Camat di Boyolali Kirim Video Mesum ke Eks Karyawati, Berikut Fakta Kasusnya
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Sebuah kasus mencoreng nama baik instansi pemerintahan di Kabupaten Boyolali setelah seorang Camat dilaporkan mengirimkan video mesum kepada mantan karyawatinya. Tindakan tidak pantas ini segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Boyolali dengan memberikan sanksi administratif berupa teguran dan peringatan kepada oknum tersebut.
Insiden ini mencuat ke publik setelah korban, seorang mantan karyawan yang berinisial A, memberanikan diri melaporkan perilaku Camat tersebut kepada Bupati Boyolali pada bulan April lalu. Pihak pemerintah daerah kemudian merespons laporan tersebut dengan melakukan pemanggilan untuk proses klarifikasi lebih lanjut.
Kronologi Kasus Pengiriman Video Tak Senonoh
Menurut penuturan pelapor berinisial A, kejadian tersebut bermula ketika dirinya sudah tidak lagi bekerja di tempat usaha toko roti di mana sang Camat bertindak sebagai investor. A mengaku mendapat kiriman video tak senonoh berdurasi sekitar 9 detik dari terlapor sebanyak dua kali secara berturut-turut.
Peristiwa tidak menyenangkan ini terjadi pada tanggal 30 Maret 2026, tepat pada pukul 11.58 WIB. A merasa sangat terkejut dan dilecehkan ketika membuka kiriman pesan di ponselnya, yang ternyata berisi konten pornografi yang diduga menampilkan sosok sang Camat sendiri.
Korban sempat menunggu respons atau klarifikasi dari terlapor sepanjang hari itu, dengan harapan pengiriman video tersebut hanyalah sebuah kesalahan teknis atau salah kirim. Namun, hingga malam hari tidak ada balasan atau permohonan maaf dari terlapor, sehingga A memutuskan untuk memblokir nomor tersebut karena merasa tidak nyaman.
Pernyataan Pemerintah Kabupaten Boyolali
Sekretaris Daerah (Sekda) Boyolali, M Syawalludin, memberikan konfirmasi mengenai penanganan kasus ini pada Rabu (8/7). Ia menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Boyolali telah memberikan sanksi tegas berupa teguran dan peringatan kepada Camat yang bersangkutan.
Syawalludin menjelaskan bahwa Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Boyolali telah memanggil pihak terkait untuk dimintai keterangan. Proses klarifikasi dilakukan baik kepada terlapor, yakni sang Camat, maupun kepada pihak pelapor, yakni korban berinisial A.
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh BKPSDM, terlapor memberikan pembelaan bahwa tindakan pengiriman video tersebut tidak disengaja. Camat yang bersangkutan berdalih bahwa video tersebut salah kirim dan seharusnya ditujukan kepada istrinya, bukan kepada mantan karyawatinya.
Pengakuan Korban dan Dugaan Pelecehan
Di sisi lain, korban merasa sangat trauma dan tertekan akibat kejadian yang menimpanya tersebut. A menegaskan bahwa perbedaan usia yang cukup jauh membuat tindak pelecehan ini terasa sangat merendahkan martabatnya sebagai seorang perempuan.
Trauma yang mendalam membuat A melaporkan kejadian ini kepada pihak keluarganya sebelum akhirnya menempuh jalur pelaporan resmi ke Bupati Boyolali. Ia mengaku merasa sangat direndahkan karena tidak ada itikad baik dari terlapor untuk mengonfirmasi atau meminta maaf segera setelah video terkirim.
Mediasi dan Dugaan Intimidasi
Dalam proses pemeriksaan oleh BKPSDM, pihak pelapor dan terlapor sempat dipertemukan dalam sebuah agenda mediasi. Dalam pertemuan tersebut, terlapor tetap berpegang pada argumen bahwa pengiriman video itu murni karena kekeliruan atau salah kirim.
Namun, A mengungkapkan fakta lain yang cukup mengejutkan terkait perilaku terlapor sebelum kasus ini resmi dilaporkan. Ia mengaku sempat menerima ancaman dan diminta untuk meminta maaf, dengan dalih bahwa A telah menjelek-jelekkan masalah gaji sang Camat.
A membantah keras tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melontarkan kalimat negatif terkait gaji kepada siapapun. Kasus ini kini menjadi sorotan publik di Boyolali, mengingat jabatan publik yang disandang oleh terlapor menuntut perilaku yang etis dan profesional.
