Serangan Brutal AS-Israel ke Iran: 201 Orang Tewas Termasuk Pejabat Tinggi

Table of Contents
Korban Tewas Imbas Serangan Brutal AS-Israel ke Iran Jadi 201 Orang
Serangan Brutal AS-Israel ke Iran: 201 Orang Tewas Termasuk Pejabat Tinggi

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Serangan militer besar-besaran yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran pada Sabtu (28/2) malam waktu setempat telah mengakibatkan korban jiwa yang sangat besar. Berdasarkan data terbaru, tercatat sedikitnya 201 orang tewas akibat operasi udara yang menyasar puluhan provinsi di negara tersebut.

Laporan dari lembaga kemanusiaan Bulan Sabit Merah mengonfirmasi jumlah kematian tersebut terus bertambah seiring proses evakuasi yang masih berjalan di berbagai titik ledakan. Pihak lembaga belum merinci secara detail apakah angka tersebut mencakup seluruh korban sipil dan personel militer di seluruh penjuru Iran.

Tragedi Kemanusiaan di Provinsi Minab

Tragedi kemanusiaan paling memilukan dilaporkan terjadi di Provinsi Minab, di mana sebuah fasilitas pendidikan menjadi sasaran ledakan dahsyat. Menurut laporan Al Jazeera, sebanyak 115 murid di sebuah sekolah dasar perempuan tewas seketika dalam insiden serangan udara tersebut.

Selain menjatuhkan korban jiwa, tim medis di lapangan juga mencatat setidaknya 747 warga mengalami luka-luka serius akibat hantaman proyektil. Skala kerusakan dilaporkan sangat masif karena gelombang serangan ini menjangkau hampir seluruh wilayah kedaulatan Iran dalam waktu singkat.

Serangan gabungan kedua negara tersebut dilaporkan telah menghantam total 24 dari 31 provinsi yang ada di wilayah Iran. Pihak militer Amerika Serikat dan Israel mengonfirmasi telah menggempur habis-habisan target strategis di 21 provinsi pada hari Sabtu tersebut.

Gugurnya Tokoh Kunci Militer Iran

Tragedi Kemanusiaan di Provinsi Minab

Operasi militer ini tidak hanya menyasar infrastruktur sipil, tetapi juga berhasil menewaskan sejumlah pejabat tinggi pertahanan Iran. Menteri Pertahanan Iran, Amir Hatami, dikonfirmasi menjadi salah satu korban tewas dalam serangan udara yang menghantam pusat komando.

Selain Hatami, Komandan Angkatan Bersenjata Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Mohammed Pakpour, juga dilaporkan tewas di lokasi kejadian. Kehilangan dua tokoh kunci militer ini dianggap sebagai pukulan telak bagi struktur pertahanan nasional Republik Islam Iran saat ini.

Spekulasi mengenai nasib pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, kini menjadi pusat perhatian utama bagi dunia internasional. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Trump meyakini bahwa sang pemimpin tertinggi ikut tewas dalam serangan tersebut.

Klaim Kematian Ayatollah Ali Khamenei

Presiden Trump telah memberikan pernyataan resmi terkait kondisi terkini kepemimpinan di Teheran kepada para awak media internasional. "Ali Khamenei sudah tewas. Ini adalah peluang tunggal terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka," tegas Trump dikutip dari Reuters.

Media asal Israel, Channel 12, turut melaporkan bahwa indikasi kematian Khamenei semakin menguat berdasarkan data intelijen terbaru yang mereka terima. Mereka mengutip sumber pemerintahan di Tel Aviv yang menyatakan ada tanda-tanda signifikan terkait berakhirnya kekuasaan sang Ayatollah di Iran.

Laporan intelijen menyebutkan bahwa Khamenei setidaknya mengalami luka parah saat serangan udara Israel menghantam bangunan yang diyakini merupakan tempat tinggalnya. Hingga saat ini, lokasi persembunyian pemimpin tertinggi tersebut memang menjadi target prioritas dalam operasi udara gabungan ini.

Meskipun klaim kematian telah beredar luas di media barat, pemerintah pusat Iran di Teheran masih belum mengeluarkan pernyataan resmi. Publik dunia masih menunggu konfirmasi autentik untuk memastikan status kesehatan maupun keselamatan sebenarnya dari Ayatollah Ali Khamenei.



Ditulis oleh: Maya Sari

Baca Juga

Loading...