LTNNU Temanggung Perkuat Dakwah Digital Lewat Gathering Media
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Temanggung, Indonesia - Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Temanggung menggelar acara Halal Bihalal dan Gathering Media ke-3 pada Jumat (1/5/2026) di Gedung PCNU Temanggung. Acara ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat jejaring informasi dan dakwah digital di kalangan warga Nahdliyin di wilayah tersebut.
Kegiatan ini dirancang sebagai ikhtiar nyata dalam meningkatkan literasi digital serta kapasitas warga Nahdlatul Ulama (NU) dalam menyebarkan konten positif. Perkembangan pesat teknologi informasi menuntut organisasi keagamaan untuk beradaptasi dan mengambil peran aktif dalam mengisi ruang digital dengan pesan-pesan yang membangun dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Strategi Dakwah Digital LTNNU Temanggung
Ketua LTN PCNU Temanggung, Faiz Syauqy, menekankan urgensi adaptasi di era digital. Ia menyatakan bahwa seluruh elemen organisasi harus mampu memanfaatkan platform digital untuk menyebarkan informasi yang konstruktif. Konten yang dibagikan tidak hanya terbatas pada berita, namun juga mencakup syiar keagamaan dan berbagai materi lain yang memberikan kemaslahatan bagi umat.
Faiz Syauqy menambahkan bahwa dakwah di era digital memerlukan strategi yang matang dan kemampuan teknis yang memadai. Oleh karena itu, LTNNU Temanggung telah menyiapkan serangkaian program pelatihan untuk membekali para pegiat media NU. Program-program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas konten positif yang dihasilkan oleh warga NU.
Program Pelatihan Media dan Desain Grafis
Sebagai tindak lanjut dari komitmen penguatan dakwah digital, LTNNU Temanggung akan segera meluncurkan dua program pelatihan unggulan. Pertama adalah Madrasah Desain, yang akan membekali peserta dengan keterampilan menggunakan perangkat lunak desain grafis populer seperti CorelDraw, Canva, dan Photoshop. Pelatihan ini akan dibatasi hanya untuk 30 peserta guna memastikan kualitas pembelajaran yang optimal.
Pelatihan desain grafis ini diharapkan mampu menghasilkan kader-kader yang mampu membuat materi visual menarik dan informatif. Desain yang baik seringkali menjadi kunci awal untuk menarik perhatian audiens di tengah lautan informasi digital yang sangat kompetitif. Kemampuan ini akan sangat membantu dalam penyampaian pesan-pesan dakwah.
Program kedua yang sedang disiapkan adalah Kelas Menulis. Kurikulum untuk kelas ini tengah dirancang secara matang agar lebih terstruktur dan komprehensif. Kelas menulis ini akan fokus pada teknik penulisan yang efektif, penulisan berita, feature, hingga penulisan konten dakwah yang persuasif dan mencerahkan.
Penyediaan kurikulum yang terstruktur menunjukkan keseriusan LTNNU Temanggung dalam membina potensi menulis di kalangan warga NU. Kemampuan menulis yang baik sangat penting untuk menyampaikan gagasan secara jelas dan meyakinkan, terutama dalam konteks dakwah di ruang digital yang seringkali mengandalkan teks sebagai medium utama.
Kemitraan dan Pendokumentasian Sejarah NU Lokal
Selain program pelatihan, LTNNU Temanggung juga menjalin kemitraan strategis dengan NU Online Jawa Tengah. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperluas jangkauan publikasi kegiatan dan karya-karya warga Nahdliyin. Dengan dukungan media partner yang sudah memiliki kredibilitas, diharapkan informasi positif dari Temanggung dapat tersiar lebih luas.
NU Online Jawa Tengah sendiri merupakan salah satu portal berita keislaman terkemuka di Jawa Tengah, sehingga bermitra dengannya akan memberikan platform yang kuat bagi LTNNU Temanggung untuk mendiseminasikan konten dakwahnya. Kemitraan ini diharapkan saling menguntungkan dalam memperkuat narasi positif NU.
Inisiatif penting lainnya adalah peluncuran program penulisan biografi bertajuk “Muharrik NU Temanggung: Jejak, Kiprah, dan Teladan”. Program ini merupakan upaya LTNNU Temanggung untuk mendokumentasikan secara sistematis kontribusi para tokoh penggerak NU di Kabupaten Temanggung yang selama ini mungkin belum terekam secara memadai. Tujuannya adalah untuk memperkaya literasi ke-NU-an yang berbasis pada kearifan dan sejarah lokal.
Pendokumentasian biografi para 'muharrik' (penggerak) NU ini penting untuk memberikan teladan dan inspirasi bagi generasi muda. Sejarah perjuangan tokoh-tokoh NU lokal dapat menjadi sumber motivasi dan pemahaman yang mendalam tentang khittah Nahdlatul Ulama.
Dukungan Pimpinan PCNU Temanggung
Ketua Tanfidziyah PCNU Temanggung, KH. Nurul Yaqin, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah-langkah strategis yang diambil oleh LTNNU Temanggung. Beliau mendorong para pegiat media di lingkungan NU untuk senantiasa bersungguh-sungguh dalam melaksanakan dakwah melalui platform digital.
KH. Nurul Yaqin mengibaratkan pentingnya peran media digital saat ini dengan peran Hasan bin Tsabit, seorang penyair yang pada masa Rasulullah SAW membela Islam melalui karya-karyanya. Analoginya, di era modern ini, perjuangan untuk Islam dan NU dapat diwujudkan melalui produksi konten media yang positif dan konstruktif.
Gus Nurul, sapaan akrab KH. Nurul Yaqin, juga menyoroti perlunya upaya kolektif untuk memperbaiki citra lembaga pendidikan Islam, khususnya pesantren. Beliau prihatin dengan maraknya pemberitaan negatif yang tidak selalu mencerminkan realitas sesungguhnya dari dunia pesantren. Upaya bersama diperlukan untuk membangun citra pesantren yang positif dan berdaya saing.
“Mari kita bangun wadah, gerakan, dan sistem untuk menguatkan citra positif pesantren,” tegas Gus Nurul, mengajak seluruh elemen NU untuk berpartisipasi aktif dalam upaya ini. Membangun narasi positif tentang pesantren adalah tugas bersama yang membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak.
Lebih lanjut, Gus Nurul mengajak seluruh warga NU untuk meningkatkan dukungan dan partisipasi dalam menghidupkan media sosial milik organisasi. Beliau menyayangkan fenomena besarnya jumlah warga NU yang belum sepenuhnya diimbangi dengan kehadiran yang kuat dan aktif di ranah digital. Konten positif dari media NU perlu didukung dan disebarluaskan.
“Selain menggerakkan massa, kita juga harus mengaktifkan media dengan konten-konten positif demi kejayaan Islam dan Nahdlatul Ulama,” pungkas Gus Nurul. Seruan ini menegaskan bahwa dakwah digital bukan hanya tentang kuantitas pengikut, tetapi juga tentang kualitas konten yang disajikan untuk kemaslahatan umat dan kejayaan organisasi.
Konteks Berita Terkait: Kasus Pesantren dan Isu Digital
Perlu dicatat bahwa kegiatan penguatan dakwah digital ini diselenggarakan di tengah maraknya pemberitaan terkait isu-isu di beberapa pesantren di Indonesia, seperti yang terjadi di Pati. Berbagai berita yang muncul mulai dari tuntutan pengusutan kasus pencabulan, pernyataan ketua yayasan, kesaksian mantan pengikut, hingga rekomendasi khusus dari Kemenag dan desakan dari PC GP Ansor Pati. Isu-isu ini menjadi pengingat akan pentingnya transparansi dan penanganan yang tepat dalam setiap lembaga pendidikan, termasuk pesantren.
Di sisi lain, isu-isu positif terkait pengembangan pendidikan dan pengabdian juga terus bermunculan, seperti pengukuhan guru besar Prof. Rita Dwi Ratnani di Unwahas dan kolaborasi UIN Salatiga dengan Mufti Negeri Sabah untuk pengabdian lintas negara. Hal ini menunjukkan dinamika yang beragam dalam lanskap keagamaan dan pendidikan di Indonesia.
Sementara itu, berbagai kegiatan organisasi kemasyarakatan pemuda NU seperti pelantikan PAC IPNU Pamotan dan kesiapsiagaan menghadapi kemarau panjang di Jawa Tengah juga menjadi bagian dari upaya penguatan organisasi di berbagai tingkatan dan aspek kehidupan. Semua ini menunjukkan ekosistem NU yang terus bergerak dan beradaptasi dengan tantangan zaman.
Dalam konteks digitalisasi yang terus berkembang, penguatan dakwah melalui media menjadi krusial. LTNNU Temanggung dengan program-programnya telah menunjukkan komitmen untuk berkontribusi dalam arus informasi positif di dunia maya, seiring dengan upaya NU secara keseluruhan dalam menghadapi berbagai tantangan dan peluang di era digital.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa tujuan utama dari Halal Bihalal dan Gathering Media ke-3 yang diadakan oleh LTNNU Temanggung?
Tujuan utama acara ini adalah untuk memperkuat jejaring informasi dan dakwah digital di kalangan warga Nahdliyin Temanggung, serta meningkatkan literasi digital dan kemampuan mereka dalam menyebarkan konten positif di media.
Program pelatihan apa saja yang akan dibuka oleh LTNNU Temanggung sebagai tindak lanjut acara ini?
LTNNU Temanggung akan membuka dua program pelatihan: Madrasah Desain yang mencakup materi CorelDraw, Canva, dan Photoshop (terbatas 30 peserta), serta Kelas Menulis yang kurikulumnya sedang disiapkan agar lebih terstruktur.
Siapa mitra media yang digandeng oleh LTNNU Temanggung untuk memperluas jangkauan publikasi?
LTNNU Temanggung menggandeng NU Online Jawa Tengah sebagai mitra media untuk memperluas jangkauan publikasi kegiatan warga Nahdliyin.
Program apa yang digagas LTNNU Temanggung untuk mendokumentasikan sejarah tokoh NU lokal?
LTNNU Temanggung menggagas program penulisan biografi bertajuk “Muharrik NU Temanggung: Jejak, Kiprah, dan Teladan” untuk mendokumentasikan kontribusi para penggerak NU di Temanggung.
Mengapa KH. Nurul Yaqin menekankan pentingnya konten media yang positif?
KH. Nurul Yaqin menekankan pentingnya konten media positif sebagai bentuk perjuangan di era digital saat ini, analog dengan peran Hasan bin Tsabit yang membela Islam melalui syair di masa Rasulullah SAW.
Apa yang menjadi sorotan KH. Nurul Yaqin terkait citra pesantren?
KH. Nurul Yaqin menyoroti perlunya upaya kolektif untuk memperbaiki citra pesantren di tengah maraknya pemberitaan negatif yang tidak selalu mencerminkan realitas, serta mengajak untuk membangun wadah, gerakan, dan sistem penguatan citra positif pesantren.
Apa ajakan KH. Nurul Yaqin kepada warga NU terkait media sosial milik NU?
KH. Nurul Yaqin mengajak warga NU untuk lebih aktif mendukung dan menghidupkan media sosial milik NU, serta mengaktifkan media dengan konten-konten positif demi kejayaan Islam dan Nahdlatul Ulama, mengingat belum semua warga NU hadir kuat di ruang digital.