Netanyahu Klaim Menang Lawan Iran dan Tolak Mundur dari Lebanon

Table of Contents
Netanyahu declares victory over Iran – and rules out withdrawal from Lebanon
Netanyahu Klaim Menang Lawan Iran dan Tolak Mundur dari Lebanon

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Perdana Menteri Israel secara tegas menyatakan sikapnya bahwa Netanyahu declares victory over Iran – and rules out withdrawal from Lebanon (Netanyahu menyatakan kemenangan atas Iran dan menolak penarikan diri dari Lebanon). Keputusan sepihak ini diumumkan di tengah gejolak diplomatik menyusul kesepakatan awal antara Washington dan Tehran yang memicu kemarahan publik serta oposisi di Israel.

Dalam konferensi pers yang disiarkan secara nasional pada hari Senin, Netanyahu menegaskan bahwa zona keamanan yang telah didirikan di Gaza, Lebanon, dan Suriah akan terus dipertahankan demi melindungi kedaulatan negaranya. Ia juga menekankan bahwa militer Israel akan tetap berada di wilayah-wilayah strategis tersebut selama waktu yang dianggap perlu tanpa batas waktu yang ditentukan.

Pemimpin Israel tersebut mengklaim bahwa kampanye militer gabungan antara Amerika Serikat dan Israel telah berhasil menyelamatkan negaranya dari ancaman kehancuran nuklir total. Menurutnya, tanpa tindakan militer yang tegas tersebut, jutaan warga sipil Israel saat ini berada dalam bahaya kematian massal akibat serangan Iran.

Meskipun rincian resmi mengenai kesepakatan sementara antara Washington dan Tehran belum diumumkan secara terbuka, perjanjian tersebut diyakini mencakup gencatan senjata menyeluruh di Lebanon. Langkah diplomasi ini terjadi setelah pertempuran sengit selama 15 minggu yang dipicu oleh serangan kelompok Hezbollah ke wilayah utara Israel.

Reaksi Washington dan Kekhawatiran Domestik Israel

Para pejabat tinggi Amerika Serikat segera berupaya meredakan kekhawatiran sekutu terdekat mereka dengan menyatakan bahwa penarikan pasukan dari Lebanon bukan merupakan syarat mutlak dalam pakta tersebut. Washington juga menjamin bahwa Israel tetap memiliki hak penuh untuk mempertahankan diri dari potensi serangan lanjutan dari milisi Hezbollah.

Namun, kesepakatan bilateral antara Amerika Serikat dan Iran ini tetap dinilai sebagai pukulan diplomatik yang sangat telak bagi pemerintahan Netanyahu. Sejumlah media terkemuka di Israel bahkan menggunakan tajuk utama yang menggambarkan situasi ini sebagai kegagalan mutlak dari diplomasi luar negeri mereka.

Situasi di lapangan menunjukkan ketegangan yang masih berlanjut meskipun kondisi di Lebanon selatan dilaporkan relatif tenang pada hari Senin. Sebuah serangan pesawat nirawak milik militer Israel menewaskan satu orang di kota Kfar Tebnit, yang kemudian dibalas oleh Hezbollah dengan menyerang unit infanteri Israel.

Hezbollah menyambut baik kesepakatan damai sementara tersebut dan menegaskan bahwa kepatuhan mereka terhadap gencatan senjata sangat bergantung pada tindakan Israel di lapangan. Di sisi lain, sumber militer Israel mengonfirmasi kepada Jerusalem Post bahwa serangan ke Lebanon akan dihentikan sepenuhnya jika Hezbollah menghormati kesepakatan tersebut.

Reaksi Washington dan Kekhawatiran Domestik Israel

Dampak Geopolitik dan Hubungan Netanyahu-Trump

Banyak pengamat dan pejabat keamanan di Tel Aviv memperingatkan bahwa kesepakatan baru ini justru akan memperkuat posisi geopolitik Hezbollah serta kelompok militan lain yang didukung Tehran. Kendati demikian, Israel yang sangat bergantung pada bantuan militer dan diplomatik Washington tidak memiliki banyak pilihan selain menerima kebijakan luar negeri Presiden Donald Trump.

Hubungan pribadi antara Donald Trump dan Benjamin Netanyahu dilaporkan mengalami keretakan setelah serangan udara Israel ke Beirut pada hari Minggu memicu teguran keras dari Gedung Putih. Analis Neil Quilliam dari Chatham House menilai bahwa ketegangan ini mencerminkan pergeseran dinamika hubungan bilateral yang lebih luas pada tingkat politik dan sosial.

Meskipun operasi militer Israel berhasil melenyapkan Pemimpin Agung Iran Ayatollah Ali Khamenei pada hari pertama perang, hasil akhir konflik ini dinilai masih jauh dari janji awal Netanyahu. Target ambisius seperti perubahan rezim di Tehran, penghancuran total program nuklir, dan eliminasi rudal balistik Iran gagal tercapai secara menyeluruh.

Gejolak Politik Menjelang Pemilu Israel

Para politisi oposisi di Israel langsung memanfaatkan momentum ini untuk menyerang kepemimpinan Netanyahu menjelang pemilihan umum yang dijadwalkan sebelum bulan Oktober. Tokoh kiri-tengah Yair Golan menuduh Netanyahu telah menghapus seluruh pencapaian militer yang diraih dengan pengorbanan para tentara Israel.

Mantan Perdana Menteri Naftali Bennett juga melayangkan kritik dengan menyebut Netanyahu tidak mampu membawa kemenangan mutlak dan hanya menjebak negara dalam perang atrisi yang berkepanjangan. Sementara itu, Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir menegaskan bahwa kelompok sayap kanan tidak terikat oleh kesepakatan tersebut karena tidak dilibatkan dalam negosiasi.

Sejak serangan mendadak Hamas pada 7 Oktober 2023, Israel telah menduduki lebih dari 60 persen wilayah Gaza serta sebagian wilayah Suriah. Sejarawan militer Danny Orbach memperingatkan bahwa karier politik Netanyahu akan berakhir jika ia tunduk pada tekanan AS untuk mundur dari perbatasan Lebanon.

Analis pemilu Dahlia Scheindlin berpendapat bahwa kesepakatan sepihak ini kemungkinan besar hanya dianggap sebagai hambatan kecil oleh para pendukung setia Netanyahu. Oleh karena itu, perubahan arah dukungan politik di tingkat akar rumput diperkirakan tidak akan terjadi secara signifikan dalam waktu dekat.

Baca Juga

Loading...