4 Tahanan Empat Lawang Kabur, 3 Polisi Diperiksa Intensif Terkait Kelalaian 2026

Table of Contents
4 Tahanan Empat Lawang Kabur, 3 Polisi Diperiksa Intensif Terkait Kelalaian 2026
4 Tahanan Empat Lawang Kabur, 3 Polisi Diperiksa Intensif Terkait Kelalaian 2026

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Kepolisian Resor Empat Lawang yang berlokasi di Provinsi Sumatera Selatan kini tengah diguncang isu keamanan serius setelah insiden kaburnya empat orang tahanan dari sel tahanan Mapolres pada awal tahun 2026. Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Kepolisian Daerah setempat langsung mengambil tindakan tegas dengan melakukan pemeriksaan intensif terhadap tiga personel yang bertanggung jawab atas pengawasan sel pada malam kejadian tersebut.

Ketiga personel kepolisian yang kini sedang menjalani pemeriksaan intensif di unit internal tersebut masing-masing diidentifikasi sebagai Bripka ER, Brigpol ON, dan Brigpol YA. Pihak berwenang memfokuskan investigasi pada dugaan adanya unsur kelalaian fatal dalam menjalankan prosedur operasional standar (SOP) penjagaan blok tahanan selama giliran kerja mereka berlangsung.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Empat Lawang, Iptu Ariyanto, secara resmi mengonfirmasi bahwa pemeriksaan terhadap ketiga anggotanya masih terus berjalan guna menggali keterangan lebih mendalam. Pihak kepolisian berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap temuan investigasi dari tim Propam secara transparan guna menegakkan disiplin organisasi di lingkungan Korps Bhayangkara.

Peristiwa kaburnya para tahanan ini diperkirakan terjadi pada hari Selasa dini hari sekitar pukul 02.00 WIB saat situasi di sekitar markas komando relatif sepi. Kejadian ini pertama kali disadari oleh petugas dari Satuan Perawatan Tahanan dan Barang Bukti (Sat Tahti) yang sedang melaksanakan agenda patroli rutin ke setiap sudut blok hunian.

Saat melakukan pengecekan visual di area sel nomor 2, petugas patroli dikejutkan oleh kondisi jeruji besi pada ventilasi atas yang sudah rusak parah dan terpotong secara rapi. Ketika petugas memeriksa bagian dalam ruangan, sel yang seharusnya dihuni oleh para tersangka tersebut ternyata sudah kosong melompong tanpa menyisakan satu pun dari keempat tahanan tersebut.

Identitas Empat Buronan Polres Empat Lawang yang Sedang Dikejar

Pihak Kepolisian Resor Empat Lawang segera merilis identitas resmi keempat buronan tersebut ke ruang publik guna mempersempit ruang gerak mereka selama masa pelarian. Tahanan pertama adalah Febri Andi Kaspura, seorang pria berusia 36 tahun asal Desa Batu Raja Lama yang mendekam di sel akibat keterlibatan dalam kasus penyalahgunaan narkotika.

Tahanan kedua yang turut melarikan diri adalah Badri, pria berusia 42 tahun asal Desa Pagar Jati yang juga berstatus sebagai tersangka dalam perkara peredaran gelap narkoba. Kepolisian memandang kedua tersangka narkotika ini memiliki jaringan yang cukup luas sehingga pencarian difokuskan pada jalur-jalur keluar dari wilayah Sumatera Selatan.

Selanjutnya, tahanan ketiga diidentifikasi bernama Pigo Ardiansyah, pemuda berusia 22 tahun asal Desa Tanjung Tawang yang ditahan atas dugaan pelanggaran Pasal 476 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Sedangkan tahanan keempat adalah Irianto alias Yanto, warga Desa Babatan berumur 45 tahun yang terjerat kasus tindak pidana kriminal umum lainnya.

Identitas Empat Buronan Polres Empat Lawang yang Sedang Dikejar

Tim gabungan yang terdiri dari satuan reserse kriminal dan intelijen kepolisian langsung disebar ke berbagai titik strategis guna mendeteksi keberadaan para buronan ini. Polisi mengimbau masyarakat untuk segera menghubungi layanan darurat kepolisian terdekat apabila melihat gerak-gerik mencurigakan dari keempat pria dengan ciri-ciri fisik yang telah disebarkan tersebut.

Kronologi dan Modus Operandi Pelarian Melalui Ventilasi Sel

Penyelidikan mendalam mengungkap fakta menarik setelah seorang tahanan berinisial TS (29) yang menghuni sel yang sama memilih untuk tidak ikut melarikan diri bersama rekan-rekannya. Berdasarkan keterangan penting yang diberikan oleh TS kepada penyidik, rencana pelarian massal tersebut ternyata telah dirancang secara matang sejak empat hari sebelum eksekusi dilakukan.

Para tahanan secara bergantian mengikis jeruji besi pada ventilasi sel sedikit demi sedikit setiap harinya agar tidak menimbulkan suara gesekan keras yang dapat memicu kecurigaan petugas jaga. Strategi pengikisan jeruji secara perlahan ini terbukti efektif hingga akhirnya menghasilkan lubang ventilasi yang cukup lebar untuk dilewati tubuh orang dewasa.

Setelah berhasil merusak jeruji besi ventilasi, keempat pelaku merayap keluar dari sel nomor 2 lalu memanjat tembok pembatas menggunakan untaian kain yang telah disambung sedemikian rupa. Mereka kemudian melompati pagar pembatas luar area tahanan Mapolres Empat Lawang sebelum akhirnya menghilang di bawah lindungan kegelapan malam yang pekat.

Evaluasi Sistem Keamanan dan Sanksi Tegas Bagi Petugas yang Lalai

Kasus pembobolan sel tahanan ini menjadi alarm keras bagi jajaran Kepolisian Daerah Sumatera Selatan untuk mengevaluasi kelayakan infrastruktur keamanan fisik di seluruh Polres jajarannya. Kasi Humas Polres Empat Lawang menyatakan bahwa hasil koordinasi dengan bagian Propam akan langsung dipublikasikan begitu proses pemeriksaan terhadap ketiga polisi jaga dinyatakan selesai sepenuhnya.

Pihak manajemen kepolisian menegaskan tidak akan mentoleransi segala bentuk kelalaian tugas dan siap menjatuhkan sanksi disiplin hingga sidang kode etik jika terbukti ada pelanggaran prosedur. Langkah tegas ini diambil demi mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap profesionalisme institusi Polri dalam menjaga keamanan wilayah hukum Empat Lawang.

Selain memperketat penjagaan internal, Polres Empat Lawang juga berencana meningkatkan sistem pengawasan digital dengan memasang kamera pemantau (CCTV) tambahan di setiap sudut titik buta sel. Pembenahan fasilitas fisik seperti penguatan jeruji besi dan peninggian tembok luar ruang tahanan juga menjadi prioritas utama yang akan segera direalisasikan.

Kolaborasi erat dengan tokoh masyarakat dan aparat desa di sekitar tempat tinggal para buronan terus dioptimalkan guna mempercepat proses penangkapan kembali keempat pelaku tersebut. Kepolisian optimis bahwa dengan dukungan penuh dari masyarakat luas, para buronan yang melarikan diri ini akan segera dapat diringkus kembali untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Baca Juga

Loading...