Muthiatun Jadi Ketua Baru Muslimat NU Sayung Demak 2026-2031

Table of Contents
Muthiatun Nahkoda Baru Muslimat NU Ancab Sayung Demak Masa Khidmah 2026-2031
Muthiatun Jadi Ketua Baru Muslimat NU Sayung Demak 2026-2031

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, resmi memulai lembaran kepengurusan baru setelah sukses menggelar Konferensi Anak Cabang (Konferancab). Dalam forum permusyawaratan tertinggi tingkat kecamatan yang berlangsung demokratis tersebut, Muthiatun secara sah terpilih sebagai nakhoda baru untuk memimpin organisasi selama masa khidmah periode 2026-2031.

Acara suksesi kepemimpinan yang berjalan dengan tertib dan penuh kebersamaan ini diselenggarakan secara khidmat di Aula Kantor Kecamatan Sayung pada hari Sabtu, 13 Juni 2026. Momentum penting ini dihadiri oleh puluhan utusan dari pengurus ranting di seluruh wilayah Sayung serta disaksikan langsung oleh jajaran Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Demak.

Muthiatun yang sebelumnya mengemban amanah sebagai Wakil Ketua PAC Muslimat NU Sayung masa khidmah 2021-2026 kini resmi dipercaya memegang tongkat estafet kepemimpinan organisasi perempuan Nahdliyin tersebut. Ia menggantikan posisi Hj Latihifah, sosok tokoh perempuan senior yang telah mendedikasikan pengabdian terbaiknya dengan memimpin Muslimat NU Sayung selama tiga periode berturut-turut.

Mekanisme Pemilihan yang Berjalan Demokratis dan Transparan

Sidang pleno pemilihan ketua berjalan sangat dinamis dan terbuka dengan memunculkan dua nama kandidat kader terbaik yang dinilai memiliki kapasitas mumpuni untuk memimpin. Kedua figur tersebut adalah Muthiatun yang juga bertindak sebagai ketua panitia konferensi, serta Sofwatun Al Hafidloh yang saat ini menjabat sebagai Ketua Muslimat NU Ranting Desa Sayung.

Proses penentuan ketua baru dilakukan melalui mekanisme pemungutan suara atau voting tertutup demi menjaga netralitas serta nilai-nilai demokrasi di lingkungan organisasi keagamaan tersebut. Berdasarkan hasil penghitungan suara akhir yang disaksikan oleh seluruh peserta sidang, Muthiatun sukses mengantongi 11 suara, sementara kompetitornya yaitu Sofwatun memperoleh dukungan sebanyak 8 suara.

Sunarsih selaku Sekretaris sidang pleno pemilihan menjelaskan bahwa seluruh aturan teknis mengenai pemungutan suara telah disepakati bersama oleh utusan ranting sebelum pemilihan dimulai. Regulasi tersebut disusun secara matang guna mengantisipasi berbagai kendala teknis serta memastikan proses pemilihan berjalan dengan seadil-adilnya tanpa hambatan.

Salah satu poin krusial dalam pembahasan tata tertib konferensi adalah keputusan para utusan ranting untuk memberikan hak satu suara tambahan kepada jajaran pimpinan cabang. Langkah taktis ini disepakati bersama demi menghindari potensi terjadinya jumlah suara yang sama atau seri pada akhir penghitungan suara nanti.

Keputusan tersebut dirasa sangat rasional mengingat jumlah utusan ranting yang hadir dan memiliki hak suara berjumlah genap, yakni tepat 18 perwakilan desa. Dengan adanya tambahan satu hak suara dari pihak pimpinan cabang, total akumulasi suara menjadi ganjil yaitu 19 suara sehingga dipastikan tidak akan terjadi kebuntuan hasil.

Harapan Baru untuk Kemajuan Perempuan di Wilayah Perbatasan

Wakil Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Demak, Hj Choirotun Salafiyah Rodli, mengungkapkan rasa syukur dan leganya atas kesuksesan pelaksanaan Konferancab yang berjalan damai ini. Beliau mengapresiasi proses alih generasi yang berjalan mulus sekaligus menggarisbawahi lahirnya kader-kader baru yang dinilai sangat potensial dan energik.

Mekanisme Pemilihan yang Berjalan Demokratis dan Transparan

Dalam pidato penutupan sidang pleno, Choirotun mengingatkan posisi geografis strategis wilayah Kecamatan Sayung yang berbatasan langsung dengan Kota Semarang sebagai ibu kota Jawa Tengah. Mengingat letak geografis tersebut, Muslimat NU Sayung dituntut untuk mampu tampil lebih maju dan menjadi wajah depan Kabupaten Demak yang berorientasi pada kemajuan.

Fokus utama kepengurusan baru diharapkan tertuju pada program pemberdayaan perempuan di tingkat pedesaan agar mampu meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga. Peningkatan kapasitas diri bagi anggota Muslimat NU diyakini akan menjadi kunci penting dalam menghadapi tantangan modernisasi dan urbanisasi yang cepat di wilayah perbatasan.

Selain fokus pada isu pemberdayaan, kepemimpinan baru ini juga diharapkan mampu memperkokoh benteng ideologi Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah di tengah masyarakat pesisir Demak. Melalui program dakwah yang ramah dan inklusif, Muslimat NU Sayung berkomitmen untuk menjaga kerukunan sosial serta membentengi generasi muda dari pengaruh radikalisme.

Komitmen Rekonsiliasi dan Pengabdian Nyata Muthiatun

Setelah resmi ditetapkan sebagai ketua terpilih untuk masa khidmah 2026-2031, Muthiatun menyampaikan pidato perdananya yang sarat akan pesan persatuan dan kolaborasi. Ia menegaskan bahwa dalam kontestasi Konferancab ini tidak ada pihak yang menang maupun kalah karena seluruh proses bermuara pada kejayaan organisasi.

Muthiatun bertekad untuk segera merapatkan barisan kepengurusan dan merapikan kembali gerak langkah organisasi agar program kerja ke depan dapat berjalan lebih optimal. Ia menilai kerja sama kolektif dan harmonisasi antarpengurus dari tingkat cabang hingga ranting adalah kunci utama kesuksesan pembinaan umat.

Sesuai dengan amanat tata tertib konferensi, ketua terpilih memiliki tanggung jawab besar untuk segera menyusun struktur kepengurusan lengkap dalam kurun waktu satu minggu. Mandat tersebut menuntut perumusan kabinet kerja yang solid dan diisi oleh perpaduan antara kader senior berpengalaman serta kader muda potensial.

Muthiatun menyatakan keyakinannya bahwa bersama dengan tim formatur yang telah dibentuk, susunan kepengurusan lengkap akan selesai dirumuskan tepat waktu tanpa penundaan. Setelah draf struktur organisasi final disepakati, berkas tersebut akan langsung dikirimkan ke tingkat pimpinan cabang guna mendapatkan Surat Keputusan (SK) legalitas.

Langkah Awal Menuju Penguatan Sinergi Organisasi

Keberhasilan pelaksanaan Konferancab ini menandai awal dari pengabdian lima tahun ke depan bagi segenap jajaran pengurus PAC Muslimat NU Sayung yang baru. Dukungan penuh dari para ulama, pemerintah kecamatan, serta seluruh elemen Nahdliyin sangat dinanti guna mendukung kesuksesan program-program kerja yang akan dicanangkan.

Masyarakat kini menaruh harapan besar pada kepemimpinan Muthiatun untuk membawa angin segar perubahan yang positif bagi kemaslahatan umat di wilayah Sayung. Semoga momentum pergantian kepengurusan ini menjadi pemantik semangat baru dalam menebar manfaat bagi agama, bangsa, dan negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca Juga

Loading...