Manuel Akanji Kritik Hydration Break dan Puji SoFi Stadium
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Bek tengah andalan tim nasional Swiss dan klub raksasa Italia Inter Milan, Manuel Akanji, secara terbuka melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan jeda hidrasi (hydration break) yang diterapkan pada gelaran Piala Dunia 2026. Di sisi lain, mantan pemain Manchester City tersebut mengekspresikan kekaguman yang sangat besar terhadap kemegahan SoFi Stadium di Los Angeles dan menyebutnya sebagai arena olahraga terbaik yang pernah ia pijak.
Wawancara eksklusif ini ia berikan kepada media olahraga ternama Italia, Gazzetta dello Sport, di sela-sela kesibukannya membela skuad nasional Swiss dalam kompetisi sepak bola paling bergengsi di dunia tersebut. Pada turnamen ini, tim nasional Swiss berhasil mengawali kampanye mereka dengan catatan yang cukup impresif melalui raihan satu kemenangan dan satu hasil imbang dari dua pertandingan pertama fase grup.
Salah satu hasil positif tersebut diraih ketika Swiss sukses melumat Bosnia-Herzegovina dengan skor meyakinkan 4-1 dalam pertandingan yang diselenggarakan di SoFi Stadium yang megah tersebut. Bosnia-Herzegovina sendiri berhasil menembus putaran final Piala Dunia setelah menumbangkan raksasa sepak bola Eropa, Italia, pada babak final play-off yang berlangsung cukup dramatis.
Analisis Manuel Akanji Terhadap Kontroversi Jeda Hidrasi
Mengenai aturan jeda hidrasi yang memicu perdebatan hangat, Akanji menyatakan dengan tegas bahwa dirinya sama sekali bukan penggemar dari kebijakan tersebut di lapangan hijau. Ia menduga kuat bahwa jeda waktu tersebut sebenarnya lebih ditujukan untuk memfasilitasi slot iklan komersial dari pihak sponsor dibandingkan untuk menjaga kesehatan fisik para pemain.
"Sebagai seorang pesepak bola profesional, saya merasa jeda ini sangat mengganggu alur dan ritme permainan yang sedang berjalan dengan intensitas tinggi," ungkap bek berusia 30 tahun tersebut. Ia menambahkan bahwa ketika sebuah tim sedang berada dalam posisi tertekan, jeda ini justru memberikan keuntungan instan bagi mereka untuk melakukan penataan taktik ulang.
Sebaliknya, bagi tim yang sedang menguasai jalannya pertandingan dan memiliki momentum bagus, jeda paksa ini tentu menjadi kerugian besar karena merusak fokus mereka. Meskipun memahami alasan komersial di balik keputusan penyelenggara, Akanji tetap berharap aspek olahraga dan sportivitas lebih diprioritaskan daripada keuntungan finansial semata.
SoFi Stadium: Kemegahan Modern yang Mengesankan di Los Angeles
Terlepas dari keluhannya terhadap regulasi pertandingan, Akanji tidak dapat menyembunyikan rasa takjubnya saat pertama kali melangkah masuk ke dalam kompleks SoFi Stadium di California. Ia bahkan langsung memberi tahu rekan-rekannya bahwa jika berbicara tentang pengalaman stadion secara keseluruhan, tempat ini adalah fasilitas olahraga terbaik yang pernah ia lihat.
Sebagai seorang penggemar berat olahraga American Football (NFL), Akanji mengaku terpukau dengan desain arsitektur futuristik serta nilai investasi fantastis dari stadion yang menjadi markas LA Rams dan LA Chargers tersebut. Meskipun ia secara personal mendukung tim Atlanta Falcons dan sering mengunjungi Mercedes-Benz Stadium di Georgia, kemegahan SoFi Stadium dinilainya berada pada level yang sama sekali berbeda.
Kendati demikian, Akanji menegaskan bahwa atmosfer murni sepak bola di Stadion San Siro di Milan tetap tidak akan pernah bisa tergantikan oleh teknologi modern mana pun di dunia. Baginya, sejarah panjang, kedekatan penonton dengan lapangan, serta gemuruh para pendukung setia Inter Milan memberikan sensasi magis yang selalu ia rindukan.
Kesuksesan Musim Perdana Bersama Inter Milan dan Cristian Chivu
Karier klub Akanji sendiri tengah berada di puncak setelah ia berhasil merayakan gelar ganda domestik berupa trofi Scudetto dan Coppa Italia pada musim pertamanya berseragam Nerazzurri. Pencapaian luar biasa pada musim kompetisi 2025-2026 ini diraihnya di bawah arahan pelatih Cristian Chivu yang menggantikan posisi kepelatihan sebelumnya.
Ia menjelaskan bahwa bermain dalam sistem taktis tiga bek sejajar di Inter Milan merupakan sebuah tantangan baru yang sangat mendalam bagi perkembangan karier profesionalnya. Pengalaman berharga ini membantunya memahami dinamika posisi bertahan secara lebih luas, sehingga ia kini siap diturunkan dalam formasi lima bek sekalipun tanpa ragu.
Akanji juga memberikan apresiasi tinggi kepada Chivu yang dinilainya sangat komunikatif, berempati tinggi, serta memiliki pemahaman mendalam karena latar belakangnya sebagai mantan pemain top Inter Milan. Hubungan interpersonal yang sangat solid antara jajaran pelatih dan seluruh anggota skuad diakui Akanji menjadi fondasi utama keberhasilan mereka mendominasi Italia.