Jadwal Puasa Sunnah Mei 2026: Ayyamul Bidh, Senin-Kamis, Tarwiyah & Arafah

Table of Contents
Cek Disini, Jadwal Puasa Sunnah Selama Bulan Mei 2026
Jadwal Puasa Sunnah Mei 2026: Ayyamul Bidh, Senin-Kamis, Tarwiyah & Arafah

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Bulan Mei 2026 Masehi, yang bertepatan dengan sebagian bulan Syawal, Dzulqa'dah, dan Dzulhijjah dalam kalender Hijriah, menawarkan sejumlah kesempatan berharga bagi umat Muslim untuk meningkatkan amalan melalui puasa sunnah. Keberadaan puasa sunnah Ayyamul Bidh, puasa Senin dan Kamis, serta amalan puasa di bulan mulia seperti Dzulqa'dah dan Dzulhijjah, ditambah puasa Tarwiyah dan Arafah, menjadi agenda ibadah yang sarat pahala.

Informasi ini sangat penting bagi umat Muslim yang ingin menyempurnakan ibadah mereka. Ketersediaan jadwal yang jelas memudahkan perencanaan amalan sunnah sepanjang bulan.

Memahami Puasa Ayyamul Bidh: Hari-Hari Cerah Penuh Berkah

Salah satu amalan puasa sunnah yang dapat dilaksanakan umat Muslim setiap bulannya adalah puasa Ayyamul Bidh. Puasa ini memiliki makna khusus dan keutamaan yang luar biasa bagi pelakunya.

Sebagaimana dijelaskan oleh Ustadz Ahmad Muntaha dalam artikel yang dikutip oleh NU Online pada Ahad, 3 Mei 2026, Ayyamul Bidh secara harfiah berarti 'hari-hari cerah'. Istilah ini merujuk pada tiga hari dalam setiap bulan Hijriah yang malamnya disinari oleh bulan purnama.

Hari-hari yang dimaksud jatuh pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan dalam kalender Hijriah. Di bulan kelima penanggalan Masehi tahun 2026, puasa Ayyamul Bidh dapat dilaksanakan pada 1-3 Mei 2026 dan puncaknya pada 31 Mei 2026.

Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, puasa di hari-hari Ayyamul Bidh hukumnya adalah sunnah muakkad, sebuah amalan yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Riwayat tersebut menyatakan, “Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: ‘Rasulullah saw sering tidak makan (berpuasa) pada hari-hari yang malamnya cerah (ayyamul bidh) baik di rumah maupun dalam bepergian’.” (HR an-Nasa’i dengan sanad hasan).

Keutamaan puasa Ayyamul Bidh begitu besar, bahkan setara dengan puasa sepanjang tahun. Hal ini diperkuat oleh hadits riwayat Abudzar RA. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Siapa saja yang berpuasa tiga hari dari setiap bulan, maka puasa tersebut seperti puasa sepanjang tahun. Kemudian Allah menurunkan ayat dalam kitabnya yang mulai karena membenarkan hal tersebut: ‘Siapa saja yang datang dengan kebaikan maka baginya pahala 10 kali lipatnya’ [QS al-An’am: 160]. Satu hari sama dengan 10 hari.” (HR Ibnu Majah dan at-Tirmidzi. Hadits ini dinilai hasan oleh at-Tirmidzi dan shahih dari jalur Abu Hurairah RA, sebagaimana termaktub dalam kitab I'anatut Thalibin).

Dzulqa'dah dan Dzulhijjah: Bulan Mulia dan Keutamaan Puasanya

Bulan Dzulqa'dah dan Dzulhijjah merupakan bagian dari bulan-bulan mulia atau 'asyhurul hurum' dalam Islam. Puasa yang dilaksanakan pada bulan-bulan ini sangat dianjurkan, sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Dalam artikel mengenai puasa Rajab, Ustadz Ahmad Muntaha mengutip sebuah hadits yang menjelaskan pahala puasa di bulan mulia. Hadits tersebut menyatakan, “Barang siapa yang berpuasa satu hari pada bulan-bulan yang dimuliakan (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab), maka ia akan mendapat pahala puasa 30 hari.”

Bagi umat Muslim, ini merupakan kesempatan emas untuk mengumpulkan pahala dengan berpuasa di hari-hari tertentu dalam dua bulan ini. Dengan berpuasa satu hari saja, pahalanya dilipatgandakan layaknya berpuasa selama satu bulan penuh.

Puasa Senin dan Kamis: Amalan Sunnah Rutin Rasulullah SAW

Puasa pada hari Senin dan Kamis memiliki keutamaan tersendiri yang senantiasa dijaga oleh Rasulullah SAW. Ustadz Muhammad Abror dalam artikelnya merinci berbagai keutamaan dari amalan sunnah ini.

Memahami Puasa Ayyamul Bidh: Hari-Hari Cerah Penuh Berkah

Pelaksanaan puasa Senin di bulan Mei 2026 dapat dimulai pada Senin, 4 Mei 2026. Sementara itu, puasa Kamis dapat dilaksanakan mulai Kamis, 7 Mei 2026. Terdapat beberapa keutamaan spesifik dari puasa di hari-hari ini.

Pertama, puasa Senin dan Kamis adalah amalan yang konsisten dilakukan oleh Rasulullah SAW. Siti Aisyah RA meriwayatkan, “Nabi ï·º selalu menjaga puasa Senin dan Kamis.” (HR Tirmidzi dan Ahmad)..

Kedua, hari Senin dan Kamis adalah waktu penyetoran amal perbuatan manusia kepada Allah SWT. Rasulullah SAW menyatakan keinginannya agar amalnya diserahkan saat beliau dalam keadaan berpuasa, “Amal perbuatan manusia akan disampaikan pada setiap hari Kamis dan Senin. Maka aku ingin amalku diserahkan saat aku berpuasa” (HR Tirmidzi).

Ketiga, pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Semua dosa hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu akan diampuni, kecuali bagi orang yang antara dia dan saudaranya terdapat kebencian dan perpecahan.” (HR Muslim, No. 4652).

Khusus pada hari Senin, momen ini juga bertepatan dengan hari kelahiran dan wafatnya Rasulullah SAW. Beliau menjelaskan bahwa puasa di hari Senin juga terkait dengan momen kelahirannya dan saat pertama kali menerima wahyu.

Puasa Tarwiyah dan Arafah: Penghapus Dosa Menjelang Idul Adha

Menjelang Hari Raya Idul Adha, terdapat dua hari puasa sunnah yang sangat dianjurkan, yaitu puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah) dan puasa Arafah (9 Dzulhijjah). Ustadz Sunnatullah menjelaskan bahwa puasa di dua hari ini memiliki keutamaan menghapus dosa.

Keutamaan ini didasarkan pada hadits riwayat Ibnu Abbas dan Ibnu Najjar, sebagaimana dikutip dari artikel tentang khutbah Jumat. Hadits tersebut menyebutkan, “Puasa hari Tarwiyah bisa menghapus dosa setahun. Sedangkan puasa hari Arafah bisa menghapus dosa dua tahun.”

Ini menjadikan puasa Tarwiyah dan Arafah sebagai momen yang sangat berharga untuk membersihkan diri dari dosa-dosa, sebagai bekal spiritual menjelang hari raya kurban.

Jadwal Lengkap Puasa Sunnah Bulan Mei 2026 (1447 H)

Memadukan seluruh informasi di atas, berikut adalah jadwal rinci puasa sunnah yang dapat dilaksanakan umat Muslim sepanjang Bulan Mei 2026 Masehi / Syawal dan Dzulqa'dah serta Dzulhijjah 1447 Hijriah:

Jadwal Harian Puasa Sunnah Mei 2026

  • Jumat, 1 Mei 2026 / 13 Dzulqa'dah 1447 H: Puasa Sunnah Ayyamul Bidh.
  • Sabtu, 2 Mei 2026 / 14 Dzulqa'dah 1447 H: Puasa Sunnah Ayyamul Bidh.
  • Ahad, 3 Mei 2026 / 15 Dzulqa'dah 1447 H: Puasa Sunnah Ayyamul Bidh.
  • Senin, 4 Mei 2026 / 16 Dzulqa'dah 1447 H: Puasa Sunnah Senin.
  • Kamis, 7 Mei 2026 / 19 Dzulqa'dah 1447 H: Puasa Sunnah Kamis.
  • Senin, 11 Mei 2026 / 23 Dzulqa'dah 1447 H: Puasa Sunnah Senin.
  • Kamis, 14 Mei 2026 / 26 Dzulqa'dah 1447 H: Puasa Sunnah Kamis.
  • Senin, 18 Mei 2026 / 1 Dzulhijjah 1447 H: Puasa Sunnah Senin.
  • Kamis, 21 Mei 2026 / 4 Dzulhijjah 1447 H: Puasa Sunnah Kamis.
  • Senin, 25 Mei 2026 / 8 Dzulhijjah 1447 H: Puasa Sunnah Senin dan Puasa Tarwiyah.
  • Selasa, 26 Mei 2026 / 9 Dzulhijjah 1447 H: Puasa Sunnah Arafah.
  • Ahad, 31 Mei 2026 / 14 Dzulhijjah 1447 H: Puasa Sunnah Ayyamul Bidh.

Dengan adanya panduan jadwal ini, umat Muslim di Indonesia dan seluruh dunia dapat mempersiapkan diri untuk memaksimalkan ibadah puasa sunnah di bulan Mei 2026. Memanfaatkan setiap kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui amalan-amalan yang dicintai-Nya.

Cek Disini untuk informasi lebih lanjut mengenai kalender Islam dan berbagai amalan sunnah lainnya yang dapat menambah keberkahan hidup.

(Catatan: Artikel ini disusun berdasarkan informasi yang tersedia per 4 Mei 2026. Jadwal dapat bervariasi tergantung pada penetapan awal bulan Hijriah oleh otoritas keagamaan yang berwenang.)



Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa itu puasa Ayyamul Bidh dan kapan pelaksanaannya di Mei 2026?

Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tiga hari setiap bulan Hijriah, yaitu tanggal 13, 14, dan 15. Di bulan Mei 2026, puasa Ayyamul Bidh jatuh pada tanggal 1-3 Mei dan 31 Mei.

Berapa pahala yang didapat dari puasa Ayyamul Bidh?

Berdasarkan hadits, puasa tiga hari Ayyamul Bidh setiap bulan setara dengan puasa sepanjang tahun, karena satu hari puasa dihitung sepuluh hari kebaikan.

Mengapa puasa di bulan Dzulqa'dah dan Dzulhijjah dianjurkan?

Dzulqa'dah dan Dzulhijjah termasuk bulan mulia (asyhurul hurum). Berpuasa satu hari di bulan-bulan ini dijanjikan pahala seperti berpuasa selama 30 hari.

Apa keutamaan puasa hari Senin dan Kamis?

Puasa Senin dan Kamis adalah sunnah Rasulullah SAW, waktu di mana amal disetorkan, dan pintu surga dibuka. Khusus Senin, juga bertepatan dengan hari lahir dan wafat Nabi.

Berapa tahun dosa yang dihapus dengan puasa Tarwiyah dan Arafah?

Puasa hari Tarwiyah (8 Dzulhijjah) dapat menghapus dosa setahun, sedangkan puasa hari Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapus dosa dua tahun.

Apakah ada puasa sunnah lain yang bisa dilaksanakan di Mei 2026?

Ya, selain yang disebutkan, umat Muslim juga dapat melaksanakan puasa Senin dan Kamis secara rutin, serta memanfaatkan periode awal Dzulqa'dah dan Dzulhijjah yang termasuk bulan mulia.

Baca Juga

Loading...