Umat Hindu DIY Laksanakan Melasti Khidmat di Ngobaran, Sambut Nyepi 1948
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Ribuan umat Hindu dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sekitarnya memadati Pantai Ngobaran, Saptosari, Gunungkidul, pada Selasa, 3 Maret 2026. Kedatangan mereka adalah untuk melaksanakan Upacara Melasti, sebuah ritual sakral yang menjadi penanda awal rangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948.
Prosesi khidmat ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, tokoh agama, serta para Pinandita, yang menambah kekhidmatan suasana. Kehadiran mereka menegaskan pentingnya acara ini sebagai bagian dari warisan budaya dan keagamaan di wilayah tersebut.
Makna dan Rangkaian Upacara Melasti
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) DIY, AKBP (Purn) I Nengah Lotama, menjelaskan bahwa Upacara Melasti merupakan ritual tahunan yang memiliki tujuan mendalam. Ritual ini berfungsi untuk menyucikan diri dan alam semesta, mempersiapkan batin umat sebelum memasuki keheningan Hari Raya Nyepi.
Lotama menambahkan, "Setelah prosesi di pantai ini, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan upacara Tawur Agung Kesanga di Candi Prambanan sekitar dua minggu mendatang." Pernyataan ini menegaskan bahwa Melasti adalah langkah pertama dalam serangkaian perayaan Nyepi yang sarat makna.
Simbol Toleransi di Pantai Ngobaran
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, Mukotib, menyoroti Pantai Ngobaran sebagai simbol nyata toleransi antarumat beragama di Indonesia. Lokasi ini dikenal karena keunikan situs-situs sejarah dan keagamaan yang berdiri berdampingan.
Mukotib menyatakan, "Di tempat ini, Pura Segara Wukir berdiri berdampingan dengan situs-situs bersejarah lainnya, membuktikan bahwa perbedaan adalah kekayaan yang harus dirawat bersama." Ia juga mengajak seluruh umat untuk menjaga keharmonisan melalui semangat 'Sak Eko Kapti' atau satu tekad bulat, serta menjalankan kewajiban moral 'Hamemayu Hayuning Bawono' untuk melestarikan alam semesta.
Apresiasi dan Harapan Ke Depan
Ketua Panitia Upacara, Punaji, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan berbagai pihak yang telah memastikan kelancaran seluruh rangkaian prosesi. Kolaborasi ini menunjukkan semangat kebersamaan dalam melestarikan tradisi.
Punaji berharap agar Upacara Melasti dapat terus menjadi agenda tahunan yang semakin baik tata kelolanya di masa mendatang. Selain itu, ia juga berharap acara ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi sektor pariwisata lokal, menarik lebih banyak pengunjung untuk mengenal kebudayaan Hindu di DIY.
Ditulis oleh: Eko Kurniawan
