Haul KH Mukhlisin Pesantren Al-Uswah: Perkuat Tradisi Cinta Al-Qur'an
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Pondok Pesantren Al-Uswah Gunungpati Kota Semarang sukses menyelenggarakan rangkaian acara besar yang memadukan Haflah Khotmil Qur'an, Haul Simbah KH Mukhlisin, serta peringatan Hari Lahir (Harlah) lembaga tersebut pada Selasa, 16 Juni 2026. Momentum spiritual yang bertepatan dengan datangnya tahun baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah ini digelar secara khidmat di halaman kompleks pesantren yang beralamat di Jalan Mr Koesbiono Tjondro Wibowo Nomor 4/IV, Kelurahan Pakintelan, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.
Perhelatan akbar ini tidak sekadar menjadi ajang seremonial tahunan, melainkan menjadi sarana strategis dalam memperkuat syiar Al-Qur'an serta pengukuhan karakter santri di tengah derasnya arus modernisasi. Kehadiran ratusan wali santri bersama tokoh masyarakat setempat memberikan atmosfer kebersamaan yang hangat dan penuh keberkahan di lingkungan pesantren.
Apresiasi Keberhasilan Pembelajaran Al-Qur'an bagi Santri
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Uswah, KH Muhammad Thoyib Farhani, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas keberhasilan para santri menyelesaikan pembelajaran Al-Qur'an di tahun ajaran ini. Beliau menekankan bahwa pencapaian para santri yang berhasil mengkhatamkan Al-Qur'an merupakan sumber kebahagiaan sejati sekaligus kebanggaan luar biasa bagi para orang tua.
"Alhamdulillah wonten ing tahun 2026 Al-Uswah ngatami putra-putri panjenengan santriwan-santriwati, wonten ingkang khatam bin nadhar, wonten ingkang khatam juz 30," ujar KH Muhammad Thoyib Farhani saat menyapa para wali santri yang hadir. Beliau menambahkan bahwa memiliki anak yang tergolong sebagai pecinta dan penghafal Al-Qur'an merupakan anugerah terbesar yang tidak bisa dinilai dengan materi duniawi.
Dalam kesempatan tersebut, beliau memaparkan berbagai riwayat mulia yang menerangkan kedudukan tinggi bagi orang tua yang mendidik anak-anak mereka agar dekat dengan Al-Qur'an. Berdasarkan dalil-dalil syar'i, para orang tua tersebut dijanjikan kemuliaan di akhirat serta jaminan keselamatan menuju surga berkat syafaat ayat-ayat suci yang dibaca anak mereka.
"Beja-bejane wong tua besuk nek do ahlul Qur'an, ten suargane Allah Ta'ala wong tuane ape dilebokno suargo dening Allah," imbuh Kiai Thoyib menggunakan bahasa Jawa yang akrab dan menyentuh hati para hadirin. Oleh karena itu, beliau mengimbau seluruh orang tua agar tidak pernah lelah memotivasi dan memfasilitasi putra-putri mereka dalam mempelajari kitab suci.
Definisi dan Keberkahan Golongan Ahlul Qur'an
Lebih lanjut, Kiai Thoyib menjelaskan secara rinci mengenai klasifikasi umat Islam yang berhak menyandang status terhormat sebagai ahlul Qur'an di hadapan Allah SWT. Golongan mulia ini tidak hanya terbatas pada mereka yang menghafal seluruh isi Al-Qur'an secara lisan saja, melainkan mencakup setiap individu yang gemar membaca, menyimak, serta menghadiri majelis taklim dengan niat tulus.
"Nek krungu mboten gowo niat, tapi nek ngrungokke beto niat. Kulo yakin sing do rawuh niki wis do gowo niat," tegasnya saat menjelaskan perbedaan kualitas antara sekadar mendengar tanpa sengaja dengan mendengarkan secara saksama. Ketulusan niat dari para jamaah yang hadir di majelis ini diyakini menjadi pintu pembuka turunnya rahmat serta keberkahan bagi keluarga mereka di rumah.
Setelah sambutan dari pengasuh, acara utama dilanjutkan dengan penyampaian Mauidhdoh Hasanah yang diisi oleh ulama kharismatik, KH Budi Harjono. Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi atas dedikasi dan kontribusi nyata Pondok Pesantren Al-Uswah dalam membangun kualitas sumber daya manusia di wilayah Gunungpati.
Menurut pandangan KH Budi Harjono, lembaga pesantren memiliki peran ganda yang sangat vital, yakni sebagai benteng pertahanan moral sekaligus pusat inkubasi prestasi generasi muda. Pesantren Al-Uswah dinilai berhasil mengintegrasikan metode pendidikan salaf yang disiplin dengan pencapaian prestasi yang membanggakan daerah.
Prestasi Gemilang Kecamatan Gunungpati di Bidang Keagamaan
KH Budi Harjono juga memaparkan fakta membanggakan mengenai kesuksesan Kecamatan Gunungpati yang berhasil menyabet gelar juara umum dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat Kota Semarang selama dua tahun berturut-turut. Keberhasilan mempertahankan gelar bergengsi tersebut diakui tidak lepas dari kontribusi dominan para santri berbakat utusan Pondok Pesantren Al-Uswah.
"Al-Uswah ini salah satu pondok pesantren yang ada di Kecamatan Gunungpati. Ini memberikan kontribusi yang sangat besar untuk nama baik Kecamatan Gunungpati," ungkapnya secara lugas di hadapan para undangan. Prestasi kolektif ini membuktikan bahwa pola pembinaan seni baca dan hafalan Al-Qur'an di pesantren tersebut berjalan dengan sangat baik dan terstruktur.
Selain membahas prestasi akademik dan perlombaan, Kiai Budi menyoroti peran strategis pesantren dalam membekali santri menghadapi dinamika zaman modern yang kian kompleks. Beliau mengingatkan bahwa kecerdasan intelektual semata tidak akan cukup tanpa dibarengi dengan fondasi akhlak serta karakter yang kokoh.
"Kami juga memberikan apresiasi, matur nuwun keberadaan pondok ini telah membimbing anak-anak menjadi santri yang cerdas. Ini tidak hanya secara intelektual, tetapi secara akhlak," ucap KH Budi Harjono dengan penuh takzim. Beliau menekankan prinsip penting bahwa kedudukan adab harus selalu diletakkan di atas ilmu pengetahuan agar ilmu tersebut membawa kemaslahatan bagi umat manusia.
Meneladani Perjuangan Ulama untuk Kemajuan Karakter Bangsa
Rangkaian upacara haul dan harlah ini ditutup dengan doa bersama untuk mengenang jasa perjuangan dakwah Simbah KH Mukhlisin sebagai pendiri dan peletak fondasi nilai-nilai keagamaan di lembaga tersebut. Keteladanan perjuangan beliau dalam menyebarkan ajaran Islam yang damai dan ramah lingkungan menjadi warisan berharga yang wajib dilestarikan oleh generasi penerus.
Melalui penyelenggaraan Haflah Khotmil Qur'an dan Haul KH Mukhlisin ini, segenap civitas akademika Pesantren Al-Uswah berkomitmen kuat untuk memperkokoh tradisi mencintai Al-Qur'an. Sinergi yang harmonis antara pengasuh, santri, wali santri, dan masyarakat diharapkan mampu melahirkan generasi emas yang berakhlak mulia serta siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa.