Sejarah Hari KOSTRAD dan Konvensi CITES: Peringatan 6 Maret 2024
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Tanggal 6 Maret 2024 yang jatuh pada hari Rabu merupakan momen penting untuk memperingati Hari Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (KOSTRAD). Selain peringatan militer nasional, masyarakat internasional juga merayakan Hari Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Satwa dan Tumbuhan Liar yang Terancam Punah (CITES).
Lahirnya KOSTRAD pada 6 Maret 1961 menjadi tonggak sejarah bagi kekuatan pertahanan Indonesia dalam menjaga kedaulatan negara. Organisasi militer ini memiliki peran krusial sebagai komando tempur utama yang berada langsung di bawah kendali Panglima TNI untuk aspek operasional.
Sejarah Pembentukan KOSTRAD dan Peran Jenderal A.H. Nasution
Gagasan pembentukan pasukan cadangan strategis ini pertama kali dicetuskan oleh Kasad Jenderal A.H. Nasution pada tahun 1960. Ide tersebut muncul karena adanya kebutuhan mendesak terkait sengketa wilayah Irian Barat yang saat itu masih dikuasai oleh Belanda.
Sebagai langkah awal, diterbitkan Surat Keputusan Kasad No. KPTS.1067/12/1960 pada tanggal 27 Desember 1960 sebagai payung hukum pembentukan Cadangan Umum AD (Caduad). Pasukan ini dipersiapkan untuk menghadapi berbagai ancaman kedaulatan yang memerlukan respons cepat dan taktis dari Angkatan Darat.
Pada 6 Maret 1961, Cadangan Umum Angkatan Darat secara resmi diresmikan sebagai organisasi militer yang berdiri sendiri. Dalam peresmian tersebut, Mayjen TNI Soeharto ditunjuk sebagai Panglima KORRA I CADUAD dengan Brigjen TNI Ahmad Wiranata Kusuma sebagai Kepala Staf.
Setelah keberhasilan operasi perebutan Irian Barat ke pangkuan NKRI, TNI melanjutkan misi dengan Operasi Wisnu Murti sebagai langkah konsolidasi. Keberhasilan misi ini memperkuat posisi Caduad hingga akhirnya berganti nama menjadi KOSTRAD melalui Keputusan Men/Pangab pada 19 Februari 1963.
Kedudukan Strategis KOSTRAD dalam Struktur TNI
Berdasarkan informasi dari situs resminya, KOSTRAD memiliki kedudukan administratif dan pembinaan di bawah Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad). Namun, dalam hal penggunaan kekuatan operasional, komando ini berada langsung di bawah tanggung jawab Panglima TNI.
Sebagai pasukan elit, KOSTRAD terus melakukan pengembangan kemampuan tempur, termasuk rencana pengiriman personel dalam latihan bersama internasional. Salah satu agenda terdekat adalah keterlibatan TNI dalam latihan Pitch Black di Australia yang menunjukkan eksistensi militer Indonesia di kancah global.
Peringatan Hari Konvensi CITES Sedunia
Selain aspek militer, tanggal 6 Maret juga diperingati sebagai Hari Konvensi CITES yang berfokus pada perlindungan keanekaragaman hayati. CITES merupakan perjanjian internasional yang dirancang untuk memastikan perdagangan satwa dan tumbuhan liar tidak mengancam kelangsungan hidup mereka.
Pembentukan CITES diawali pada pertemuan The World Conservation Union (IUCN) di tahun 1963 yang disepakati oleh delegasi dari 80 negara. Hal ini didorong oleh kekhawatiran global terhadap maraknya perdagangan ilegal spesies langka yang merusak ekosistem dunia.
Melalui Hari Konvensi CITES, diharapkan kesadaran masyarakat global meningkat untuk menjaga spesies yang hampir punah dari eksploitasi berlebihan. Upaya kolektif ini sangat penting demi menjaga keseimbangan ekosistem dan melestarikan flora serta fauna untuk generasi mendatang.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Kapan KOSTRAD resmi didirikan?
KOSTRAD secara resmi lahir pada tanggal 6 Maret 1961 yang awalnya bernama Cadangan Umum Angkatan Darat (CADUAD).
Siapa Panglima pertama KOSTRAD?
Panglima pertama yang ditunjuk saat pembentukan CADUAD (kemudian menjadi KOSTRAD) adalah Mayjen TNI Soeharto.
Apa tujuan utama dari konvensi CITES?
Tujuan utama CITES adalah melindungi satwa dan tumbuhan liar dari ancaman perdagangan internasional yang berlebihan guna menjaga kelestarian ekosistem.
Bagaimana kedudukan KOSTRAD dalam struktur TNI?
Secara kedudukan pembinaan berada di bawah Kasad, namun secara operasional berada langsung di bawah Panglima TNI.
Ditulis oleh: Rina Wulandari
