Konferancab GP Ansor Bendosari Sukoharjo Pilih Iwang Adil Waroto
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Bendosari secara resmi menetapkan sahabat Iwang Adil Waroto sebagai Ketua Mandataris baru untuk mengemban amanah perjuangan organisasi selama masa khidmah 2026–2029 mendatang. Keputusan strategis ini dicapai melalui mekanisme musyawarah mufakat yang penuh dengan kekeluargaan pada forum tertinggi Konferensi Anak Cabang (Konferancab) Ke-X yang dipusatkan di ruang pertemuan utama Madrasah Ibtidaiyah (MI) Walisongo Cabeyan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah pada hari Ahad, 14 Juni 2026.
Perhelatan akbar tiga tahunan ini menjadi momentum krusial bagi keberlangsungan organisasi pemuda Nahdlatul Ulama di tingkat kecamatan dalam merumuskan program kerja strategis sekaligus meregenerasi struktur kepemimpinan. Prosesi penyerahan pataka organisasi secara simbolis dari Ketua PAC GP Ansor Bendosari masa khidmah 2023–2026, Hari Siswanto, kepada Iwang Adil Waroto menandai dimulainya babak baru perjuangan pemuda NU di wilayah tersebut.
Konsolidasi Ranting dan Kehadiran Pengurus Tingkat Kecamatan
Konferancab Ke-X ini dihadiri langsung oleh perwakilan resmi dari 10 Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor yang tersebar di wilayah Kecamatan Bendosari dari total keseluruhan sebanyak 14 ranting yang aktif. Tingginya tingkat partisipasi dari utusan masing-masing desa ini mencerminkan soliditas yang kokoh serta komitmen tinggi para kader dalam mengawal keberlangsungan roda organisasi di tingkat akar rumput.
Selain utusan dari ranting-ranting, forum permusyawaratan ini juga dihadiri oleh ratusan kader militan Ansor, satuan Komando Kesiapsiagaan Banser (Barisan Ansor Serbaguna), perwakilan Badan Otonom NU lainnya, serta jajaran pengurus struktural Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Bendosari. Kehadiran para tokoh sepuh dan pemuda ini menegaskan bahwa sinergi antar-generasi di lingkungan keluarga besar Nahdliyin Kecamatan Bendosari tetap berjalan dengan sangat harmonis.
Pesan Strategis PC GP Ansor Kabupaten Sukoharjo
Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Sukoharjo, Sahabat Dahwan Asqolani, dalam pidato arahannya menekankan bahwa suksesi kepemimpinan dalam tubuh Ansor bukanlah sekadar seremonial pergantian pengurus biasa melainkan media penguatan ideologi. Beliau mewanti-wanti agar kepengurusan yang baru terbentuk dapat segera melakukan konsolidasi internal serta memperluas jangkauan program kemanfaatan bagi masyarakat luas di wilayah Sukoharjo.
“Kepemimpinan di Ansor adalah amanah pengabdian yang harus dijalankan dengan keikhlasan, di mana siapa pun yang terpilih harus mampu merangkul seluruh potensi kader dan memperkuat sinergi dengan Nahdlatul Ulama,” ujar Dahwan Asqolani di hadapan para peserta konferensi. Beliau juga menambahkan bahwa Ansor harus senantiasa konsisten berada di garda terdepan dalam membentengi nilai-nilai luhur Ahlussunnah wal Jama’ah serta berkhidmah secara nyata kepada umat.
Apresiasi dan Estafet Perjuangan dari Pengurus Demisioner
Sementara itu, Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Bendosari masa khidmah 2023–2026, Hari Siswanto, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran pengurus, kader Ansor, serta satuan Banser yang telah mendampingi jalannya roda organisasi selama tiga tahun kepengurusannya. Beliau meyakini bahwa pondasi program kerja yang telah dibangun bersama selama ini akan menjadi modal berharga bagi kepengurusan berikutnya untuk berlari lebih kencang.
“Konferancab ini merupakan momentum estafet perjuangan organisasi yang harus kita jaga kesuciannya demi kemajuan dakwah pemuda NU di Bendosari,” ungkap Hari Siswanto dengan penuh haru saat memberikan laporan pertanggungjawaban. Beliau berharap kepengurusan di bawah komando Iwang Adil Waroto mampu melahirkan berbagai inovasi baru yang relevan dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai kader benteng ulama.
Arahan Rais Syuriyah MWCNU dan Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah
Rais Syuriyah MWCNU Kecamatan Bendosari, Kiai Gufron, memberikan wejangan spiritual mendalam agar kepengurusan baru senantiasa memelihara kekompakan internal dan mengedepankan akhlak dalam setiap langkah perjuangan. Beliau mengingatkan bahwa keberkahan berorganisasi di NU terletak pada kepatuhan kepada kiai serta keikhlasan dalam menjaga keutuhan NKRI dan melayani kebutuhan umat di pedesaan.
“Ansor dan Banser adalah pilar pemuda NU yang memikul tanggung jawab besar untuk menjaga marwah para ulama, menjaga ukhuwah, serta merawat toleransi di tengah keberagaman masyarakat,” tutur Kiai Gufron dengan penuh penekanan. Sinergi yang erat antara struktur kepemudaan dengan struktur syuriyah dan tanfidziyah MWCNU diharapkan dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan ke level yang lebih produktif.
Mewakili jajaran Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Tengah, Achad Rosyidi, menggarisbawahi pentingnya pelaksanaan kaderisasi formal seperti Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) secara berkala guna mencetak kader-kader yang tangguh dan kompeten. Beliau berharap PAC GP Ansor Bendosari di bawah kepemimpinan yang baru mampu beradaptasi dengan tantangan disrupsi teknologi digital tanpa sedikit pun melupakan nilai-nilai dasar ke-NU-an.
“Konferancab adalah tonggak keberlanjutan organisasi yang menuntut kita untuk selalu melahirkan inovasi program, memperkuat kemandirian ekonomi kader, serta responsif terhadap dinamika sosial di tingkat lokal,” tegas Achad Rosyidi menutup arahannya. Dengan selesainya seluruh rangkaian sidang pleno, kini fokus utama organisasi tertuju pada penyusunan formatur kepengurusan lengkap untuk menyambut pelantikan resmi masa khidmah 2026–2029.