Pemkab Manggarai Barat Gelar Ritual Adat di Cunca Wulang Pasca Tragedi Wisatawan
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menggelar ritual adat Congko Wakar di kawasan wisata alam Cunca Wulang pada Selasa (26/5) untuk menghormati dua wisatawan asal Austria yang meninggal dunia. Prosesi ini dilakukan pasca insiden tragis runtuhnya jembatan kayu yang menimpa kedua korban beberapa hari lalu.
Ritual tersebut berlangsung dengan suasana khidmat di tengah penjagaan ketat garis polisi yang masih melingkari lokasi kejadian perkara. Kegiatan ini bertujuan sebagai bentuk permohonan agar tragedi serupa tidak terulang kembali di destinasi wisata populer tersebut.
Pelaksanaan prosesi adat ini dipimpin langsung oleh Tua Adat Kampung Wersawe, Thomas Pura, dengan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah daerah hingga masyarakat setempat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut yakni aparat kecamatan, pemerintah desa, serta perwakilan dinas terkait yang menyaksikan jalannya ritual secara tertib.
Prosesi Ritual di Kawasan Wersawe
Tahapan ritual diawali dengan persembahan telur dan penyalaan lilin di Compang Adat Wersawe yang berfungsi sebagai mesbah adat bagi masyarakat setempat. Thomas Pura menegaskan bahwa pemberian persembahan tersebut merupakan simbol permohonan izin kepada para leluhur agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.
Setelah prosesi di mesbah adat selesai, rombongan melanjutkan perjalanan menuju titik lokasi jatuhnya korban dengan membawa seekor ayam jantan putih dan lilin menyala. Menurut Thomas, penggunaan ayam putih dalam ritual ini melambangkan kesucian dan ketulusan hati dari pihak penyelenggara.
Thomas menjelaskan bahwa ritual Congko Wakar secara spesifik ditujukan untuk mengantarkan arwah kedua korban, Jurgen (55) dan Astrid (56), agar dapat kembali dengan tenang ke tempat asal mereka. Ia berharap doa yang dipanjatkan melalui ritual ini dapat memberikan kedamaian bagi arwah korban sekaligus menenangkan suasana di lokasi wisata.
Koordinasi dan Penanganan Lokasi
Sebelum ritual dimulai, pihak penyelenggara telah melakukan koordinasi intensif dengan aparat penegak hukum yang menangani penyelidikan insiden tersebut. Koordinasi ini sangat krusial mengingat lokasi kejadian masih dipasangi garis polisi guna kepentingan olah tempat kejadian perkara.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Manggarai Barat, Peter A. Rasyid, memastikan bahwa prosesi adat dilaksanakan dengan tetap menghormati prosedur hukum yang berlaku. Pihaknya menjamin kegiatan budaya tersebut berlangsung tanpa mengganggu sedikit pun area yang masih dalam proses penyelidikan polisi.
Pemerintah daerah melalui dinas terkait berharap bahwa kawasan wisata alam Cunca Wulang dapat segera pulih pascatragedi yang memilukan ini. Fokus utama ke depan adalah memastikan keamanan destinasi agar kembali siap dan layak dikunjungi oleh para wisatawan domestik maupun mancanegara.
Insiden runtuhnya papan pijakan pada jembatan kayu tersebut menjadi evaluasi penting bagi pemerintah dalam pengelolaan infrastruktur di kawasan wisata alam. Diharapkan langkah konkret segera diambil untuk memperbaiki sarana prasarana guna mencegah terulangnya kecelakaan di masa depan.
