Aviliani Soroti Hambatan Investasi Swasta Akibat Komunikasi Pemerintah
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Pelaku pasar dan pengusaha nasional saat ini tengah menghadapi tantangan serius terkait ketidakpastian regulasi yang menghambat ekspansi bisnis di tengah gejolak ekonomi global. Masalah krusial ini disampaikan langsung oleh Ekonom Perbanas, Aviliani, dalam acara The Forum yang diselenggarakan di Hotel Mulia pada Selasa (26/5/2026).
Kondisi makro ekonomi Indonesia sebenarnya mencatatkan performa yang cukup stabil dengan pertumbuhan ekonomi yang tercatat sebesar 5,61 persen. Selain itu, tingkat inflasi nasional saat ini juga tetap terkendali pada angka 2,4 persen yang memberikan sinyal positif bagi para pelaku usaha.
Meskipun indikator makro menunjukkan hasil yang menggembirakan, terdapat kesenjangan nyata antara stabilitas tersebut dengan keyakinan pasar atau market confidence. Banyak investor tampak ragu untuk menanamkan modalnya di pasar keuangan domestik karena merasa situasi regulasi masih belum memberikan kepastian yang dibutuhkan.
Dampak Komunikasi Pemerintah terhadap Kepastian Investasi
Aviliani menekankan bahwa persoalan utama yang memicu keraguan ini bersumber dari buruknya komunikasi pemerintah dalam setiap penerbitan regulasi baru. Penerbitan aturan tanpa sosialisasi yang jelas sering kali memicu kegaduhan yang tidak perlu di kalangan pelaku usaha nasional.
Pemerintah sendiri sangat membutuhkan peran swasta yang mencakup 80 persen terhadap perekonomian nasional untuk terus mendorong pertumbuhan. Target investasi nasional pun dipatok cukup agresif, yaitu melonjak dari Rp 6.900 triliun pada 2025 menjadi Rp 7.500 triliun pada 2026.
Sebagai bukti realisasi, data dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal mencatat investasi triwulan I 2026 mencapai Rp 498,8 triliun. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 7,2 persen secara tahunan, yang membuktikan bahwa minat investasi sebenarnya masih cukup kuat.
Peran BUMN dan Strategi Ekonomi Domestik
Selain sektor swasta, pemerintah juga tengah mendorong akselerasi investasi dan perdagangan global melalui peningkatan kontribusi BUMN atau Danantara. Porsi kontribusi ini ditargetkan meningkat dari sebelumnya hanya 9 persen menjadi 15 persen di masa mendatang.
Aviliani menegaskan bahwa pemerintah harus memberikan iklim yang jauh lebih kondusif kepada swasta agar target investasi tersebut dapat tercapai dengan maksimal. Iklim usaha yang stabil akan secara langsung mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui arus investasi yang lebih deras.
Keraguan yang dirasakan investor saat ini berpotensi menyebabkan mereka mengalihkan dananya ke negara lain sebagai alternatif investasi yang dianggap lebih aman. Situasi ini tentu sangat merugikan karena dapat mempengaruhi nilai tukar rupiah serta menghambat laju pertumbuhan ekonomi dari sisi investasi.
Proyeksi Masa Depan Ekonomi Pasca Konflik Global
Menghadapi berbagai persoalan global yang masih berlangsung, Aviliani menyarankan agar pemerintah lebih memfokuskan pembenahan pada sektor domestik. Jika fundamental dalam negeri diperbaiki dengan benar, Indonesia diproyeksikan akan menuai keuntungan besar setelah konflik global nantinya mereda.
Langkah perbaikan komunikasi pemerintah menjadi kunci utama agar calon investor tidak membatalkan rencana penanaman modal mereka di Indonesia. Stabilitas yang terjaga dengan komunikasi yang transparan akan menjadi magnet kuat bagi investor untuk tetap bertahan di pasar domestik.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Mengapa pelaku usaha masih ragu melakukan ekspansi menurut Aviliani?
Pelaku usaha ragu karena adanya ketidakpastian regulasi yang dipicu oleh pola komunikasi pemerintah yang dinilai kurang baik dan minim sosialisasi.
Berapa target investasi nasional tahun 2026?
Pemerintah menargetkan investasi nasional mencapai Rp 7.500 triliun pada tahun 2026, meningkat dari Rp 6.900 triliun pada tahun 2025.
Apa dampak negatif dari kurangnya kejelasan regulasi bagi investor?
Kurangnya kejelasan regulasi dapat membuat investor membatalkan investasi, mengalihkan dana ke negara lain, serta memengaruhi nilai tukar dan pertumbuhan ekonomi.
Bagaimana realisasi investasi Indonesia pada triwulan I 2026?
Realisasi investasi pada triwulan I 2026 mencapai Rp 498,8 triliun, tumbuh sebesar 7,2 persen secara tahunan.
