Ansor Purworejo Tutup Harlah ke-92 dengan Tebar 1.934 Benih Ikan
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Purworejo mengakhiri rangkaian perayaan Hari Lahir (Harlah) ke-92 dengan sebuah kegiatan yang berfokus pada keberlanjutan lingkungan. Acara puncak yang diselenggarakan pada Jumat sore, 1 April 2026, ini menggabungkan aspek kebugaran fisik melalui olahraga goes dan aksi nyata pelestarian ekosistem perairan melalui tebar benih ikan. Lokasi terpilih untuk kegiatan penutup ini adalah Bendungan Kedung Putri, yang terletak di Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo.
Kegiatan yang dimulai dari pusat Kota Purworejo ini berakhir dengan khidmat di Bendungan Kedung Putri. Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Purworejo, M. Tashilul Manasik, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian acara yang telah digelar.
Rincian Kegiatan dan Makna Simbolis
M. Tashilul Manasik merinci bahwa kegiatan goes sore itu berjalan dengan sukses, puncaknya adalah pelepasan 1.934 ekor benih ikan ke dalam perairan Bendungan Kedung Putri. Jumlah benih ikan yang ditebar ini memiliki makna simbolis yang mendalam, secara spesifik disesuaikan dengan tahun berdirinya organisasi Gerakan Pemuda Ansor, yaitu tahun 1934. Pemilihan angka ini menegaskan kembali sejarah panjang dan kontribusi Ansor sejak awal pendiriannya.
Jenis ikan yang dipilih untuk ditebar adalah ikan melem dan tawes, yang merupakan spesies asli perairan lokal dan memiliki peran penting dalam rantai makanan ekosistem air. Pemilihan jenis ikan ini menunjukkan pertimbangan Ansor Purworejo terhadap kelestarian jenis ikan lokal dan upaya menjaga keseimbangan hayati di bendungan.
Lebih dari Sekadar Penutup Rangkaian Harlah
Menurut M. Tashilul Manasik, kegiatan tebar benih ikan ini bukanlah sekadar seremonial penutup rangkaian peringatan Harlah ke-92 Ansor. Ia menekankan bahwa acara ini dirancang untuk memberikan dampak positif yang nyata dan berkelanjutan, tidak hanya bagi anggota organisasi tetapi juga bagi masyarakat luas serta kelestarian lingkungan alam.
“Harapannya, ini menjadi penutup rangkaian harlah yang benar-benar berdampak, tidak hanya bagi internal organisasi, tetapi juga masyarakat serta kelestarian lingkungan,” ujar M. Tashilul Manasik, menggarisbawahi komitmen Ansor terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Sinergi Lintas Bidang di Tubuh Ansor
Acara penutupan ini juga menjadi bukti nyata sinergi antar berbagai bidang dalam struktur Gerakan Pemuda Ansor. Keterlibatan lintas divisi mencakup bidang sosial lingkungan yang memprakarsai kegiatan ini, bidang advokasi yang turut memberikan dukungan, serta Barisan Ansor Serbaguna (Banser) melalui satuan pertahanan sipilnya, Bagana, yang turut ambil bagian dalam pengamanan dan kelancaran acara.
“Selain menjaga kebugaran jasmani melalui olahraga, kami juga berikhtiar menjaga alam. Ini bagian dari tanggung jawab kader Ansor,” tegas M. Tashilul Manasik, menunjukkan bahwa kaderisasi Ansor mencakup aspek fisik, spiritual, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Apresiasi dari Pemerintah Desa
Inisiatif yang digagas oleh PC GP Ansor Purworejo ini mendapat sambutan positif dari pemerintah setempat. Sekretaris Desa Trirejo, Vabrian Mahendra, menyampaikan apresiasi yang tulus atas peran aktif organisasi pemuda ini dalam menjaga potensi lingkungan. Ia memandang kegiatan ini sebagai langkah awal yang sangat positif untuk pelestarian ekosistem perairan di wilayah Desa Trirejo.
Vabrian Mahendra menambahkan, “Harapan kami, manfaatnya bisa dirasakan masyarakat luas serta menjadi kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang.” Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara organisasi masyarakat dan pemerintah desa dalam upaya pelestarian lingkungan.
Manfaat Jangka Panjang bagi Ekosistem dan Masyarakat
Pelepasan benih ikan ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan populasi ikan di Bendungan Kedung Putri, yang secara langsung akan bermanfaat bagi ekosistem perairan. Ikan yang tumbuh dari benih ini nantinya dapat menjadi sumber pangan bagi masyarakat sekitar, serta menjaga keseimbangan rantai makanan di perairan tersebut. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian sumber daya alam bagi generasi yang akan datang.
Aksi nyata seperti ini menunjukkan bahwa organisasi pemuda dapat berperan lebih luas dari sekadar kegiatan seremonial keagamaan atau sosial. Dengan menggabungkan semangat peringatan hari besar organisasi dengan program pemberdayaan dan pelestarian lingkungan, Ansor Purworejo memberikan contoh positif tentang bagaimana sebuah organisasi dapat berkontribusi secara konkret bagi masyarakat dan alam sekitarnya. Keberhasilan kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi organisasi lain untuk melakukan inisiatif serupa.