Perbedaan Hari Musik Sedunia dan Internasional: Simak Sejarah Lengkapnya

Table of Contents
21 Juni Hari Musik Sedunia, Apa Bedanya Dengan Hari Musik Internasional?
Perbedaan Hari Musik Sedunia dan Internasional: Simak Sejarah Lengkapnya

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Masyarakat dunia merayakan Hari Musik Sedunia setiap tanggal 21 Juni sebagai bentuk apresiasi universal terhadap seni nada. Namun, banyak orang sering keliru membedakannya dengan Hari Musik Internasional yang diperingati setiap 1 Oktober.

Hari Musik Internasional sebenarnya memiliki sejarah yang lebih tua karena telah ditetapkan sejak tahun 1975. Peringatan ini digagas oleh The International Music Council (IMC), sebuah badan penasihat UNESCO untuk urusan musik.

Asal-usul Hari Musik Sedunia dari Prancis

Berbeda dengan versi IMC, Hari Musik Sedunia atau Fête de la Musique pertama kali dirayakan pada tahun 1982 di Prancis. Inisiasi ini datang dari Maurice Fleuret yang saat itu menjabat sebagai Direktur Musik dan Tari di Kementerian Kebudayaan Prancis.

Fleuret mencetuskan ide ini setelah melihat data statistik bahwa satu dari dua anak muda di Prancis mahir memainkan alat musik. Ironisnya, pertunjukan musik atau konser justru sangat jarang diadakan bagi masyarakat umum kala itu.

Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, Fleuret mengusung slogan "Faites de la musique" yang memiliki arti ajakan untuk membuat musik. Ia mewujudkannya dengan menggelar serangkaian konser gratis di jalanan kota Paris sepanjang hari pada 21 Juni 1982.

Ekspansi Global dan Semangat Persatuan

Asal-usul Hari Musik Sedunia dari Prancis

Keberhasilan festival di Prancis menarik minat negara-negara lain untuk mengadopsi konsep perayaan musik jalanan yang inklusif ini. Italia mulai merayakan Festa della Musica pada 1985, yang kemudian diikuti oleh Inggris pada tahun 1992.

Hingga tahun 2019, tercatat sekitar 120 negara dengan lebih dari 1.000 kota di seluruh dunia aktif berpartisipasi dalam perayaan ini. Meskipun berbeda tanggal dengan versi UNESCO, keduanya tetap menjunjung semangat persatuan dan penghormatan bagi para musisi.

Konteks Hari Musik Nasional di Indonesia

Di tanah air, Indonesia memiliki agenda tersendiri yakni Hari Musik Nasional yang jatuh pada tanggal 9 Maret setiap tahunnya. Penetapan ini diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2013 melalui Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2013.

Tanggal 9 Maret dipilih karena diyakini sebagai hari lahir pahlawan nasional sekaligus pencipta lagu Indonesia Raya, Wage Rudolf Soepratman. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri serta motivasi bagi para insan musik di seluruh nusantara.

Namun, hingga kini masih terdapat perdebatan sejarah mengenai tanggal lahir WR Soepratman yang menjadi dasar peringatan nasional tersebut. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa sang komposer sebenarnya lahir pada 19 Maret 1903 di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Fakta sejarah baru ini diperkuat oleh putusan Pengadilan Negeri Purworejo pada 29 Maret 2007 berdasarkan penelusuran tim sejarah. Meskipun ada perbedaan persepsi waktu, esensi penghormatan terhadap karya musik nasional tetap menjadi prioritas utama pemerintah.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa perbedaan utama Hari Musik Sedunia dan Hari Musik Internasional?

Hari Musik Sedunia diperingati setiap 21 Juni berdasarkan tradisi festival Prancis (1982), sedangkan Hari Musik Internasional diperingati setiap 1 Oktober berdasarkan ketetapan IMC-UNESCO (1975).

Kapan Hari Musik Nasional Indonesia dirayakan?

Hari Musik Nasional di Indonesia dirayakan setiap tanggal 9 Maret berdasarkan hari lahir WR Soepratman.

Siapa pencetus pertama Hari Musik Sedunia?

Pencetusnya adalah Maurice Fleuret, Direktur Musik dan Tari di Kementerian Kebudayaan Prancis pada tahun 1982.



Ditulis oleh: Maya Sari

Baca Juga

Loading...