Sejarah Hari Tritura: Tonggak Lahirnya Orde Baru dan Perjuangan Mahasiswa

Table of Contents
Peringatan Hari Tritura (Tri Tuntutan Rakyat) – Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Asahan
Sejarah Hari Tritura: Tonggak Lahirnya Orde Baru dan Perjuangan Mahasiswa

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Indonesia memperingati Hari Tritura (Tri Tuntutan Rakyat) setiap tanggal 10 Januari sebagai momentum penting dalam catatan sejarah politik nasional. Peringatan ini menandai titik balik lahirnya Orde Baru yang dipicu oleh gejolak sosial pasca-tragedi Gerakan 30 September 1965 (G30S).

Gerakan mahasiswa memelopori aksi ini sebagai bentuk protes terhadap pemerintahan Orde Lama yang dinilai lamban menangani ketidakstabilan negara. Mereka menuntut ketegasan pemerintah terhadap Partai Komunis Indonesia (PKI) yang dianggap sebagai aktor di balik kekacauan nasional saat itu.

Tiga Tuntutan Utama Mahasiswa dalam Aksi Tritura

Terdapat tiga poin utama yang disuarakan para demonstran, yang pertama adalah tuntutan pembubaran PKI dari seluruh wilayah Indonesia. Mahasiswa menilai pemerintah tidak segera bersikap tegas meski banyak tokoh komunis yang masih bercokol di dalam kabinet.

Tuntutan kedua mendesak dilakukannya perombakan Kabinet Dwikora demi menciptakan stabilitas politik dan ekonomi yang lebih sehat. Masyarakat menganggap Presiden Soekarno terlalu fokus pada konfrontasi luar negeri sehingga mengabaikan kesejahteraan rakyat di dalam negeri.

Poin ketiga dalam Tritura adalah tuntutan penurunan harga barang kebutuhan pokok untuk meringankan beban hidup masyarakat. Kebijakan ekonomi pemerintah saat itu dinilai gagal membendung inflasi yang mengakibatkan krisis ekonomi yang sangat memprihatinkan.

Tiga Tuntutan Utama Mahasiswa dalam Aksi Tritura

Persatuan Organisasi dan Perjuangan Berdarah

Aksi demonstrasi besar-besaran ini didukung oleh berbagai organisasi massa, mulai dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) hingga Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia (KAPI). Kelompok lain seperti KAPPI, KABI, KASI, KAWI, hingga KAGI juga turut bersinergi dalam menyuarakan aspirasi rakyat yang sama.

Menanggapi tekanan tersebut, Presiden Soekarno sempat merombak kabinet pada 21 Februari 1966, namun langkah ini tetap menyertakan simpatisan PKI. Keputusan tersebut menyulut unjuk rasa susulan pada 24 Februari 1966 yang berujung tragis dengan tertembaknya seorang mahasiswa bernama Arif Rahman Hakim.

Lahirnya Supersemar dan Transisi Kekuasaan

Meningkatnya eskalasi kerusuhan memaksa Presiden Soekarno mengeluarkan Surat Perintah 11 Maret (Supersemar) yang ditujukan kepada Jenderal Soeharto. Mandat ini memberikan wewenang penuh kepada Soeharto untuk mengambil tindakan yang diperlukan guna memulihkan ketertiban keamanan nasional.

Penerbitan Supersemar inilah yang kemudian menjadi landasan kuat bagi perkembangan kekuasaan Orde Baru di bawah kepemimpinan Soeharto. Hingga kini, setiap tanggal 10 Januari diperingati untuk mengenang kegigihan mahasiswa dalam memperbaiki kondisi politik dan memperjuangkan hak-hak rakyat Indonesia.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa itu Hari Tritura?

Hari Tritura adalah peringatan Tri Tuntutan Rakyat yang dicetuskan oleh mahasiswa pada 10 Januari 1966 sebagai aksi protes terhadap kondisi politik dan ekonomi pasca-G30S.

Apa saja isi dari Tri Tuntutan Rakyat?

Isi Tritura terdiri dari: Pembubaran PKI, Perombakan Kabinet Dwikora, dan Penurunan Harga Barang.

Siapa mahasiswa yang gugur dalam aksi Tritura?

Mahasiswa yang gugur dalam aksi unjuk rasa pada 24 Februari 1966 adalah Arif Rahman Hakim.

Apa hubungan Tritura dengan Supersemar?

Aksi Tritura menciptakan ketidakstabilan yang berujung pada keluarnya Surat Perintah 11 Maret (Supersemar) dari Soekarno kepada Soeharto untuk memulihkan keamanan.



Ditulis oleh: Rudi Hartono

Baca Juga

Loading...