Sekjen PBB Kecam Serangan AS-Israel ke Iran: Perdamaian Global Terancam
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, secara resmi mengecam serangan militer gabungan yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke wilayah Iran. Serangan yang terjadi pada Sabtu (28/2/2026) tersebut dinilai telah mencederai stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah secara signifikan.
Guterres menegaskan bahwa aksi penggunaan kekuatan militer ini merusak tatanan perdamaian dan keamanan internasional. Eskalasi ini dikhawatirkan akan memicu konflik regional yang jauh lebih luas dengan dampak yang menghancurkan.
Dampak Serangan di Jantung Teheran
Serangan udara tersebut dilaporkan menyasar sejumlah titik strategis, termasuk area yang berada di dekat Kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Operasi militer ini dikonfirmasi oleh pihak Israel sebagai upaya untuk mengakhiri ancaman yang selama ini dituduhkan kepada pihak Teheran.
Berdasarkan data terbaru per 1 Maret 2026, jumlah korban tewas akibat serangan tersebut dilaporkan telah bertambah menjadi 115 orang. Angka ini mencakup kerusakan infrastruktur militer dan fasilitas publik di sekitar lokasi pengeboman.
“Saya mengutuk eskalasi militer yang terjadi di Timur Tengah saat ini,” ujar Guterres dalam pernyataan resminya. Ia menekankan bahwa serangan langsung ini akan memicu pembalasan berantai yang tidak berkesudahan di seluruh wilayah.
Pelanggaran Piagam PBB dan Hukum Internasional
Guterres mengingatkan seluruh anggota PBB untuk tetap menghormati kewajiban mereka di bawah hukum internasional, terutama yang tertuang dalam Piagam PBB. Ia menekankan pentingnya menjaga kedaulatan politik dan integritas teritorial setiap negara berdaulat.
Piagam tersebut secara tegas melarang segala bentuk ancaman atau penggunaan kekerasan terhadap kemerdekaan politik negara mana pun. Pelanggaran terhadap prinsip ini dianggap sebagai langkah yang bertentangan dengan tujuan utama pendirian PBB di dunia.
Di sisi lain, mantan Presiden AS Donald Trump mengakui adanya serangan besar tersebut dan mengklaim telah menghancurkan kekuatan rudal lawan. Pernyataan ini semakin memperkeruh suasana diplomatik di tingkat global.
Respons Pembalasan dan Ancaman Konflik Regional
Menanggapi serangan tersebut, Iran segera melakukan aksi balasan dengan meluncurkan rentetan rudal ke berbagai basis militer. Sasarannya mencakup pangkalan militer Amerika Serikat yang berlokasi di Qatar dan Bahrain.
Iran mengklaim telah berhasil menghantam setidaknya 14 pangkalan militer AS sebagai bentuk pertahanan diri. Situasi ini menyebabkan gangguan besar pada jadwal penerbangan sipil dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Timur Tengah yang terpaksa dibatalkan.
Guterres menyerukan agar seluruh pihak segera kembali ke meja perundingan dan melakukan deeskalasi secepat mungkin. Menurutnya, tidak ada alternatif yang layak selain penyelesaian sengketa internasional secara damai sesuai dengan hukum yang berlaku.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Kapan serangan AS-Israel ke Iran terjadi?
Serangan terjadi pada hari Sabtu, 28 Februari 2026, yang menyasar beberapa titik termasuk area dekat kantor Ayatollah Ali Khamenei.
Apa tanggapan Sekjen PBB Antonio Guterres terkait serangan tersebut?
Guterres mengecam serangan tersebut karena dianggap merusak perdamaian internasional dan melanggar Piagam PBB.
Berapa jumlah korban jiwa yang dilaporkan?
Hingga 1 Maret 2026, dilaporkan sebanyak 115 orang tewas akibat serangan militer gabungan tersebut.
Bagaimana reaksi balasan dari pihak Iran?
Iran meluncurkan rudal ke pangkalan militer AS di Qatar dan Bahrain, serta mengklaim menyerang 14 basis militer AS lainnya.
Ditulis oleh: Dewi Lestari
