Tanggal 11 Maret Hari Memperingati Apa? Sejarah Supersemar dan COVID-19

Table of Contents
Tanggal 11 Maret Hari Memperingati Apa?
Tanggal 11 Maret Hari Memperingati Apa? Sejarah Supersemar dan COVID-19

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Tanggal 11 Maret merupakan momen krusial dalam kalender sejarah Indonesia yang diperingati sebagai Hari Surat Perintah Sebelas Maret atau Supersemar. Selain nilai sejarah nasional, tanggal ini juga kini diperingati secara global sebagai Hari COVID-19 Internasional.

Peristiwa Supersemar menjadi tonggak sejarah penting yang menandai transisi kekuasaan dan lahirnya era Orde Baru di Indonesia. Mandat ini dikeluarkan langsung oleh Presiden Soekarno di tengah situasi politik negara yang sedang mengalami gejolak hebat.

Latar Belakang Sejarah Lahirnya Supersemar

Berdasarkan catatan Nana Suryana dalam buku berjudul "Sejarah", lahirnya mandat ini dilatarbelakangi oleh rentetan peristiwa pasca-Oktober 1965. Saat itu, terjadi gelombang penolakan masif dari berbagai kesatuan militer dan elemen masyarakat terhadap keberadaan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Ketegangan meningkat karena penyelesaian politik terhadap pemberontakan G 30 S/PKI dinilai tidak segera dilakukan oleh pemerintah pusat. Hal tersebut memicu terjadinya berbagai pertikaian dan aksi massa di sejumlah wilayah strategis di tanah air.

Konflik fisik dilaporkan pecah mulai dari wilayah Yogyakarta dan Jakarta, hingga meluas ke daerah Bali serta Sumatera. Ketidakstabilan ini mengancam wibawa pemerintah serta keamanan masyarakat sipil yang menuntut kepastian hukum serta ketertiban.

Latar Belakang Sejarah Lahirnya Supersemar

Menanggapi situasi kritis tersebut, pada 11 Maret 1966, Presiden Soekarno memberikan perintah resmi kepada Letnan Jenderal Soeharto. Selaku Panglima Angkatan Darat dan Pangkobkamtib, Soeharto diinstruksikan untuk segera memulihkan keadaan serta kewibawaan pemerintah.

Peringatan Hari COVID-19 Internasional

Selain peringatan nasional, tanggal 11 Maret juga ditetapkan sebagai National COVID-19 Day atau Hari COVID-19 Internasional. Penetapan ini merujuk pada keputusan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyatakan status pandemi global pada tanggal yang sama.

Melansir data dari situs National Today, tujuan utama hari ini adalah untuk mengajak masyarakat dunia berhenti sejenak dan melakukan refleksi. Dunia telah berubah secara drastis sejak pandemi melanda dan memakan banyak korban jiwa di berbagai belahan bumi.

Peringatan ini juga berfungsi sebagai momentum untuk saling memberikan inspirasi antarsesama penyintas dan masyarakat umum. Harapan besarnya adalah agar dunia dapat melangkah menuju masa depan yang lebih baik dan lebih tangguh menghadapi krisis kesehatan.

Dua peringatan besar pada 11 Maret ini memberikan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga stabilitas dan menghargai nilai kemanusiaan. Baik Supersemar maupun memori pandemi COVID-19, keduanya merupakan bagian dari sejarah yang membentuk wajah dunia saat ini.

Masyarakat diajak untuk terus belajar dari peristiwa masa lalu demi membangun fondasi bangsa yang lebih kuat. Refleksi sejarah nasional dan global pada hari ini menjadi pengingat akan pentingnya persatuan dalam menghadapi setiap tantangan zaman.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa itu Supersemar?

Supersemar adalah Surat Perintah 11 Maret 1966 yang diberikan Presiden Soekarno kepada Soeharto untuk memulihkan keamanan negara.

Mengapa 11 Maret diperingati sebagai Hari COVID-19?

Karena pada 11 Maret 2020, WHO secara resmi menetapkan wabah COVID-19 sebagai pandemi global.

Siapa tokoh utama di balik peristiwa Supersemar?

Tokoh utamanya adalah Presiden Soekarno sebagai pemberi perintah dan Letnan Jenderal Soeharto sebagai penerima mandat.



Ditulis oleh: Sri Wahyuni

Baca Juga

Loading...