Ekonom: Kredibilitas Fiskal Pemerintah Krusial untuk Menjaga Stabilitas Rupiah
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Stabilitas nilai tukar rupiah di tengah gejolak global saat ini tidak dapat hanya mengandalkan intervensi kebijakan moneter dari Bank Indonesia (BI). Otoritas fiskal pemerintah memegang peran yang sangat krusial melalui pengelolaan anggaran yang kredibel untuk mempertahankan kepercayaan pasar.
Dinamika Nilai Tukar Rupiah Terkini
Dinamika pergerakan mata uang garuda menunjukkan tantangan signifikan dengan pelemahan yang terjadi pada Selasa, 26 Mei 2026. Nilai tukar sempat melemah sebesar 50 poin menuju level Rp 17.794 per dolar AS, setelah dibuka menurun 13 poin atau 0,07 persen pada posisi Rp 17.757 per dolar AS.
Data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia mencatat rupiah berada di level Rp 17.789 per dolar AS pada hari yang sama. Secara tahun berjalan (year to date), performa mata uang domestik ini tercatat telah mengalami depresiasi sebesar 6,39 persen.
Peran Pengelolaan Anggaran dalam Stabilitas Ekonomi
Kondisi keuangan negara mencatatkan defisit APBN 2026 sebesar Rp 164,4 triliun hingga April 2026, yang setara dengan 0,64 persen terhadap PDB. Defisit ini terjadi seiring dengan realisasi pendapatan negara yang mencapai Rp 918,4 triliun, sementara belanja negara menyentuh angka Rp 1.082,8 triliun.
Pengelolaan keuangan negara yang disiplin menjadi kunci utama untuk meredam sentimen negatif dari ketidakpastian ekonomi global. Jika aspek fiskal dianggap tidak kredibel oleh pelaku pasar, potensi penarikan dana oleh investor asing dari pasar domestik akan semakin besar.
Pandangan Ekonom Mengenai Kepercayaan Investor
Dalam diskusi The Forum di Hotel Mulia, Jakarta, pada Selasa (26/5/2026), para ekonom menekankan pentingnya menjaga kredibilitas kebijakan fiskal pemerintah. Otoritas fiskal perlu menunjukkan tata kelola anggaran yang dapat dipercaya oleh investor maupun masyarakat luas.
Rizki menegaskan bahwa langkah yang dilakukan pemerintah harus benar-benar mendukung perekonomian dan bukan sekadar untuk kepentingan tertentu di luar prioritas masyarakat. Para pelaku bisnis membutuhkan kepastian bahwa penanaman modal mereka akan diiringi oleh pertumbuhan permintaan pasar yang kuat.
Senada dengan hal tersebut, Aviliani menyoroti bahwa secara fundamental kondisi ekonomi Indonesia masih cukup baik dan memiliki peluang besar untuk pulih. Pemerintah perlu berkomunikasi dengan lebih baik agar investor dapat kembali yakin dan masuk ke pasar domestik.
Strategi Penguatan Nilai Tukar Melalui Sinergi
Selain penataan pos anggaran, pemerintah diwajibkan untuk membangun iklim investasi yang lebih kondusif bagi sektor riil. Alokasi belanja negara disarankan fokus pada program-program yang mampu memberikan dampak pengganda ekonomi secara luas bagi masyarakat.
Sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi sangat vital untuk mengomunikasikan kekuatan fundamental ekonomi nasional. Fenomena keluarnya modal asing (capital outflow) yang terjadi saat ini memerlukan langkah koordinasi yang lebih ketat antar otoritas terkait.
Kehadiran arus modal masuk (capital inflow) dipercaya mampu memulihkan stabilitas nilai tukar rupiah secara bertahap di masa depan. Investor jangka panjang memerlukan komitmen dari otoritas mengenai kesinambungan dan kematangan perencanaan kebijakan agar risiko ketidakpastian dapat diminimalkan.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Mengapa kredibilitas fiskal penting bagi nilai tukar rupiah?
Kredibilitas fiskal sangat penting karena mencerminkan kemampuan pemerintah dalam mengelola anggaran secara disiplin. Hal ini menjadi sinyal bagi investor asing mengenai stabilitas ekonomi negara, yang jika terjaga, dapat mencegah penarikan modal (capital outflow) dan mendukung penguatan mata uang.
Apa hubungan antara defisit APBN dan pelemahan nilai tukar?
Defisit APBN yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan keraguan di kalangan investor mengenai kesehatan fundamental ekonomi. Jika pasar merespons negatif terhadap pengelolaan anggaran, tekanan pada nilai tukar rupiah dapat meningkat akibat kurangnya kepercayaan pasar.
Apa saran ekonom untuk memperbaiki kondisi nilai tukar?
Ekonom menyarankan pemerintah untuk fokus pada belanja negara yang tepat sasaran dengan dampak pengganda ekonomi luas, membangun iklim investasi yang kondusif bagi sektor riil, serta meningkatkan sinergi komunikasi antara pemerintah, BI, dan OJK untuk meyakinkan investor.
