Deri Corfe Resmi Tinggalkan PSIM, Rumor Merapat Ke PSIS Semarang Jadi Sorotan 2026
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Kabar mengejutkan datang dari kancah sepak bola nasional mengenai masa depan salah satu penyerang asing tajam di kompetisi kasta tertinggi Indonesia. PSIM Yogyakarta secara resmi mengumumkan tidak akan lagi menggunakan jasa penyerang asal Inggris, Deri Corfe, untuk mengarungi kompetisi Super League musim 2026/2027 mendatang.
Pemain berusia 28 tahun tersebut dipastikan berpisah dengan skuad berjuluk Laskar Mataram setelah masa baktinya resmi berakhir di penghujung musim kompetisi kali ini. Pengumuman mengenai status kontrak legiun asing asal Chester ini disampaikan langsung oleh pihak manajemen melalui perwakilan resmi klub.
Keputusan Resmi Manajemen PSIM Yogyakarta Terkait Kontrak Deri Corfe
Steven Sunny Salvatore selaku General Manager PSIM Yogyakarta mengonfirmasi bahwa hubungan kerja sama profesional antara kedua belah pihak memang telah mencapai titik akhir. Ia menegaskan bahwa pihak manajemen memilih untuk tidak mengambil opsi perpanjangan kontrak untuk pemain berpostur jangkung tersebut setelah melewati berbagai evaluasi tim secara menyeluruh.
Keputusan strategis ini diambil secara bersama demi penyegaran komposisi tim dan skema taktis yang akan diusung oleh tim kepelatihan pada musim baru. Walau demikian, manajemen sangat mengapresiasi dedikasi penuh sang penyerang yang telah menyelesaikan seluruh kewajiban kontraknya dengan profesional hingga laga terakhir.
Kepergian Deri Corfe tentu saja mengundang perhatian besar serta memicu reaksi dari para pendukung setia Laskar Mataram yang mengagumi gaya bermainnya. Perjalanan kariernya bersama tim kebanggaan warga Yogyakarta ini harus berakhir tepat setelah ia berjuang keras membantu tim melewati persaingan ketat di kasta tertinggi.
Rumor Transfer Deri Corfe Menuju PSIS Semarang dan Skenario Reuni
Setelah kabar hengkangnya berembus kencang di media sosial, nama Deri Corfe langsung dikaitkan erat dengan beberapa klub kontestan liga domestik lainnya. Salah satu tim papan atas yang paling kuat dirumorkan tertarik untuk mengamankan tanda tangan kontraknya adalah kontestan asal Jawa Tengah, PSIS Semarang.
Manajemen PSIS Semarang dikabarkan tengah gencar memburu pemain menyerang berkualitas demi memperkuat kedalaman skuad untuk bersaing di babak Championship 2026/2027. Kehadiran Corfe di lini depan dinilai bisa menjadi solusi taktis bagi Laskar Mahesa Jenar yang membutuhkan variasi serangan tajam musim depan.
Skenario kepindahan ini menjadi semakin menarik karena berpotensi melahirkan kembali duet maut lini depan yang pernah bersinar di Yogyakarta. Jika kesepakatan tercapai, Deri Corfe akan bereuni dengan Rafinha, penyerang produktif asal Brasil yang sudah terlebih dahulu hengkang ke PSIS Semarang pada paruh musim lalu.
Tanggapan Manajemen PSIM Yogyakarta Mengenai Spekulasi Transfer
Menanggapi derasnya isu kepindahan sang pemain ke kota lumpia, Steven Sunny Salvatore memilih bersikap hati-hati dan tidak ingin berspekulasi lebih jauh. Ia menegaskan bahwa pihak manajemen Laskar Mataram tidak lagi memiliki wewenang atau hak untuk mencampuri negosiasi transfer sang pemain setelah masa kontraknya habis.
"Mengenai isu kepindahan ke PSIS Semarang, saya secara pribadi tidak bisa memberikan konfirmasi mengenai kebenaran hal tersebut kepada publik," ujar Steven saat memberikan keterangan pers pada Rabu (3/6/2026). Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Deri Corfe maupun manajemen PSIS Semarang mengenai rumor transfer yang tengah berembus kencang tersebut.
Statistik Performa Deri Corfe di Bawah Asuhan Jean-Paul van Gastel
Selama berseragam biru khas PSIM Yogyakarta, Deri Corfe merupakan pilar serangan utama yang sangat diandalkan oleh pelatih kepala Jean-Paul van Gastel. Kemampuannya bermain di berbagai posisi ofensif membuatnya selalu mendapatkan kepercayaan penuh untuk merusak konsentrasi lini pertahanan lawan di setiap laga.
Sepanjang bergulirnya kompetisi BRI Super League musim 2025/2026, ia tercatat telah tampil membela Laskar Mataram dalam 30 pertandingan penting. Dari seluruh penampilan tersebut, ia berhasil memberikan kontribusi nyata berupa sumbangan tiga gol serta satu assist krusial bagi timnya.
Momen gol terakhirnya dicetak pada pertandingan penutup musim saat PSIM Yogyakarta bertandang menghadapi kekuatan Arema FC di Stadion Kanjuruhan Malang. Meskipun laga tersebut berakhir dengan kekalahan 1-3 bagi timnya, gol penutup tersebut tetap menjadi kenangan manis di akhir masa baktinya.
Catatan Gemilang PSIM Yogyakarta Sebagai Tim Promosi di Kasta Tertinggi
Secara keseluruhan, PSIM Yogyakarta mencatatkan pencapaian luar biasa sebagai tim promosi dengan mengakhiri musim kompetisi di peringkat ke-11 klasemen akhir. Keberhasilan bertahan di kasta tertinggi ini diraih setelah mereka melewati 34 pertandingan penuh drama dengan persaingan yang sangat kompetitif.
Skuad Laskar Mataram sukses mengamankan total 11 kemenangan, 12 hasil imbang, dan hanya mencatatkan 11 kekalahan sepanjang perjalanan musim lalu. Catatan impresif tersebut menjadi modal berharga bagi tim untuk bersaing musim depan, meskipun kini mereka harus bergerak cepat mencari suksesor sepadan.
Kini para pencinta sepak bola nasional hanya tinggal menunggu waktu untuk melihat ke mana pelabuhan karier selanjutnya dari penyerang asal Chester tersebut. Apakah ia akan benar-benar berseragam PSIS Semarang atau justru membuat kejutan dengan bergabung bersama klub besar lain di tanah air.
