Quraish Shihab: Damai dan Keadilan Pilar Utama Nuzulul Qur’an Kenegaraan 2026

Table of Contents
Quraish Shihab Tekankan Makna Kedamaian dalam Peringatan Nuzulul Qur’an di Istana Negara
Quraish Shihab: Damai dan Keadilan Pilar Utama Nuzulul Qur’an Kenegaraan 2026

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Ulama terkemuka Prof. Muhammad Quraish Shihab menegaskan pentingnya nilai kedamaian sebagai inti ajaran Al-Qur’an dalam Peringatan Nuzulul Qur’an Tingkat Kenegaraan. Acara ini berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa, 10 Maret 2026, dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto serta sejumlah tokoh agama dan pejabat negara penting.

Dalam ceramahnya, Quraish Shihab secara lugas menjelaskan bahwa Al-Qur’an menempatkan perdamaian sebagai tujuan fundamental yang harus diwujudkan dalam kehidupan manusia. Beliau menekankan bahwa kedamaian bukan hanya kebutuhan sosial, melainkan juga merupakan tuntunan langsung dari ajaran agama Islam.

Kedamaian Berawal dari Jiwa dan Universalitasnya

Quraish Shihab menguraikan bahwa kedamaian wajib diupayakan oleh setiap individu muslim, dengan sumber utamanya bermula dari dalam jiwa. Kedamaian yang telah bersemi di dalam diri tersebut kemudian diharapkan dapat terpancar ke tengah masyarakat luas, bahkan hingga ke kancah dunia internasional.

Ia menambahkan bahwa perdamaian sejatinya adalah dambaan universal bagi seluruh umat manusia dan merupakan pesan yang sangat kuat dalam kitab suci Al-Qur’an. Bahkan, Al-Qur’an mengajarkan umat untuk menerima ajakan damai, meskipun datang dari pihak yang sebelumnya dianggap sebagai lawan.

Keseimbangan Antara Kedamaian dan Keadilan

Lebih lanjut, cendekiawan Muslim tersebut juga menyoroti bahwa Al-Qur’an memberikan petunjuk yang jelas menuju berbagai jalan kedamaian, yang pada akhirnya akan membimbing manusia menuju jalan yang lurus. Namun, Quraish Shihab dengan tegas mengingatkan bahwa upaya mewujudkan perdamaian harus selalu berjalan seiring dengan penegakan keadilan. Ia menyatakan, “Kita ingin damai, tapi kita tidak ingin mengorbankan keadilan. Kita ingin damai, tetapi keadilan pun hendaknya kita tegakkan.”

Kedamaian Berawal dari Jiwa dan Universalitasnya

Amanah Kepemimpinan dan Doa untuk Presiden Prabowo

Menjelang akhir ceramahnya, Quraish Shihab menyampaikan doa dan harapan tulus bagi kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Doa tersebut agar Presiden senantiasa diberikan kekuatan dalam menjalankan amanah besar untuk menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Doa inspiratif ini, menurut Quraish Shihab, terilhami dari gurunya, Syekh Mutawalli Asy-Sya’rawi, yang pernah memanjatkan doa serupa kepada Presiden Mesir mengenai hakikat kekuasaan. Quraish Shihab berdoa agar Presiden dapat dibantu Tuhan dan rakyat dalam mewujudkan keadilan serta perdamaian.

Tanggapan Presiden Prabowo Terkait Makna Kepemimpinan

Menanggapi ceramah yang disampaikan, Presiden Prabowo Subianto menyatakan apresiasinya yang mendalam atas pesan-pesan Quraish Shihab, khususnya terkait nilai kedamaian, keadilan, dan amanah kepemimpinan. Kepala Negara menegaskan bahwa kepemimpinan adalah takdir dan amanah besar yang bersumber dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Presiden Prabowo juga menekankan bahwa kekuasaan diberikan sebagai penugasan untuk membela kebenaran, keadilan, dan kejujuran di tengah masyarakat. Ia berjanji bahwa kekuasaan yang diemban merupakan tugas mulia untuk melindungi serta membawa kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyat yang dipimpinnya.

Refleksi Spiritual Peringatan Nuzulul Qur’an

Peringatan Nuzulul Qur’an Tingkat Kenegaraan Tahun 1447 H/2026 M ini menjadi momentum refleksi spiritual yang mendalam bagi seluruh elemen bangsa. Acara ini bertujuan untuk semakin meneguhkan nilai-nilai universal Al-Qur’an seperti kedamaian, keadilan, dan persatuan, yang diturunkan sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta.



Ditulis oleh: Maya Sari

Baca Juga

Loading...