Siswa MI NU 18 Weleri Belajar Ketahanan Pangan Lewat Outing Class

Table of Contents
Siswa MI NU 18 Weleri Belajar Ketahanan Pangan Lewat Outing Class di Teras Pertanian Ngampel Kendal
Siswa MI NU 18 Weleri Belajar Ketahanan Pangan Lewat Outing Class

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Indonesia, 29 April 2026 - Sebanyak ratusan siswa-siswi dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nahdlatul Ulama (NU) 18 Weleri mengikuti kegiatan outing class edukatif yang berfokus pada pemahaman ketahanan pangan. Acara yang diselenggarakan pada Rabu, 29 April 2026, ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar langsung kepada para peserta didik kelas 1 hingga kelas 5 mengenai seluk-beluk sektor pertanian dan peternakan.

Kegiatan ini mengambil tempat di Teras Pertanian Petani Milenial yang berlokasi di Ngampel, Kendal. Para siswa diajak secara aktif untuk memahami konsep ketahanan pangan melalui serangkaian edukasi praktis. Mereka tidak hanya mendapatkan paparan teori, tetapi juga terlibat langsung dalam berbagai aktivitas lapangan yang dirancang untuk menanamkan pemahaman mendalam.

Edukasi Langsung Menumbuhkan Cinta Lingkungan dan Tanggung Jawab

Kepala MI NU 18 Weleri, Bapak Yusuf Tri Waluyo, menjelaskan bahwa outing class ini merupakan implementasi dari Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diterapkan di sekolahnya. Fokus utama kurikulum ini adalah menanamkan nilai-nilai cinta terhadap alam dan lingkungan sejak usia dini kepada seluruh peserta didik.

“Melalui kegiatan outing class ini, kami berupaya agar anak-anak dapat mengenal dunia pertanian dan peternakan secara lebih dekat,” ujar Bapak Yusuf Tri Waluyo. “Hal ini sangat selaras dengan tujuan Kurikulum Berbasis Cinta, khususnya pada aspek menumbuhkan rasa cinta pada alam dan lingkungan. Anak-anak diajak untuk memahami bahwa menjaga kelestarian alam, mencintai lingkungan, serta menghargai setiap hasil dari sektor pertanian adalah bagian integral dari pembentukan karakter mereka.”

Beliau menambahkan bahwa pengalaman belajar secara langsung di lapangan memiliki dampak yang jauh lebih signifikan dan membekas dalam ingatan siswa dibandingkan metode pembelajaran konvensional di dalam kelas. Interaksi langsung dengan alam dan proses produksi pangan menciptakan memori yang lebih kuat dan bermakna.

“Ketika mereka secara mandiri menanam bibit, merasakan proses memanen, hingga akhirnya membawa pulang hasil dari jerih payah mereka, secara alami akan tumbuh rasa syukur yang mendalam. Selain itu, rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar juga akan turut berkembang. Ini merupakan bekal pengetahuan dan karakter yang sangat penting bagi generasi penerus bangsa di masa depan,” tambahnya dengan optimis.

Praktik Pertanian dan Peternakan yang Interaktif

Di Teras Pertanian Ngampel, para siswa MI NU 18 Weleri mendapatkan kesempatan emas untuk merasakan langsung proses produksi pangan. Mereka terlibat aktif dalam praktik menanam berbagai jenis sayuran, merasakan sensasi menabur benih dan merawat tanaman muda. Pengalaman ini memberikan gambaran nyata tentang bagaimana makanan yang mereka konsumsi sehari-hari diproduksi.

Selain itu, sesi panen ikan lele menjadi salah satu sorotan utama dalam kegiatan tersebut. Siswa-siswi diajak untuk terjun langsung ke kolam, merasakan pengalaman menangkap ikan lele yang telah dibudidayakan. Antusiasme terlihat jelas di wajah mereka saat berhasil memanen hasil tangkapan.

Edukasi Langsung Menumbuhkan Cinta Lingkungan dan Tanggung Jawab

Testimoni Siswa: Senang, Belajar, dan Membawa Pulang Hasil

Salah satu siswi kelas 3, Aisyah Izzati Putri, mengungkapkan rasa senangnya mengikuti outing class tersebut. Ia mengaku sangat menikmati kombinasi antara belajar dan bermain di tengah suasana alam terbuka yang asri.

“Saya senang sekali karena bisa menanam sayur sendiri dan melihat ikan lele yang ukurannya besar-besar. Tadi saya juga ikut memanen ikan lele,” ujar Aisyah dengan riang. “Pulangnya kami bisa membawa pulang sayuran dan ikan lele segar, jadi saya sangat ingin menunjukkan hasil belajar saya ini kepada orang tua di rumah.”

Pengalaman seperti yang dirasakan Aisyah menunjukkan betapa efektifnya pembelajaran berbasis pengalaman langsung dalam memotivasi anak-anak. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga merasakan kepuasan dari hasil usaha sendiri.

Meneladani Ulama Melalui Ziarah Makam

Setelah rangkaian kegiatan pembelajaran yang informatif dan menyenangkan di Teras Pertanian, rombongan MI NU 18 Weleri melanjutkan agenda mereka. Perjalanan dilanjutkan dengan kegiatan ziarah ke makam ulama kharismatik, yaitu KH Dimyati Rois dan Gus Alamuddin. Kedua makam tersebut berlokasi di kompleks Pondok Pesantren Al Fadlu 2, Brangsong.

Kegiatan ziarah ini menjadi penutup rangkaian outing class yang diselenggarakan oleh MI NU 18 Weleri. Lebih dari sekadar penutup, ziarah ini juga berfungsi sebagai sarana penting untuk memperkenalkan para siswa kepada sosok-sosok ulama besar. Melalui kunjungan ini, diharapkan dapat tertanam nilai-nilai keteladanan, adab yang baik, serta kecintaan yang mendalam kepada para kiai sejak usia mereka yang masih belia.

Kegiatan ini mencerminkan komitmen MI NU 18 Weleri dalam memberikan pendidikan yang holistik, menggabungkan pengetahuan akademis, keterampilan praktis, dan pembentukan karakter spiritual serta keagamaan. Dengan mengintegrasikan pembelajaran di alam terbuka dan peneladanan nilai-nilai luhur, sekolah ini berupaya membentuk generasi muda yang berwawasan luas, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia.

Informasi Tambahan Mengenai Berita Terkait:

Berita mengenai kegiatan edukatif ini terpisah dari beberapa berita lain yang muncul pada periode waktu yang berdekatan, seperti isu mengenai dugaan kasus pencabulan di Pesantren Ndholo Kusumo Pati, pengukuhan Prof. Rita Dwi Ratnani sebagai Guru Besar Unwahas, kerjasama UIN Salatiga dengan Mufti Negeri Sabah, dan persiapan Jawa Tengah menghadapi kemarau panjang. Hal ini menegaskan bahwa fokus utama artikel ini adalah pada kegiatan pembelajaran yang positif dan konstruktif yang diselenggarakan oleh MI NU 18 Weleri.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa tujuan utama diadakannya outing class oleh MI NU 18 Weleri?

Tujuan utama diadakannya outing class oleh MI NU 18 Weleri adalah untuk memperkenalkan siswa pada praktik pertanian dan peternakan secara langsung, serta menanamkan pemahaman mengenai pentingnya ketahanan pangan dan nilai cinta alam serta lingkungan.

Di mana lokasi spesifik kegiatan outing class yang diikuti siswa MI NU 18 Weleri?

Kegiatan outing class tersebut bertempat di Teras Pertanian Petani Milenial, Ngampel, Kendal.

Aktivitas apa saja yang dilakukan siswa selama outing class di Teras Pertanian?

Siswa terlibat langsung dalam praktik menanam sayuran dan melakukan panen ikan lele.

Bagaimana kegiatan ini mendukung Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di MI NU 18 Weleri?

Kegiatan ini mendukung KBC dengan menanamkan nilai cinta alam dan lingkungan, serta membentuk karakter anak melalui pemahaman tentang menjaga alam dan menghargai hasil pertanian.

Apa manfaat pengalaman belajar langsung bagi siswa menurut Kepala Sekolah?

Pengalaman belajar langsung akan lebih membekas dalam ingatan siswa, menumbuhkan rasa syukur dan tanggung jawab terhadap lingkungan, serta menjadi bekal penting bagi generasi masa depan.

Kegiatan apa yang menjadi penutup dari rangkaian outing class ini?

Kegiatan penutup outing class adalah ziarah ke makam ulama kharismatik KH Dimyati Rois dan Gus Alamuddin di kompleks Pondok Pesantren Al Fadlu 2 Brangsong.

Berapa kelas siswa MI NU 18 Weleri yang mengikuti kegiatan outing class ini?

Kegiatan outing class ini diikuti oleh siswa kelas 1 hingga kelas 5.

Baca Juga

Loading...