Doa Penting Saat Tinggalkan Madinah untuk Jamaah Haji Indonesia
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Kamis, 30 April 2026 | 11:30 WIB. Kloter-kloter awal jamaah haji Indonesia kini tengah bersiap meninggalkan Kota Madinah, Arab Saudi, menuju Kota Makkah Al-Mukarramah. Momen perpindahan ini menandai dimulainya rangkaian ibadah haji yang sesungguhnya.
Bagi umat Islam yang akan meninggalkan kota bersejarah tempat hijrahnya Nabi Muhammad SAW ini, para ulama menganjurkan untuk tidak melewatkan sebuah doa khusus. Doa ini dirancang untuk memohon keselamatan saat kembali ke tanah air, meraih limpahan pahala, serta harapan untuk dapat kembali berkunjung ke kota suci Madinah di masa mendatang.
Pentingnya Doa Saat Berpisah dengan Madinah
Kepergian dari Madinah bukanlah sekadar perpindahan geografis, melainkan sebuah momen spiritual yang sarat makna. Kota ini menyimpan jejak langkah Rasulullah SAW dan para sahabat, serta menjadi pusat penyebaran ajaran Islam.
Ustadz Alhafiz Kurniawan, Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU), menekankan pentingnya amalan ini. Dalam sebuah kutipan yang dilansir dari NU Online pada Kamis (30/4/2026), ia menyatakan bahwa pengunjung Kota Madinah dianjurkan untuk melaksanakan shalat sunnah wada' dua rakaat di masjid.
Setelah menunaikan shalat, momen ini menjadi waktu yang tepat untuk memanjatkan doa sesuai dengan keinginan hati. Doa ini menjadi penutup spiritual sebelum meninggalkan kawasan yang penuh berkah tersebut.
Anjuran Ziarah dan Pamitan
Lebih lanjut, Ustadz Alhafiz Kurniawan menambahkan bahwa sebelum meninggalkan Madinah, jamaah juga dianjurkan untuk melakukan ziarah terakhir kepada makam Rasulullah SAW. Momen ini merupakan kesempatan untuk berpamitan dengan penuh penghormatan dan kerendahan hati.
Dalam prosesi pamitan tersebut, disunnahkan untuk membaca doa khusus yang telah diajarkan dalam kitab-kitab fiqih haji. Salah satu sumber rujukan doa ini adalah kitab Al-Idlah fi Manasikil Hajj yang ditulis oleh Imam An-Nawawi.
Teks Doa Saat Meninggalkan Madinah dan Maknanya
Doa yang dianjurkan untuk dibaca saat meninggalkan Kota Madinah adalah sebagai berikut:
اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْ هَذَا آخِرَ العَهْدِ بِحَرَمِ رَسُوْلِكَ وَيَسِّرْ لِيَ العَوْدَ إِلَى الحَرَمَيْنِ سَبِيْلًا سَهْلَةً بِمَنِّكَ وَفَضْلِكَ وَارْزُقْنِيَ العَفْوَ وَالعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَرُدَّنَا سَالِمِيْنَ غَانِمِيْنَ إِلَى أَوْطَانِنَا آمِنِيْنَ
Latinisasi doa tersebut adalah:
Allāhumma lā taj‘al ākhiral ‘ahdi bi harami rasūlika. Wa yassir liyal ‘awda ill haramayni sabīlan sahlatan bi mannika wa fadhlika. Warzuqniyal ‘afwa wal ‘āfiyata fid duniya wal ākhirah. Wa ruddanā sālimīna ghānimīn ilā awthāninā āminīn.
Adapun terjemahan dari doa ini adalah:
“Ya Allah, jangan jadikan ini akhir kesempatan pertemuanku dengan tanah haram Rasul-Mu. Mudahkanlah aku untuk kembali ke dua tanah suci ini [Makkah dan Madinah] dengan mudah dan ringan dengan anugerah dan kemurahan-Mu. Anugerahkanlah aku ampunan dan afiat di dunia dan akhirat. Dan kembalikanlah kami ke tanah air kami dalam keadaan selamat, meraih banyak pahala, dan aman.”
Makna Mendalam di Balik Bacaan Doa
Setiap untaian kalimat dalam doa ini memiliki makna spiritual yang mendalam bagi seorang muslim. Permohonan agar tidak dijadikan akhir dari pertemuan dengan tanah haram Rasulullah SAW menunjukkan kerinduan untuk kembali.
Permohonan kemudahan untuk kembali ke dua tanah suci, yaitu Makkah dan Madinah, adalah harapan agar diberikan kesempatan lagi untuk menunaikan ibadah haji atau umrah di masa depan. Hal ini juga mencakup permohonan untuk kemudahan dalam segala urusan perjalanan spiritual selanjutnya.
Doa untuk memohon ampunan (afwa) dan kesehatan (afiat) di dunia dan akhirat mencerminkan kesadaran akan keterbatasan manusia dan kebutuhan akan rahmat Allah SWT. Ini adalah permohonan perlindungan dari segala macam kesulitan dan cobaan.
Terakhir, permohonan untuk dikembalikan ke tanah air dalam keadaan selamat, meraih banyak pahala (ghānimīn), dan aman adalah puncak dari segala harapan. Ini adalah ungkapan rasa syukur atas perjalanan ibadah yang telah dilalui dan harapan untuk kembali membawa bekal spiritual yang berharga.
Implikasi Spiritual dan Praktis
Membaca doa ini bukan hanya sekadar rutinitas, tetapi merupakan refleksi dari keimanan dan rasa cinta kepada Rasulullah SAW serta tanah suci. Hal ini juga merupakan pengingat bahwa ibadah haji adalah perjalanan spiritual yang harus diakhiri dengan kesadaran dan harapan untuk terus meningkatkan diri.
Setelah memanjatkan doa ini, jamaah dapat melanjutkan perjalanan mereka menuju Makkah. Kepindahan ini merupakan fase penting dalam ibadah haji, yang akan dilanjutkan dengan pelaksanaan tawaf qudum (tawaf selamat datang) setibanya di Makkah, jika memungkinkan.
Peran Ulama dalam Panduan Ibadah Haji
Peran para ulama, seperti Ustadz Alhafiz Kurniawan, sangat krusial dalam memberikan panduan ibadah haji yang sesuai dengan ajaran Islam. Melalui kajian dan penulisan, mereka memastikan bahwa umat Islam dapat melaksanakan ibadah dengan benar dan mendapatkan manfaat spiritual yang maksimal.
Sumber-sumber klasik seperti kitab Al-Idlah fi Manasikil Hajj menjadi rujukan utama dalam penyampaian amalan-amalan sunnah dan doa-doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dan para ulama terdahulu.
Faq Section
Pertanyaan yang Sering Diajukan Seputar Meninggalkan Madinah
-
Apa yang harus dilakukan saat meninggalkan Kota Madinah?
Saat meninggalkan Kota Madinah, jamaah haji Indonesia dianjurkan untuk melaksanakan shalat sunnah wada' dua rakaat dan memanjatkan doa khusus yang telah diajarkan ulama. Selain itu, disunnahkan pula untuk berziarah terakhir kepada makam Rasulullah SAW dan berpamitan.
-
Mengapa penting membaca doa saat meninggalkan Madinah?
Membaca doa saat meninggalkan Madinah penting untuk memohon keselamatan dalam perjalanan, meraih pahala yang berlimpah, serta memohon agar diberikan kesempatan untuk kembali berkunjung ke kota suci tersebut di masa mendatang. Ini juga sebagai bentuk penghargaan dan pamitan spiritual terhadap kota yang memiliki nilai sejarah dan keagamaan tinggi.
-
Dari mana sumber doa saat meninggalkan Madinah?
Doa saat meninggalkan Madinah bersumber dari ajaran Rasulullah SAW yang tercatat dalam kitab-kitab fiqih haji, salah satunya adalah kitab Al-Idlah fi Manasikil Hajj karya Imam An-Nawawi. Penjelasan mengenai doa ini juga dapat ditemukan dalam kajian ulama kontemporer seperti Ustadz Alhafiz Kurniawan dari LBM PBNU.
-
Apa makna utama dari doa saat meninggalkan Madinah?
Makna utama doa tersebut mencakup permohonan agar pertemuan terakhir dengan tanah haram Rasulullah SAW bukanlah sebuah perpisahan permanen, harapan untuk dimudahkan kembali ke Makkah dan Madinah, memohon ampunan dan kesehatan di dunia dan akhirat, serta dikembalikan ke tanah air dalam keadaan selamat dan penuh keberkahan.
-
Apakah doa ini wajib dibaca?
Membaca doa ini termasuk dalam anjuran (sunnah) para ulama, bukan kewajiban mutlak. Namun, sangat dianjurkan untuk dilaksanakan demi mendapatkan keberkahan dan kesempurnaan spiritual dalam rangkaian ibadah haji.