dalam aspek ketahanan pangan berkelanjutan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Organisasi percaya bahwa perempuan adalah kunci dalam memperkuat ketahanan keluarga yang menjadi fondasi utama bagi kemandirian bangsa. Melalui inovasi yang tepat, kader perempuan diharapkan mampu melahirkan solusi nyata atas krisis yang mungkin timbul akibat perubahan zaman yang semakin cepat.
Implementasi Ketahanan Pangan dari Lingkungan Keluarga
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Gus Taj Yasin Maimoen, dalam pidato utamanya menekankan pentingnya peran perempuan dalam membangun masa depan bangsa melalui gerakan yang nyata. Beliau menyatakan bahwa organisasi perempuan seperti KOPRI tidak boleh terjebak dalam ruang diskursus intelektual semata, melainkan harus turun langsung memberikan dampak konkret bagi masyarakat.
Menurut beliau, ketahanan pangan harus dimulai dari inisiatif terkecil, yakni melalui pengelolaan sumber daya dan pola hidup berkelanjutan di lingkungan keluarga. Peran perempuan sebagai penggerak utama di rumah tangga menjadi titik awal lahirnya perubahan besar yang berdampak pada stabilitas nasional hingga dunia.
Proses Kaderisasi dan Seleksi Ketat SKKN IV 2026
SKKN IV 2026 menjadi wadah pembentukan pemimpin masa depan yang diikuti oleh kader-kader terbaik dari berbagai daerah di seluruh penjuru Indonesia. Proses rekrutmen dilakukan dengan standar yang ketat, di mana sebanyak 40 kader puteri mendaftarkan diri untuk mengikuti rangkaian seleksi.
Setelah melalui tahapan administrasi dan screening mendalam, sebanyak 35 kader dinyatakan lolos dan berhak mengikuti proses kaderisasi nasional selama lima hari penuh. Angka ini mencerminkan komitmen KOPRI PB dalam menjaga kualitas output kaderisasi agar tetap memiliki standar kompetensi yang tinggi.
Menjawab Tantangan Masa Depan dengan Nilai Aswaja
Mabinas PB PMII, Gus Mahbub Zakky, turut memberikan arahan kepada seluruh peserta untuk senantiasa memegang teguh nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah. Beliau menekankan bahwa menjadi pemimpin perempuan yang adaptif terhadap perubahan global tidak berarti harus meninggalkan identitas dan tradisi luhur PMII.
Peserta didorong untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan serta berani mengambil peran strategis di berbagai sektor pembangunan. Keyakinan diri, penguatan kompetensi, dan kontribusi nyata menjadi kata kunci bagi kader KOPRI agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi organisasi, masyarakat, hingga negara.
Visi Masa Depan: Pemimpin Perempuan sebagai Katalis Perubahan
Bendahara Umum KOPRI PB, Zumrotun Nafisah, menegaskan bahwa SKKN IV 2026 merupakan investasi jangka panjang untuk melahirkan perempuan Indonesia yang mampu menjadi catalyst of change. Beliau berharap para alumni sekolah kader ini mampu terjun ke berbagai bidang kehidupan, mulai dari politik, ekonomi, lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat.
Selama pelaksanaan agenda, peserta dibekali materi komprehensif mulai dari penguatan ideologi, kebijakan publik, hingga transformasi digital. Bekal pengetahuan ini dirancang untuk memastikan bahwa kader KOPRI memiliki visi inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan dalam membawa transformasi bagi masa depan bangsa yang lebih baik.