Daftar Lengkap 9 Kandidat Lokasi Muktamar Ke-35 NU: 5 Provinsi Masuk Radar PBNU

Table of Contents
Kandidat Lokasi Muktamar Ke-35 NU, 5 Provinsi dan 9 Pesantren Masuk Daftar
Daftar Lengkap 9 Kandidat Lokasi Muktamar Ke-35 NU: 5 Provinsi Masuk Radar PBNU

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi telah menetapkan tim khusus untuk melakukan survei lokasi penyelenggaraan Muktamar Ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung pada 1-5 Agustus 2026. Keputusan ini merupakan tindak lanjut strategis dari hasil Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 yang sebelumnya digelar di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri.

Wakil Ketua Umum PBNU, KH Amin Said Husni, mengungkapkan bahwa tim survei dibentuk untuk meninjau kelayakan sejumlah lokasi potensial yang diusulkan sebagai tuan rumah perhelatan akbar ini. Penetapan tim ini melibatkan koordinasi erat antara jajaran panitia pusat, termasuk Ketua Steering Committee (SC) dan unsur panitia lainnya.

Struktur Tim Survei Lokasi Muktamar Ke-35 NU

Posisi strategis Ketua Tim Survei dipercayakan kepada Ketua Steering Committee (SC) Muktamar Ke-35 NU, KH Ahmad Said Asrori. Beliau akan didampingi oleh Sekretaris SC, Prof Muhammad Nuh, yang memegang peran vital sebagai sekretaris dalam tim survei tersebut.

KH Amin Said Husni menegaskan bahwa pembentukan tim ini merupakan keputusan kolektif hasil rapat panitia gabungan yang mencakup berbagai unsur terkait. Rapat ini melibatkan Ketua OC, Sekretaris OC, serta perwakilan panitia Munas-Konbes untuk memastikan proses seleksi lokasi berjalan objektif dan transparan.

Daftar 5 Provinsi dan 9 Pesantren Kandidat Lokasi Muktamar

Dalam keputusan terbaru, PBNU telah mengidentifikasi lima provinsi yang menjadi kandidat utama sebagai lokasi penyelenggaraan Muktamar Ke-35 NU sesuai rekomendasi Munas-Konbes. Total terdapat sembilan pondok pesantren yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia dan akan segera ditinjau oleh tim survei.

Di wilayah Sumatra Barat, tim akan melakukan peninjauan mendalam di Pondok Pesantren Syekh Al-Falah yang terletak di Kota Padang. Sementara itu, untuk wilayah DKI Jakarta, survei dijadwalkan menyasar dua institusi pendidikan Islam yakni Pondok Pesantren Al-Hamid dan Pondok Pesantren Daarurrahman.

Kawasan Jawa Barat menjadi salah satu fokus perhatian dengan tiga pondok pesantren yang masuk dalam daftar survei, yakni Pondok Pesantren Buntet, Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, dan Pondok Pesantren Kempek di Cirebon. Ketiga pesantren besar ini dinilai memiliki fasilitas yang memadai untuk menampung delegasi Muktamar dari seluruh Indonesia.

Struktur Tim Survei Lokasi Muktamar Ke-35 NU

Jawa Timur, sebagai basis historis NU, juga menempatkan Pondok Pesantren Lirboyo di Kediri sebagai kandidat kuat lokasi Muktamar. Selain itu, Pondok Pesantren Tambakberas di Jombang turut dipertimbangkan secara khusus, terutama sebagai opsi lokasi untuk upacara pembukaan Muktamar.

Terakhir, wilayah Nusa Tenggara Barat masuk dalam radar survei dengan mengusulkan Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu di Lombok. Penambahan lokasi di luar Pulau Jawa ini menunjukkan upaya PBNU untuk memeratakan aksesibilitas dan memperluas jangkauan syiar Muktamar Ke-35 NU.

Jadwal Survei dan Penentuan Lokasi Final

Tim survei dijadwalkan untuk segera bekerja meninjau seluruh lokasi yang telah ditetapkan tersebut mulai dari Sabtu, 4 Juli hingga Ahad, 5 Juli 2026. Hasil dari peninjauan lapangan ini akan menjadi bahan pertimbangan utama dalam rapat pengambilan keputusan final.

Seluruh laporan dan data hasil survei akan dipaparkan dalam Rapat Harian Syuriyah-Tanfidziyah PBNU yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 7 Juli 2026. Melalui rapat tersebut, PBNU optimis dapat menetapkan lokasi final Muktamar yang representatif dan mendukung kelancaran agenda.

Selain urusan lokasi, rapat harian tersebut juga memiliki agenda krusial lainnya, yakni pembahasan finalisasi materi Muktamar Ke-35 NU. Substansi yang dibahas akan melanjutkan poin-poin strategis yang telah disepakati sebelumnya dalam rangkaian Munas dan Konbes 2026.

Persiapan Muktamar saat ini terus bergulir dengan intensitas tinggi, baik pada aspek teknis penyelenggaraan maupun pematangan konten. Hal ini memastikan bahwa forum permusyawaratan tertinggi di lingkungan Nahdlatul Ulama tersebut dapat berjalan khidmat dan produktif.

Di sisi lain, panitia juga sedang fokus mematangkan Daftar Peserta Sementara (DPS) bagi para calon peserta Muktamar. Proses ini dilakukan melalui verifikasi dan validasi ketat berdasarkan surat keputusan yang sah agar kepesertaan Muktamar tepat sasaran.

Seluruh tahapan persiapan ini mencerminkan komitmen PBNU untuk menyelenggarakan Muktamar Ke-35 NU dengan standar organisasi yang baik dan profesional. Masyarakat dan warga Nahdliyin kini menantikan pengumuman resmi mengenai lokasi final yang akan menjadi saksi sejarah perhelatan besar ini.

Baca Juga

Loading...