Trump Ralat Perkiraan Perang Iran: AS Siap Bertahan Lebih Lama

Table of Contents
Trump Ralat Perkiraan Lama Perang Lawan Iran
Trump Ralat Perkiraan Perang Iran: AS Siap Bertahan Lebih Lama

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, merombak perkiraan durasi konflik militernya dengan Iran, menyatakan bahwa AS memiliki kapasitas untuk berperang jauh lebih lama dari estimasi awal empat hingga lima minggu. Pernyataan ini disampaikan di Gedung Putih di tengah eskalasi konflik yang telah memasuki hari ketiga, dengan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang terus bertambah.

Korban dan Evakuasi Meningkat di Tengah Konflik

Militer AS mengonfirmasi dua prajuritnya yang sebelumnya hilang telah tewas pada Senin (2/3/2026), menjadikan total korban jiwa tentara AS menjadi enam sejak perang meletus Sabtu lalu. Komando Pusat AS (CENTCOM) melalui unggahan di X menyatakan bahwa jenazah kedua anggota militer tersebut ditemukan dari fasilitas yang diserang Iran.

Juru Bicara CENTCOM, Kapten Tim Haklins, menambahkan bahwa 18 tentaranya terluka parah, menambah lima tentara yang terluka di hari pertama. Enam prajurit yang tewas tersebut adalah tentara angkatan darat dari bagian logistik yang ditempatkan di Kuwait.

Departemen Luar Negeri AS secara proaktif telah memerintahkan evakuasi personel nondarurat dan keluarga dari enam kedutaan di Timur Tengah. Negara-negara yang terdampak perintah evakuasi ini meliputi Bahrain, Irak, Jordania, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab, sebagai langkah pencegahan terhadap situasi yang semakin memanas.

Eskalasi Serangan Balasan Iran

Korban dan Evakuasi Meningkat di Tengah Konflik

Di Teheran, suara ledakan bergema sepanjang malam hingga dini hari Selasa, ketika AS dan Israel terus membombardir Iran, bahkan setelah kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan jajaran elite militernya. Balasan dari Teheran dan sekutunya segera menyasar Israel serta negara-negara Teluk yang dianggap bersekutu dengan Amerika.

Kantor berita Oman News Agency melaporkan bahwa sebuah drone Iran menabrak tangki bahan bakar di pelabuhan Duqm pada Selasa, lokasi krusial sebagai jalur pasokan kapal induk USS Abraham Lincoln. Iran juga melancarkan serangan drone terbatas terhadap Kedutaan Besar AS di Riyadh, Arab Saudi, yang menyebabkan kebakaran kecil dan kerusakan minor menurut Kementerian Pertahanan Arab Saudi.

Serangan ini menyusul serangan sebelumnya terhadap Kedutaan Besar AS di Kuwait dan penyerangan oleh warga sipil terhadap Kedutaan Besar AS di Pakistan dan Irak pada Sabtu. Selain itu, Iran juga menargetkan dua pusat data Amazon di Uni Emirat Arab dan Bahrain, fasilitas energi di Qatar dan Arab Saudi, serta beberapa kapal di Selat Hormuz.

Dampak Penutupan Selat Hormuz

Brigadir Jenderal Iran Ebrahim Jabbari, penasihat Garda Revolusi paramiliter, mendeklarasikan penutupan Selat Hormuz, jalur strategis yang dilewati seperlima dari seluruh minyak yang diperdagangkan secara global. Ia bahkan mengancam akan membakar kapal-kapal yang mencoba melintas.

Penutupan selat vital ini segera memicu lonjakan harga minyak dan gas alam di pasar global, menunjukkan dampak ekonomi langsung dari konflik yang meluas. Dengan perkembangan ini, pernyataan Trump mengenai kesiapan AS untuk “bertahan jauh lebih lama” menggarisbawahi potensi perang yang berkepanjangan dan dampaknya yang masif bagi stabilitas kawasan dan ekonomi dunia.



Ditulis oleh: Doni Saputra

Baca Juga

Loading...