Sri Hartatik, Kader IPPNU Batang Lulus Cumlaude Menembus Keterbatasan
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Kisah inspiratif datang dari seorang mahasiswi asal Kabupaten Batang yang berhasil menyelesaikan studi sarjana di tengah keterbatasan ekonomi keluarga yang cukup berat. Sri Hartatik resmi menyandang gelar sarjana dengan predikat cumlaude dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) setelah menempuh pendidikan selama 3 tahun, 4 bulan, dan 15 hari.
Keberhasilan ini seketika viral di berbagai media sosial dan menuai kekaguman luar biasa dari masyarakat luas. Namun, bagi keluarga besar Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Batang, sosok Sri sudah lama dikenal sebagai kader yang tangguh dan berdedikasi tinggi.
Jauh sebelum namanya menjadi sorotan publik, ia aktif mengikuti berbagai jenjang kaderisasi formal organisasi di bawah naungan Nahdlatul Ulama tersebut. Sri tercatat telah menyelesaikan Latihan Kader Utama (Lakut), Latihan Pelatih I, hingga Pendidikan dan Latihan Madya (Diklatmad) Korp Pelajar Putri (KPP).
Dedikasi kepemimpinannya juga terbukti nyata melalui berbagai posisi strategis yang pernah ia emban selama aktif berorganisasi. Ia pernah memimpin sebagai Ketua PAC IPPNU Kecamatan Tulis serta menjabat Wakil Komandan Bidang Administrasi DKC CBP Kabupaten Batang.
Perjuangan Anak Pencari Pasir dari Desa Posong
Perempuan tangguh ini lahir dan tumbuh dalam keluarga sederhana di Desa Posong, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang. Ayahnya bekerja keras mencari pasir di sungai untuk menopang kehidupan, sementara sang ibu berjuang melawan penyakit kronis yang mengharuskannya rutin menjalani cuci darah.
Keterbatasan ekonomi dan latar belakang pendidikan keluarga tidak menyurutkan langkah Sri untuk terus melangkah maju meraih impian akademiknya. Di keluarganya, kedua kakaknya hanya mampu menamatkan sekolah dasar dan sang adik menyelesaikan jenjang sekolah menengah pertama.
Sri kemudian mendaftarkan diri secara mandiri hingga akhirnya diterima pada Jurusan Pendidikan Teknik Otomotif di UNNES. Kabar kelulusan seleksi tersebut membawa kebahagiaan besar sekaligus kegelisahan mendalam terkait biaya perkuliahan yang harus mereka bayar.
Menghadapi Krisis Keuangan dan Menggadaikan Sertifikat
Masa awal perkuliahan pada semester pertama dan kedua masih bisa diselamatkan dengan menggunakan sisa tabungan terakhir milik keluarga. Namun, memasuki semester ketiga, krisis ekonomi keluarga memaksa mereka menggadaikan sertifikat tanah demi mempertahankan kuliah Sri.
Di tengah himpitan utang dan ancaman putus kuliah, Sri tidak menyerah begitu saja pada keadaan yang serbasulit. Ia bergerak aktif mencari berbagai peluang beasiswa hingga akhirnya berhasil mendapatkan bantuan pendidikan yang mencukupi untuk sisa masa studinya.
Mandiri Lewat Usaha Sampingan 'Sri Tolong Sri'
Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari di Semarang, Sri melakoni berbagai pekerjaan sampingan mulai dari mengajar les privat hingga berjualan buket bunga segar. Kreativitasnya bahkan melahirkan layanan jasa serbaguna bernama "Sri Tolong Sri" yang melayani jasa titip serta pemesanan aplikasi premium.
Pasca menyelesaikan sidang skripsi, ia sempat mencicipi dunia kerja profesional di sebuah perusahaan swasta. Kendati demikian, ia terpaksa mengundurkan diri beberapa bulan kemudian demi merawat ibunya yang membutuhkan pendampingan medis intensif.
Pesan Haru dan Harapan Membangun Usaha Mandiri
"Saya ingin mengangkat derajat orang tua saya karena mereka sudah berjuang semampunya untuk saya," tutur Sri dalam wawancara bersama NU Online Jateng pada Selasa (16/06/2026). Pengalaman pahit selama kuliah justru memupuk impiannya untuk mendirikan usaha mandiri yang kelak mampu membuka lapangan kerja bagi orang lain.
Rekan-rekan organisasi menilai bahwa prestasi cumlaude yang diraih Sri merupakan buah nyata dari ketekunan luar biasa yang dibalut doa orang tua. Pengurus Cabang IPNU-IPPNU Batang pun menyampaikan apresiasi tertinggi atas pencapaian kader terbaik mereka yang membanggakan ini.
Keberhasilan monumental ini menjadi bukti empiris bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang mutlak bagi seseorang untuk meraih prestasi akademik tertinggi. Semoga dedikasi dan ketangguhan Sri Hartatik menginspirasi jutaan pelajar di Indonesia untuk terus memperjuangkan mimpi mereka.