Sejarah dan Makna Hari Persatuan Artis Film Indonesia 2024: Jejak Panjang PARFI
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Indonesia memperingati Hari Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) pada Minggu, 10 Maret 2024, sebagai bentuk penghormatan terhadap dedikasi para seniman peran. Perayaan ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan refleksi dari sejarah panjang perjuangan aktor tanah air yang telah dimulai sejak sebelum era kemerdekaan.
Mengutip data resmi dari laman parfi.or.id, embrio organisasi ini telah muncul pada tahun 1940 melalui pembentukan Sarikat Artis Indonesia (SARI). Organisasi profesi awal tersebut menjadi wadah bagi beragam praktisi hiburan, mulai dari pemain sandiwara, penari, sutradara, hingga pelukis dan penyanyi.
Transformasi Organisasi dari SARI Menuju PARFI
Memasuki tahun 1952, sejarah mencatat lahirnya Persatuan Artis Film dan Sandiwara Indonesia (Persafi) sebagai kelanjutan dari eksistensi SARI. Perjalanan organisasi ini terus mengalami dinamika naik-turun hingga akhirnya Kongres Pertama yang menjadi embrio PARFI terlaksana di Manggarai pada tahun 1953.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, PARFI secara resmi didirikan melalui Kongres II yang berlangsung pada bulan Maret 1956. Acara bersejarah ini dihadiri oleh para pemain dan pekerja film yang memiliki visi besar untuk memajukan derajat kesenian nasional.
Tokoh-tokoh ikonik seperti Usmar Ismail, Suryo Sumanto, dan Djamaludin Malik merupakan arsitek utama di balik berdirinya organisasi ini. PARFI akhirnya diresmikan oleh Ibu Negara Fatmawati Soekarno pada 10 Maret 1956, menjadikannya satu-satunya organisasi resmi bagi artis dan pekerja seni saat itu.
Misi Pengabdian dan Kejayaan di Era Film Nasional
Visi PARFI sejak awal adalah memberikan dharma bakti nyata dalam mewujudkan cita-cita bangsa berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Organisasi ini diharapkan menjadi alat pemersatu kreasi serta perjuangan para aktor dalam pengabdiannya kepada negara melalui karya film.
Eksistensi PARFI mencapai titik krusial pada tahun 1970-an dengan terbitnya SK Bersama Nomor 71 dari tiga kementerian sekaligus. Regulasi tersebut mewajibkan importir film mendapatkan rekomendasi dari PARFI untuk memproduksi film nasional, yang secara otomatis memperkuat posisi organisasi di industri kreatif.
Era Kepemimpinan Alicia Djohar dan Inovasi Millenial
Setelah melewati berbagai tantangan internal, PARFI kini memasuki babak baru di bawah kepemimpinan Alicia Djohar yang terpilih dalam Kongres 2020. Alicia membawa semangat pembaruan untuk mengembalikan nilai-nilai dasar dan tujuan awal organisasi kepada para anggotanya.
Dalam struktur organisasi periode 2020-2025, Alicia didampingi oleh figur-figur kompeten seperti Paramitha Rusady sebagai Wakil Ketua Umum dan Syam L. Fin sebagai Wakil Sekretaris Umum. Selain itu, posisi bendahara diperkuat oleh Yetty Lorent guna menjaga stabilitas manajerial organisasi.
Pada kepengurusan saat ini, PARFI melakukan berbagai terobosan strategis dengan menggandeng dunia milenial dan memanfaatkan sarana media sosial secara intensif. Langkah ini bertujuan untuk memastikan organisasi tetap relevan dalam menghadapi perubahan tren industri perfilman di era digital.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Kapan Hari Persatuan Artis Film Indonesia diperingati?
Hari Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) diperingati setiap tanggal 10 Maret.
Siapa saja tokoh pendiri PARFI?
Tokoh utama di balik berdirinya PARFI adalah Usmar Ismail, Suryo Sumanto, dan Djamaludin Malik.
Siapa Ketua Umum PARFI periode 2020-2025?
Ketua Umum PARFI periode 2020-2025 adalah Alicia Djohar.
Apa organisasi awal sebelum terbentuknya PARFI?
Sebelum menjadi PARFI, organisasi ini bermula dari Sarikat Artis Indonesia (SARI) pada tahun 1940 dan Persafi pada tahun 1952.
Ditulis oleh: Eko Kurniawan
