Serangan Udara Besar-Besaran AS dan Israel ke Iran: Update Situasi Terkini

Table of Contents
What we know about the joint US-Israel attack on Iran
Serangan Udara Besar-Besaran AS dan Israel ke Iran: Update Situasi Terkini

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Amerika Serikat dan Israel secara resmi meluncurkan operasi militer besar-besaran yang menargetkan sejumlah titik strategis di wilayah Iran pada Sabtu (08/03). Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi dimulainya operasi tempur tersebut guna melumpuhkan apa yang ia sebut sebagai ancaman nuklir dari rezim Teheran.

Ledakan hebat dilaporkan mengguncang ibu kota Teheran sekitar pukul 09.30 waktu setempat atau pukul 06.00 GMT. Berdasarkan laporan media lokal dan verifikasi visual, kepulan asap hitam terlihat membubung tinggi di atas Alun-alun Jomhouri dan Alun-alun Hassan Abad.

Eskalasi Militer di Berbagai Kota Strategis

Menteri Pertahanan Israel menyatakan bahwa serangan ini merupakan tindakan preventif setelah negosiasi mengenai program nuklir Iran menemui jalan buntu. Selain Teheran, ledakan juga dilaporkan terjadi di kota-kota besar lainnya termasuk Isfahan, Qom, Karaj, dan Kermanshah.

BBC Verify berhasil melacak satu rekaman video yang menunjukkan ledakan dalam radius satu kilometer dari Leadership House, kantor Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun total kerusakan infrastruktur akibat serangan tersebut.

Donald Trump melalui platform Truth Social menegaskan bahwa tujuan utama Washington adalah memastikan Iran tidak pernah memiliki senjata nuklir. Ia juga mengimbau warga sipil Iran untuk tetap berada di dalam rumah dan segera mengambil alih pemerintahan setelah operasi selesai.

Respons Regional dan Dampak Penerbangan Internasional

Eskalasi Militer di Berbagai Kota Strategis

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendukung penuh langkah ini dan menyerukan rakyat Iran untuk membebaskan diri dari belenggu tirani. Ia menekankan bahwa aksi militer bersama ini bertujuan untuk menciptakan kondisi bagi perdamaian jangka panjang di kawasan Timur Tengah.

Situasi di kawasan semakin memanas setelah Bahrain melaporkan adanya serangan rudal terhadap pusat layanan Armada ke-5 Angkatan Laut AS. Qatar juga mengonfirmasi telah menghalau sejumlah serangan yang menargetkan wilayahnya, yang merupakan lokasi pangkalan udara terbesar AS, Al Udeid.

Uni Emirat Arab mengutuk serangan yang jatuh di wilayah mereka dan melaporkan satu orang tewas akibat puing-puing rudal hasil intersepsi. Akibat kondisi yang tidak menentu, Iran dan beberapa negara tetangga seperti Irak serta Yordania telah menutup wilayah udara mereka.

Reaksi Dunia Internasional terhadap Serangan

Sejumlah maskapai global termasuk Lufthansa dan Wizz Air telah menangguhkan seluruh jadwal penerbangan ke Dubai, Israel, dan Amman hingga 7 Maret mendatang. Langkah ini diambil sebagai tindakan pencegahan demi keselamatan penumpang di tengah risiko eskalasi konflik yang lebih luas.

Kepala Hak Asasi Manusia PBB Volker Türk mendesak semua pihak untuk menahan diri dan segera kembali ke meja perundingan diplomatik. Sementara itu, Rusia mengutuk keras serangan AS-Israel tersebut dan melabelinya sebagai langkah sembrono yang merusak keamanan internasional.

Pemerintah Inggris melalui Perdana Menteri Keir Starmer telah mengadakan pertemuan darurat Cobra untuk memantau keselamatan warga negara mereka di kawasan tersebut. Meskipun mendukung sekutunya, Inggris menyatakan tidak terlibat langsung dalam serangan udara ke wilayah Iran pagi ini.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Mengapa AS dan Israel menyerang Iran?

Serangan dilakukan sebagai tindakan preventif untuk menghentikan program nuklir Iran dan menghilangkan ancaman keamanan yang dianggap mendesak oleh kedua negara.

Kota mana saja yang menjadi target serangan?

Target serangan mencakup ibu kota Teheran, serta kota-kota strategis lainnya seperti Isfahan, Qom, Karaj, dan Kermanshah.

Bagaimana dampak terhadap penerbangan internasional?

Banyak maskapai global seperti Lufthansa, Wizz Air, dan Virgin Atlantic telah membatalkan atau mengalihkan penerbangan di kawasan Timur Tengah karena penutupan wilayah udara.

Apa reaksi dunia internasional terhadap kejadian ini?

PBB dan Uni Eropa menyerukan de-eskalasi, Rusia mengutuk serangan tersebut, sementara Australia menyatakan dukungannya terhadap langkah AS.



Ditulis oleh: Putri Permata

Baca Juga

Loading...