Vidi Aldiano Meninggal Dunia di Usia 35 Tahun Akibat Kanker Ginjal
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Dunia musik Indonesia dirundung duka mendalam pada penghujung pekan pertama Maret 2026. Penyanyi pop kenamaan, Vidi Aldiano, dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu sore (7/3/2026) di usia 35 tahun.
Pelantun tembang hits era 2000-an tersebut mengembuskan napas terakhirnya setelah perjuangan panjang melawan penyakit kanker. Kabar duka ini dikonfirmasi langsung oleh pihak keluarga melalui pesan singkat kepada awak media.
Konfirmasi Keluarga dan Ucapan Belasungkawa
Ayah kandung Vidi, Harry Apriyanto Kiswoyo atau yang akrab disapa Harry Kiss, menyampaikan bahwa putranya wafat dengan tenang. Harry menyebutkan bahwa Vidi didampingi oleh seluruh keluarga besar saat detik-detik terakhirnya menghadap Sang Pencipta.
Kepergian sosok yang dikenal ceria ini mengejutkan banyak pihak, termasuk rekan sesama selebriti. Deddy Corbuzier menjadi salah satu figur publik pertama yang mengungkapkan rasa kehilangannya melalui media sosial pribadinya.
“Saya patah hati, Anda berpulang terlalu dini, sungguh jiwa yang indah,” tulis Deddy dalam unggahan tersebut. Ia juga menyatakan penyesalannya karena tidak sempat mengenal sosok penyanyi tersebut secara lebih mendalam semasa hidupnya.
Riwayat Perjuangan Melawan Kanker Ginjal
Vidi Aldiano, yang bernama asli Oxavia Aldiano, diketahui telah mengidap kanker ginjal sejak tahun 2019. Sejak diagnosis tersebut, suami dari aktris Sheila Dara ini sangat aktif membagikan perkembangan kesehatannya melalui platform digital.
Pada Desember 2025 silam, Vidi sempat mengunggah pesan menyentuh mengenai enam tahun perjalanannya melawan penyakit tersebut. Ia menyebut cobaan itu sebagai hikmah yang mengubah prioritas hidupnya dan membuatnya lebih bersyukur atas setiap waktu yang dimiliki.
Industri musik tanah air kehilangan dua tokoh besarnya dalam waktu yang hampir bersamaan. Beberapa jam sebelum Vidi wafat, legenda musik Donny Fattah, pemain bass band God Bless, juga dikabarkan meninggal dunia akibat komplikasi penyakit.
Catatan Karier dan Kemenangan Hukum Terakhir
Sebelum tutup usia, Vidi sempat memenangkan sengketa hukum terkait lagu "Nuansa Bening" pada November 2025. Gugatan yang dilayangkan oleh Keenan Nasution perihal komersialisasi lagu tersebut dinyatakan tidak dapat diterima (NO) oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.
Humas PN Jakarta Pusat, Muhammad Firman Akbar, menjelaskan kala itu bahwa gugatan dinyatakan cacat formil. Hal ini memberikan kepastian hukum bagi Vidi atas lagu yang telah melambungkan namanya di album perdana tahun 2008 tersebut.
Vidi Aldiano meninggalkan warisan empat album studio yang fenomenal, yakni Pelangi di Malam Hari, Yang Kedua, Persona, dan Senandika. Dedikasinya pada seni suara menjadikannya salah satu ikon musik pop paling berpengaruh di generasinya.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Kapan Vidi Aldiano meninggal dunia?
Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu sore, 7 Maret 2026.
Apa penyebab Vidi Aldiano meninggal dunia?
Vidi Aldiano meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit kanker ginjal yang dideritanya sejak tahun 2019.
Apa saja album yang pernah dirilis Vidi Aldiano?
Vidi merilis empat album utama: Pelangi di Malam Hari (2008), Yang Kedua (2011), Persona (2016), dan Senandika (2022).
Bagaimana status sengketa lagu Nuansa Bening sebelum Vidi wafat?
Pada November 2025, Pengadilan Niaga Jakarta Pusat menolak gugatan Keenan Nasution karena dianggap cacat formil, sehingga kemenangan berpihak pada Vidi Aldiano.
Ditulis oleh: Doni Saputra
