Perang Iran Ancam Ekonomi Indonesia, Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam

Table of Contents
Perang Iran Ancam Ekonomi Indonesia, Harga Minyak Melonjak
Perang Iran Ancam Ekonomi Indonesia, Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Eskalasi konflik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel kini memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi stabilitas nasional Indonesia. Lonjakan harga minyak mentah dan penurunan pasar saham global menjadi ancaman serius bagi ketahanan fiskal di dalam negeri.

Harga minyak mentah dunia tercatat melonjak tajam hingga mendekati angka 118 dollar AS per barel pada tanggal 9 Maret 2026. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melesat hingga 27,6 persen menuju level 116,03 dollar AS per barel.

Dampak Signifikan Terhadap Postur APBN 2026

Kenaikan harga energi global ini menciptakan deviasi yang signifikan terhadap asumsi makro dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Pemerintah sebelumnya menetapkan asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) hanya sebesar 70 dollar AS per barel.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 118 Tahun 2026, alokasi subsidi energi saat ini dipatok pada angka Rp 210,06 triliun. Anggaran tersebut terbagi untuk subsidi listrik sebesar Rp 104,65 triliun dan subsidi bahan bakar sebesar Rp 105,41 triliun.

Jika harga minyak tetap bertahan di level tinggi, subsidi bahan bakar berpotensi membengkak sekitar Rp 72,28 triliun menjadi Rp 177,69 triliun. Kondisi ini akan memperlebar defisit anggaran akibat kebutuhan stabilisasi darurat di tengah guncangan harga komoditas global.

Dampak Signifikan Terhadap Postur APBN 2026

Guncangan Pasar Saham dan Kenaikan Harga Emas

Sektor keuangan Indonesia juga mengalami tekanan hebat dengan melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia. Pada 6 Maret 2026, IHSG merosot ke level 7.585,69 dibandingkan posisi akhir Februari yang berada di 8.235,49.

Ketidakpastian geopolitik memicu fenomena flight to safety, di mana investor mulai beralih dari aset berisiko ke aset aman seperti emas. Harga emas pun terpantau melonjak tajam melampaui angka Rp 3 juta per gram di pasar domestik.

Potensi penutupan Selat Hormuz menjadi faktor krusial karena jalur ini dilalui oleh seperlima dari total perdagangan minyak dunia. Gangguan pada distribusi energi global tersebut dipastikan akan semakin memperburuk krisis pasokan dan harga di pasar internasional.

Strategi Ketahanan Energi dan Diplomasi Nasional

Pemerintah Indonesia kini harus segera memperkuat ketahanan energi nasional mengingat cadangan bahan bakar minyak saat ini hanya cukup untuk 23 hari. Langkah diversifikasi sumber impor minyak dari negara non-Teluk seperti Kanada atau Brasil perlu segera dipertimbangkan.

Selain itu, diplomasi aktif melalui prinsip "bebas aktif" tetap menjadi instrumen utama Indonesia untuk mendorong deeskalasi konflik di Timur Tengah. Penyesuaian prioritas belanja negara menjadi kunci untuk menjaga disiplin fiskal agar pembangunan nasional tetap berjalan berkelanjutan.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Mengapa perang Iran berdampak pada ekonomi Indonesia?

Indonesia adalah pengimpor minyak (oil importer), sehingga kenaikan harga minyak dunia akibat konflik Timur Tengah langsung membebani APBN melalui pembengkakan subsidi energi.

Berapa asumsi harga minyak dalam APBN 2026?

Pemerintah menetapkan asumsi Indonesian Crude Price (ICP) sebesar 70 dollar AS per barel dalam APBN 2026.

Apa dampak konflik ini terhadap pasar modal Indonesia?

Konflik menyebabkan penurunan IHSG karena investor cenderung menghindari aset berisiko (risk aversion) dan beralih ke aset aman seperti emas.

Berapa lama cadangan energi nasional Indonesia bertahan?

Menurut data Menteri ESDM, cadangan bahan bakar minyak Indonesia saat ini hanya mampu bertahan untuk sekitar 23 hari.



Ditulis oleh: Budi Santoso

Baca Juga

Loading...