Serangan Israel dan AS di Iran Tewaskan Ratusan Warga Sipil

Table of Contents
Serangan Israel dan AS Tewaskan Ratusan Orang di Iran
Serangan Israel dan AS di Iran Tewaskan Ratusan Warga Sipil

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Serangan militer gabungan yang dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat (AS) menyasar sebuah sekolah dasar putri di wilayah selatan Iran. Insiden mematikan ini dilaporkan telah mengakibatkan ratusan korban jiwa dan memicu kecaman keras dari berbagai pihak internasional.

Pemerintah Iran secara resmi mengutuk aksi tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran berat terhadap kedaulatan negara. Pihak berwenang di Teheran menegaskan bahwa serangan terhadap fasilitas pendidikan adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan secara hukum internasional.

Jumlah Korban di Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh

Kantor Berita Mizan melaporkan bahwa jumlah korban tewas di SD putri Shajareh Tayyebeh di Minab telah mencapai 108 orang. Informasi ini diperoleh melalui keterangan resmi dari Kantor Kejaksaan Minab yang menangani identifikasi korban di lokasi kejadian.

Serangan mendadak tersebut dilaporkan mulai dilancarkan sejak Sabtu (28/2) pagi waktu setempat. Banyaknya korban jiwa dari kalangan anak-anak sekolah menjadikan insiden ini salah satu yang paling tragis dalam beberapa tahun terakhir.

Bulan Sabit Merah Iran terus memberikan pembaruan data terkait total jumlah korban yang terdampak di seluruh wilayah selatan. Hingga Sabtu malam, organisasi kemanusiaan tersebut mencatat setidaknya 201 orang tewas akibat rangkaian serangan udara tersebut.

Jumlah Korban di Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh

Selain korban meninggal, terdapat sedikitnya 747 orang lainnya yang mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang beragam. Petugas medis di wilayah Minab saat ini dilaporkan bekerja ekstra keras untuk menangani lonjakan pasien di rumah sakit setempat.

Respons Pemerintah Iran dan Dampak Nasional

Menyusul tragedi berdarah ini, pemerintah Iran segera mengeluarkan sejumlah kebijakan darurat untuk menjaga stabilitas keamanan. Salah satu langkah paling signifikan adalah instruksi penutupan seluruh universitas di penjuru negeri hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Menteri Sains Iran telah mengumumkan kebijakan penutupan universitas tersebut sebagai bentuk masa berkabung dan antisipasi keamanan. Informasi ini diperkuat oleh laporan kantor berita resmi IRNA yang dilansir AFP pada Sabtu (28/2).

Sebagai respons langsung atas serangan tersebut, militer Iran dilaporkan telah melancarkan serangan balasan ke pangkalan militer AS. Target serangan balasan ini mencakup sejumlah titik strategis pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di wilayah Timur Tengah.

Ketegangan antara Iran dengan aliansi Israel dan AS kini berada pada titik tertinggi yang mengkhawatirkan stabilitas kawasan. Komunitas internasional saat ini tengah memantau perkembangan situasi di perbatasan dan wilayah selatan Iran secara intensif.



Ditulis oleh: Putri Permata

Baca Juga

Loading...