Rano Karno Siap Dukung Penuh Perayaan Hari Musik Nasional Tahun Depan

Table of Contents
Rano Karno Siap Dukung Hari Musik Nasional Tahun Depan
Rano Karno Siap Dukung Penuh Perayaan Hari Musik Nasional Tahun Depan

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh perayaan Hari Musik Nasional (HMN) pada tahun mendatang. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap perayaan HMN 2025, di mana ia berharap keterlibatan yang lebih signifikan dari Pemerintah Daerah.

“Saya ucapkan selamat Hari Musik Nasional (HMN) 2025, saya sedih karena lambang Pemda (Pemerintah Daerah) Jakarta enggak ada. Artinya, tahun depan, DKJ siap men-support hari musik nasional,” ujar Rano Karno pada Rabu (19/3/2025) di Asthana Kemang.

Dukungan ini sejalan dengan agenda besar Jakarta dalam menyambut usia 500 tahun pada tahun 2027. Selama periode 2025 hingga 2027, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menggelar berbagai pagelaran budaya berskala internasional.

“Karena Jakarta pada tahun 2027 akan berusia 500 tahun. Jadi, sejak tahun 2025 ini, lalu 2026, puncaknya 2027, Jakarta akan membuat kebudayaan tingkat internasional,” ungkap Rano Karno, menekankan pentingnya momen tersebut untuk mempromosikan kekayaan budaya ibu kota.

Rano Karno secara khusus berharap agar perayaan Hari Musik Nasional di masa mendatang dapat diselenggarakan dengan lebih meriah dan inklusif. Ia mengusulkan agar musisi-musisi asal Jakarta turut dilibatkan secara aktif dalam setiap acara.

“Saya berharap acara hari musik nasional dibuat lebih besar dengan mengundang semua musisi Jakarta,” tegasnya, menunjukkan visinya untuk memberdayakan komunitas musik lokal.

Menghargai Jasa WR Supratman Melalui Hari Musik Nasional

Hari Musik Nasional, yang diperingati setiap tanggal 9 Maret, merupakan bentuk penghargaan terhadap Wage Rudolf Supratman (WR Supratman). Tanggal tersebut dipilih bertepatan dengan hari kelahirannya pada 9 Maret 1903 di Kaligesing, Purworejo, Jawa Tengah.

WR Supratman dikenal luas sebagai pencipta lagu kebangsaan "Indonesia Raya" pada tahun 1924. Bakat musiknya telah terlihat sejak usia muda, dibuktikan dengan kemampuannya bermain biola dan menggubah lagu.

Penetapan hari lahirnya sebagai Hari Musik Nasional bertujuan untuk mengenang dan mengapresiasi kontribusi besar WR Supratman bagi dunia musik Indonesia. Meskipun demikian, penetapan tanggal ini sempat melalui perdebatan di kalangan publik.

Menghargai Jasa WR Supratman Melalui Hari Musik Nasional

Sejarah Penetapan Hari Musik Nasional

Peringatan Hari Musik Nasional secara resmi dimulai sejak 9 Maret 2013. Keputusan ini didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 10 Tahun 2013.

Inisiatif penetapan Hari Musik Nasional sebenarnya telah diajukan oleh Persatuan Artis, Pencipta dan Rekaman Musik Indonesia (PAPRI) sejak tahun 2003. Namun, realisasinya baru terjadi pada masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Inisiatif ini menunjukkan upaya kolektif dalam memberikan pengakuan formal terhadap peran penting musik dalam identitas nasional. Pemberian hari khusus ini diharapkan dapat mendorong apresiasi yang lebih luas terhadap karya-karya musisi Indonesia.

Peran Kebudayaan dalam Pembangunan Kota

Pernyataan Rano Karno mengenai dukungan terhadap Hari Musik Nasional juga terkait erat dengan visinya terhadap peran kebudayaan dalam pembangunan Jakarta. Pagelaran budaya berskala internasional menjadi salah satu strategi utama dalam memeriahkan peringatan 500 tahun Jakarta.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk menjadikan momen tersebut sebagai ajang promosi budaya yang mendunia. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan citra Jakarta di kancah internasional sekaligus memperkaya khazanah budaya lokal.

Lebih lanjut, Rano Karno menekankan pentingnya lembaga keagamaan dalam menjaga pembangunan. Ia juga menyoroti peran seni sebagai alat perjuangan politik kebudayaan, seperti yang diutarakan dalam Festival Desa ke-V.

Upaya pemeliharaan ruang kota melalui gotong royong, seperti membersihkan halte Transjakarta, juga menjadi bagian dari strategi pembangunan yang melibatkan partisipasi masyarakat. Hal ini mencerminkan pendekatan holistik dalam membangun kota yang tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga pada aspek sosial dan budaya.

Fokus pada kebudayaan sebagai jiwa peradaban Indonesia menunjukkan komitmen untuk melestarikan dan mengembangkan warisan budaya bangsa. Dukungan terhadap Hari Musik Nasional adalah salah satu langkah konkret dalam mewujudkan visi tersebut.



Ditulis oleh: Rudi Hartono

Baca Juga

Loading...