Upacara Giri Kerti di Lereng Merapi: Ritual Suci Sambut Nyepi 1948

Table of Contents
Upacara Giri Kerti di Lereng Merapi Sambut Nyepi Tahun Saka 1948 - Website Kementerian Agama RI Kanwil DIY
Upacara Giri Kerti di Lereng Merapi: Ritual Suci Sambut Nyepi 1948

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Umat Hindu di Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Upacara Giri Kerti di Kaliurang Park, Hargobinangun, Sleman, pada Minggu (1/3/2026). Ritual suci ini dilaksanakan secara khidmat dalam rangka menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948.

Rangkaian upacara diawali dengan prosesi mendak tirta atau pengambilan air suci dari tiga titik sumber mata air di Kabupaten Sleman. Lokasi tersebut meliputi Tuk Pitu Seyegan, Watu Tumpang Ngemplak, dan Telogo Putri Kalasan yang memiliki makna spiritual tinggi.

Setelah seluruh air suci terkumpul, prosesi dilanjutkan dengan membawanya menuju lereng Gunung Merapi sebagai pusat pelaksanaan upacara utama. Keberadaan Gunung Merapi dipilih karena dianggap sebagai simbol kesucian dan pusat keseimbangan alam di wilayah Yogyakarta.

Pembimbing Masyarakat Hindu Kanwil Kemenag DIY, Didik Widya Putra, S.E., M.M., menjelaskan bahwa Giri Kerti memiliki arti mendalam secara etimologi. Kata "Giri" berarti gunung, sementara "Kerti" bermakna penyucian, pemeliharaan, serta upaya pelestarian alam semesta.

Filosofi Gunung dalam Ajaran Hindu

Dalam ajaran Hindu, gunung dimuliakan sebagai sthana atau tempat bersemayamnya kekuatan Ilahi yang memberikan kehidupan bagi mahluk bumi. Kawasan pegunungan juga dipandang sebagai sumber air dan pusat kesuburan yang harus dijaga kelestariannya secara berkelanjutan.

Didik Widya Putra menegaskan bahwa ritual ini merupakan wujud bhakti umat dalam menjaga keharmonisan alam pegunungan sebagai sumber kehidupan. Melalui Giri Kerti, umat diajak untuk mengamalkan ajaran Tri Hita Karana dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Ajaran tersebut menekankan pentingnya menjaga harmoni hubungan manusia dengan Tuhan (Parhyangan), sesama manusia (Pawongan), dan lingkungan (Palemahan). Sinergi ketiga unsur ini dipercaya akan mendatangkan kedamaian serta kesejahteraan bagi seluruh umat manusia.

"Spiritualitas tidak hanya diwujudkan melalui sembahyang, tetapi juga melalui sikap nyata merawat alam dan ekosistem pegunungan," tegas Didik. Ia mengingatkan bahwa merawat sumber air dan hutan merupakan bagian dari tanggung jawab iman yang nyata.

Filosofi Gunung dalam Ajaran Hindu

Kaitan Yadnya dan Siklus Kosmis

Didik juga mengutip ajaran Bhagavad Gita III.14 yang menyatakan bahwa kehidupan berlangsung karena pangan, dan pangan berasal dari hujan. Hujan sendiri terjadi karena adanya yadnya atau pengorbanan suci yang dilakukan manusia untuk menjaga keseimbangan alam.

Upacara Giri Kerti menjadi salah satu bentuk yadnya untuk memastikan siklus kosmis tetap berjalan seimbang demi kelangsungan hidup mahluk. Pembersihan alam dipandang perlu dilakukan sebagai langkah awal sebelum umat memasuki tahapan meditasi pada hari Nyepi.

Menurutnya, sebelum melaksanakan Catur Brata Penyepian, umat Hindu wajib menyucikan alam semesta yang menjadi rumah bersama bagi seluruh mahluk. Kondisi alam yang bersih dan harmonis diyakini akan membantu manusia mencapai ketenangan batin yang lebih dalam.

Makna ekologis dari ritual ini adalah membangun kesadaran bahwa alam bukanlah objek eksploitasi, melainkan sahabat suci yang wajib dihormati. Hal ini menuntut adanya tanggung jawab kolektif lintas generasi untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup di masa depan.

Aksi Nyata di Balik Seremoni

Didik berharap semangat Giri Kerti tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan diwujudkan melalui tindakan nyata bagi lingkungan sekitar. Umat didorong untuk aktif menanam pohon, menjaga kebersihan sumber air, serta membudayakan perilaku hemat penggunaan air bersih.

Keheningan saat Nyepi nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi manusia, tetapi juga memberikan kesempatan bagi alam untuk beristirahat sejenak. Jeda ini sangat penting bagi regenerasi ekosistem agar bumi tetap mampu menopang kehidupan di masa-masa mendatang.

Melalui pelaksanaan Giri Kerti, diharapkan umat Hindu semakin mempertebal sraddha dan bhakti mereka kepada Sang Pencipta. Persiapan lahir dan batin ini menjadi fondasi penting untuk menyambut Tahun Baru Saka 1948 dengan penuh kedamaian dan harmoni.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa itu Upacara Giri Kerti?

Giri Kerti adalah upacara penyucian dan pelestarian gunung dalam ajaran Hindu, di mana 'Giri' berarti gunung dan 'Kerti' berarti pemeliharaan atau penyucian.

Di mana lokasi pengambilan air suci (mendak tirta) untuk Nyepi Saka 1948 di Sleman?

Air suci diambil dari tiga lokasi di Sleman, yaitu Tuk Pitu Seyegan, Watu Tumpang Ngemplak, dan Telogo Putri Kalasan.

Apa hubungan Giri Kerti dengan ajaran Tri Hita Karana?

Giri Kerti mengamalkan Tri Hita Karana dengan menjaga harmoni antara manusia dengan Tuhan (Parhyangan), sesama manusia (Pawongan), dan alam semesta (Palemahan).

Kapan Upacara Giri Kerti ini dilaksanakan?

Upacara ini dilaksanakan pada Minggu, 1 Maret 2026, bertempat di Kaliurang Park, Sleman.



Ditulis oleh: Eko Kurniawan

Baca Juga

Loading...