Duet KH Syaifudin Arifin & KH Kholid Mawardi Resmi Pimpin JQHNU Wonogiri
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Konferensi Cabang Jam'iyyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Kabupaten Wonogiri yang digelar secara khidmat telah berhasil menetapkan duet kepemimpinan baru untuk masa khidmah 2026–2031. Dalam forum tertinggi tingkat cabang tersebut, KH Syaifudin Arifin Alhafizh resmi terpilih sebagai Rais Majlis ‘Ilmi, berdampingan dengan KH Kholid Mawardi Alhafizh yang didaulat menjadi Ketua Dewan Organisasi.
Perhelatan akbar yang dihadiri oleh para kiai dan tokoh penting Nahdliyin ini diselenggarakan di komplek Pesantren Al Amanah Pandeyan, Jatisrono, Wonogiri pada hari Rabu, 17 Juni 2026. Kedua tokoh sentral ini terpilih melalui musyawarah mufakat guna memimpin perjuangan dakwah dan pembinaan para penghafal Al-Qur'an di wilayah Kabupaten Wonogiri selama lima tahun ke depan.
Proses pemilihan yang sakral tersebut melibatkan sembilan kiai kharismatik yang ditunjuk menjadi anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam Konfercab kali ini. Jajaran kiai dalam komite AHWA tersebut merumuskan keputusan dengan mempertimbangkan berbagai aspek kemaslahatan organisasi serta perkembangan syiar Islam di daerah.
Jalannya Sidang dan Apresiasi Wilayah
Jalannya sidang pemilihan rais dan ketua dewan organisasi ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Pimpinan Wilayah (PW) JQHNU Jawa Tengah, KH Dr Andi P Amir. Kehadiran perwakilan wilayah ini memberikan jaminan bahwa proses suksesi kepemimpinan berjalan demokratis dan selaras dengan Peraturan Rumah Tangga organisasi.
Usai prosesi pemilihan selesai, KH Dr Andi P Amir menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas nama PW JQHNU Jawa Tengah kepada seluruh pengurus periode 2020-2026. Beliau juga memuji kesuksesan panitia penyelenggara dalam menyukseskan seluruh rangkaian acara Konfercab di Pesantren Al Amanah ini.
Dalam pidatonya, Andi menekankan bahwa tugas utama JQHNU adalah menjaga kemurnian serta keagungan kitab suci Al-Qur'an secara konsisten. Lebih lanjut, beliau memaparkan pentingnya meningkatkan mutu pengajaran Al-Qur'an dan merangkul seluruh potensi para qurra dan huffazh dalam satu ikatan organisasi.
Rekomendasi Strategis dan Evaluasi Kinerja
Forum konfercab ini dinilai memiliki posisi strategis untuk mengevaluasi secara menyeluruh seluruh pencapaian program kerja kepemimpinan periode sebelumnya. Selain aspek evaluasi, forum ini juga mengemban misi penting untuk merancang peta jalan program baru serta menghasilkan rekomendasi internal dan eksternal.
Beliau juga mengingatkan jajaran pengurus baru agar tidak mengendorkan semangat juang dalam menyebarluaskan nilai-nilai Al-Qur'an di tengah masyarakat modern. Sinergi yang kuat antara seluruh elemen kepengurusan sangat dibutuhkan agar program kerja dapat menyentuh berbagai lapisan masyarakat secara efektif.
Pimpinan Wilayah mendorong agar PC JQHNU Wonogiri aktif membangun kolaborasi strategis dengan pemerintah daerah serta Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ). Kerjasama ini juga harus diperluas ke berbagai dinas terkait serta organisasi dakwah keagamaan lainnya demi kelancaran program pembinaan keagamaan.
Langkah Cepat dan Pembentukan PAC Kecamatan
Menanggapi amanah baru tersebut, Ketua PC JQHNU Wonogiri terpilih KH Kholid Mawardi Alhafizh menyampaikan komitmennya untuk merangkul seluruh warga NU di Wonogiri. Ia menekankan bahwa keberhasilan organisasi ini sangat bergantung pada partisipasi aktif dan kekompakan seluruh anggota di tingkat akar rumput.
Prioritas pertama yang akan segera diselesaikan oleh duet kepemimpinan ini adalah menyusun susunan kepengurusan lengkap dalam waktu dekat. Bersama dengan Rais Majlis 'Ilmi terpilih, mereka akan merumuskan program kerja komprehensif yang relevan dengan kebutuhan umat saat ini.
Kholid juga memaparkan adanya dorongan kuat dari para anggota di tingkat bawah untuk segera melebarkan sayap organisasi ke tingkat kecamatan. Beberapa perwakilan pengurus di kecamatan bahkan telah menyatakan kesiapan penuh untuk segera membentuk Pimpinan Anak Cabang (PAC) JQHNU.
Menanggapi antusiasme tersebut, pengurus cabang berencana langsung melakukan konsolidasi dan sosialisasi pembentukan PAC segera setelah agenda konfercab selesai. Langkah taktis ini diambil agar pembinaan terhadap para penghafal Al-Qur'an dapat terdistribusi secara merata hingga ke tingkat desa.
Acara penutupan Konfercab ini diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama antara pengurus terpilih, panitia, dan perwakilan Pimpinan Wilayah Jawa Tengah. Semangat baru ini diharapkan mampu membawa PC JQHNU Wonogiri bertransformasi menjadi organisasi dakwah yang lebih progresif dan mandiri.