Update Jadwal Puasa Ramadan 1447 H: Muhammadiyah Hari Ke-21, Pemerintah Ke-20
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Umat Muslim di Indonesia saat ini telah memasuki fase krusial sepuluh hari terakhir pada bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Berdasarkan kalender masehi, hari ini Selasa, 10 Maret 2026, menunjukkan adanya perbedaan hitungan jumlah hari puasa di tengah masyarakat.
Perbedaan ini muncul sebagai dampak dari ketetapan awal Ramadan yang tidak seragam antara organisasi kemasyarakatan dan otoritas negara. Fenomena ini menuntut ketelitian masyarakat dalam menghitung jumlah hari ibadah yang telah mereka lalui.
Perbandingan Hitungan Muhammadiyah dan Pemerintah
Menurut perhitungan resmi Pimpinan Pusat Muhammadiyah, tanggal 10 Maret 2026 merupakan hari ke-21 pelaksanaan ibadah puasa. Hal ini merujuk pada penetapan awal Ramadan 1447 H yang jatuh lebih awal pada 18 Februari 2026.
Keputusan tersebut didasarkan pada hasil hisab Majelis Tarjih dan Tajdid yang menyatakan syarat astronomi telah terpenuhi secara akurat. Bagi warga Muhammadiyah, tonggak sejarah seperti hari ke-16 puasa pun telah dilewati pada tanggal 5 Maret 2026 lalu.
Di sisi lain, Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama menetapkan tanggal 10 Maret 2026 sebagai hari puasa ke-20. Ketetapan ini diambil setelah pemerintah memutuskan awal Ramadan 1447 H jatuh pada tanggal 19 Februari 2026.
Sidang Isbat yang digelar oleh Kementerian Agama RI menjadi landasan utama dalam pengambilan keputusan yang selisih satu hari lebih lambat tersebut. Hasil pemantauan hilal di berbagai titik di Indonesia menjadi acuan bagi masyarakat yang mengikuti arahan pemerintah serta Nahdlatul Ulama.
Penyebab Perbedaan Penetapan Ramadan 1447 H
Perbedaan jumlah hari puasa ini disebabkan oleh penggunaan metode yang berbeda dalam menentukan awal bulan pada kalender Hijriah. Muhammadiyah menggunakan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal yang lebih menekankan pada perhitungan matematis dan astronomis.
Sementara itu, pemerintah mengandalkan metode Imkanur Rukyat yang menggabungkan perhitungan hisab dengan pengamatan fisik hilal secara langsung. Perbedaan teknis inilah yang menyebabkan tanggal 10 Maret 2026 bertepatan dengan 20 Ramadan bagi pemerintah dan 21 Ramadan bagi Muhammadiyah.
Meskipun terdapat perbedaan jumlah hari, hal tersebut tidak mengurangi kekhusyukan umat Islam dalam menjalankan ibadah di bulan penuh berkah ini. Fokus utama masyarakat kini beralih pada perburuan malam Lailatul Qadar yang berada di sepuluh malam terakhir.
Masyarakat diharapkan tetap menjaga toleransi dan menghargai keputusan masing-masing pihak dalam menjalankan keyakinan ibadahnya. Harmoni antarumat beragama dan sesama Muslim menjadi prioritas di tengah dinamika perbedaan penanggalan yang ada.
Kesimpulan Penentuan Hari Puasa 2026
Secara ringkas, bagi Anda yang mengikuti ketetapan Muhammadiyah, hari ini Anda sedang menjalankan ibadah puasa hari ke-21. Namun, bagi masyarakat yang mengikuti keputusan Sidang Isbat pemerintah, hari ini merupakan hari ke-20 puasa.
Kehati-hatian dalam memantau kalender sangat diperlukan agar tidak terjadi kekeliruan dalam penentuan waktu Idulfitri mendatang. Informasi mengenai tabel Hijriah ke Masehi ini sangat krusial bagi persiapan mudik dan perayaan hari kemenangan.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Mengapa puasa Muhammadiyah dan Pemerintah berbeda hari?
Perbedaan terjadi karena Muhammadiyah menggunakan metode Hisab (perhitungan astronomi), sedangkan Pemerintah menggunakan metode Rukyat (pengamatan hilal langsung) melalui Sidang Isbat.
Kapan awal puasa Ramadan 1447 H menurut Muhammadiyah?
Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan 1447 H jatuh pada tanggal 18 Februari 2026.
Hari ini 10 Maret 2026 puasa ke berapa menurut pemerintah?
Menurut ketetapan pemerintah, tanggal 10 Maret 2026 adalah hari puasa ke-20.
Apakah perbedaan ini akan mempengaruhi tanggal Idulfitri?
Ada kemungkinan tanggal Idulfitri juga berbeda atau sama, tergantung pada posisi hilal di akhir bulan Ramadan yang akan diputuskan melalui metode masing-masing.
Ditulis oleh: Maya Sari
